Wartawan Usep Mulyana
Pelitasukabumi.id – Tidak semua prestasi lahir dari rencana besar. Ada yang justru bermula dari keberanian untuk mencoba. Hal itu tergambar dari perjalanan Raffandra Adhyyastha Ferdinand, siswa kelas 5 SDIT Adzkia 1 Kabupaten Sukabumi.
Berawal dari mencoba berenang sejak kelas 2 sekolah dasar, Raffandra kini mampu berkembang menjadi atlet renang muda yang membawa nama sekolah hingga ajang Olimpiade Olahraga Siswa Nasional (O2SN) tahun ajaran 2025/2026.

Perjalanan Raffandra dimulai dari kompetisi tingkat kecamatan. Kemampuannya terus berkembang hingga berhasil lolos ke tingkat Kabupaten Sukabumi dan mendapat kesempatan tampil di tingkat Provinsi Jawa Barat.
“Awalnya saya berenang itu cuma coba-coba waktu kelas 2. Lama-lama saya suka dan ingin terus belajar supaya bisa lebih baik,” ungkap Raffandra, lewat aplikasi perpisahan Whatsapp, Selasa (1/9).
Melihat minat tersebut, keluarga kemudian memberikan dukungan dengan memfasilitasi Raffandra mengikuti les renang.
Bagi orang tuanya, capaian yang diraih bukan semata-mata soal menjadi juara, tetapi bagaimana sang anak belajar disiplin, bertanggung jawab, dan menikmati proses.
Ayah Raffandra, Feri Perdinan, mengatakan keluarga tidak pernah memaksakan putranya untuk menjadi atlet.

Dukungan diberikan karena melihat adanya ketertarikan dan kesungguhan yang tumbuh secara alami.
“Awalnya memang hanya mencoba. Kami melihat Raffandra memiliki ketertarikan di renang, sehingga kami berusaha mendukung dengan memberikan fasilitas les renang,” ujarnya.
Terpenting kata dia, sudah barang tentu menjalaninya dengan penuh sukacita, berlatih dengan disiplin, dan tetap bertanggung jawab terhadap pendidikan.
Menariknya, kemampuan Raffandra tidak hanya terlihat di kolam renang. Di balik aktivitasnya sebagai atlet muda, ia juga dikenal sebagai hafidz Alquran dan memiliki prestasi di bidang keagamaan.
Raffandra bahkan pernah dipercaya menjadi imam dalam lomba shalat berjamaah Pendidikan Agama Islam (PAI) dan berhasil melaju hingga tingkat Kabupaten Sukabumi.
Bagi Raffandra, olahraga dan pendidikan agama justru saling melengkapi. Latihan renang mengajarkannya untuk disiplin dan pantang menyerah, sementara menghafal Alquran membentuk kesabaran serta konsistensi.
“Saya senang bisa ikut renang dan juga belajar Al-Qur’an. Latihan renang mengajarkan supaya disiplin dan tidak mudah menyerah. Menghafal Alquran juga harus sabar dan terus mengulang,” katanya.
Kisah tersebut mendapat apresiasi dari Kepala SDIT Adzkia 1 Kabupaten Sukabumi, Mimin Karmila, S.Pi.
Menurutnya, perjalanan Raffandra menunjukkan bahwa seorang anak dapat memiliki kemampuan di lebih dari satu bidang ketika mendapatkan kesempatan dan pendampingan yang tepat.
“Kami sangat mengapresiasi prestasi Raffandra. Ia menunjukkan bahwa seorang siswa bisa memiliki prestasi di berbagai bidang. Di satu sisi menekuni olahraga renang hingga mampu melaju ke tingkat provinsi, di sisi lain juga memiliki kemampuan dalam Alquran dan bidang keagamaan,” ujar Mimin.
Ia menegaskan, sekolah berupaya memberikan ruang bagi setiap siswa untuk menemukan sekaligus mengembangkan potensi masing-masing, baik dalam bidang akademik, olahraga, seni maupun keagamaan.
“Kami ingin anak-anak di SDIT Adzkia 1 tumbuh menjadi generasi yang tidak hanya berprestasi, tetapi juga memiliki karakter, kedekatan dengan Al-Qur’an, disiplin, dan keberanian untuk mencoba,” katanya.
Menurutnya, perjalanan Raffandra menjadi contoh bahwa sesuatu yang sederhana dapat berkembang menjadi prestasi ketika dijalani dengan konsisten dan mendapatkan dukungan yang tepat.
Kisah Raffandra pada akhirnya bukan hanya tentang prestasi di kolam renang. Lebih dari itu, perjalanan tersebut memperlihatkan bagaimana olahraga, Alquran, pendidikan dan pembentukan karakter dapat berjalan beriringan.
Dari sebuah aktivitas yang awalnya hanya coba-coba, Raffandra menemukan ruang untuk berkembang. Dari hafalan yang membutuhkan kesabaran, ia belajar tentang ketekunan. Dan dari setiap latihan serta kompetisi, ia perlahan membangun keberanian untuk meraih prestasi yang lebih tinggi.
Perjalanannya masih panjang. Namun satu hal telah ia buktikan sejak dini yakni prestasi besar bisa berawal dari langkah kecil, selama ada kemauan untuk mencoba, berlatih, dan tidak berhenti belajar.

