Ini Alasan Pemkot Sukabumi di Balik Penundaan Proyek Jembatan Rp12,6 Miliar

Wartawan Usep Mulyana

Pelitasukabumi.id – Wali Kota Sukabumi, Ayep Zaki, menegaskan bahwa penundaan pembangunan jembatan senilai Rp12,6 miliar di Kecamatan Cibeureum merupakan keputusan yang berpijak pada aspirasi masyarakat.

Hal itu disampaikannya usai menghadiri karnaval budaya dalam rangka Hari Ulang Tahun ke-112 Kota Sukabumi yang digelar di Plasa Balai Kota, Sabtu (18/4/2026).

Menurut Ayep, hasil Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) 2026 menunjukkan mayoritas warga menginginkan pembangunan difokuskan pada sektor jalan.

“Itu adalah permintaan masyarakat semua. Hasil Musrenbang kemarin, 90 persen menginginkan pembangunan jalan, baik jalan lingkungan maupun jalan kota,” ujarnya.

Ia menegaskan, pemerintah tidak bisa memaksakan program yang tidak menjadi kebutuhan utama warga. Karena itu, pergeseran prioritas anggaran menjadi langkah rasional demi menjawab kebutuhan riil di lapangan.

“Ketika 90 persen masyarakat menginginkan jalan, maka itu yang kita dahulukan,” katanya.

Ayep menjelaskan, pembangunan jalan dinilai memiliki dampak langsung terhadap kehidupan masyarakat, mulai dari aktivitas ekonomi, pendidikan, hingga pelayanan publik yang sangat bergantung pada aksesibilitas.

Baca Juga :  ‎DLH Kota Sukabumi Dorong Partisipasi Aktif Warga dalam Pengelolaan Sampah

“Jalan itu menyentuh langsung kehidupan masyarakat. Semua aktivitas bergantung pada akses jalan yang baik,” ucapnya.

Lebih lanjut, ia menyebut kebijakan tersebut juga selaras dengan arah pembangunan Provinsi Jawa Barat yang saat ini memprioritaskan infrastruktur dasar seperti jalan, drainase, dan penerangan jalan.

Dengan sinergi antara pemerintah kota dan provinsi, Ayep optimistis percepatan pembangunan dapat berjalan lebih efektif dan merata.

“Kalau kita sejalan dengan provinsi, akselerasi pembangunan akan jauh lebih cepat,” tegasnya.

Meski demikian, ia memastikan proyek jembatan di Cibeureum tidak dibatalkan, melainkan hanya ditunda hingga kondisi anggaran dan prioritas pembangunan memungkinkan.

“Bukan dibatalkan, tapi ditunda. Kita tetap punya rencana itu, hanya disesuaikan dengan kebutuhan yang lebih mendesak saat ini,” pungkasnya.

Bagikan Pelitasukabumi.id

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *