Wartawan Usep Mulyana
Pelitasukabumi.id – Peringatan Hari Kesaktian Pancasila di Kota Sukabumi tidak ingin berhenti pada seremoni tahunan. Momentum 1 Oktober justru didorong menjadi pengingat bahwa nilai-nilai Pancasila harus diwujudkan melalui tindakan nyata, terutama dalam menjawab persoalan pendidikan, kemiskinan hingga pengangguran.
Hal tersebut disampaikan Wali Kota Sukabumi, H. Ayep Zaki usai mengikuti peringatan Hari Kesaktian Pancasila yang digelar di halaman Balai Kota Sukabumi, Kamis (1/10/2026).
Dia menegaskan, makna Kesaktian Pancasila harus dibuktikan melalui implementasi keadilan bagi seluruh rakyat Indonesia, termasuk masyarakat Kota Sukabumi.
Menurutnya, Indonesia, termasuk Kota Sukabumi, tidak kekurangan orang yang memiliki gagasan dan pemikiran.
Persoalan yang lebih penting saat ini adalah bagaimana gagasan tersebut benar-benar dieksekusi menjadi program dan tindakan yang memberikan dampak langsung kepada masyarakat.
“Kita perlu eksekutor-eksekutor, bukan hanya pemikir. Pemikir dan gagasan di Indonesia ini sudah terlalu banyak, tetapi perlu eksekutor yang melaksanakan implementasi keadilan,” tegas Ayep.
Ayep menambahkan, berbagai persoalan sosial yang masih terjadi menjadi bukti bahwa pekerjaan rumah pemerintah dan seluruh elemen masyarakat belum selesai.
Salah satunya bidang pendidikan. Ayep menyebut berdasarkan data yang dimilikinya, jumlah masyarakat dengan pendidikan S3 di Kota Sukabumi masih sangat sedikit, yakni sekitar 89 orang.
Sementara persoalan warga yang tidak mengenyam pendidikan juga masih ditemukan.
“Kalau hanya sekadar masukan tanpa dikerjakan, tidak ada gunanya. Kita sudah capek dengan gagasan-gagasan dan pemikiran-pemikiran. Faktanya kemiskinan belum selesai, pendidikan juga masih rendah,” ujarnya.
Karena itu, Ayep menekankan perlunya langkah konkret untuk menyelesaikan persoalan pendidikan, pengangguran dan kemiskinan.
Baginya, keberhasilan Pancasila bukan hanya diukur dari seberapa sering nilai-nilainya dibacakan dalam upacara, tetapi dari sejauh mana keadilan sosial benar-benar dirasakan masyarakat.
“Itu yang harus kita kampanyekan di Kota Sukabumi ini, selesaikan. Dan itu adalah Kesaktian Pancasila. Baru dikatakan sakti Pancasila,” katanya.
Sementara itu, Ketua DPRD Kota Sukabumi, Wawan Juanda menilai Hari Kesaktian Pancasila harus menjadi momentum memperkuat persatuan seluruh elemen bangsa.
Menurutnya, nilai-nilai Pancasila harus diterjemahkan melalui kebijakan pemerintah yang berpihak pada pelayanan masyarakat serta melibatkan seluruh pemangku kepentingan.
“Jadikan momentum tidak hanya seremonial membacakan Pancasila, tetapi harus menjadi pemersatu seluruh elemen bangsa, mulai dari masyarakat, pemerintah dan seluruh stakeholder,” ujarnya.
Terkait persoalan pendidikan, ia menegaskan bahwa memastikan seluruh anak mendapatkan pendidikan merupakan kewajiban sekaligus amanat konstitusi.
Ia juga menyinggung wacana pemerintah pusat terkait pendidikan gratis mulai jenjang TK negeri hingga perguruan tinggi negeri. Menurutnya, jika kebijakan tersebut terealisasi, program itu akan membutuhkan anggaran yang sangat besar.
“Mudah-mudahan ini menjadi sebuah rencana yang terukur dan bisa terwujud di 2027,” katanya.
Di sisi lain, pembangunan Kota Sukabumi dinilai tidak bisa hanya mengandalkan pemerintah. Dukungan dan keterlibatan masyarakat menjadi bagian penting agar berbagai program pembangunan dapat berjalan.
Seluruh elemen, mulai dari pemerintah, masyarakat hingga stakeholder lainnya, diharapkan dapat bergerak bersama, membangun komunikasi dan koordinasi untuk menyelesaikan berbagai persoalan di Kota Sukabumi.
“Pemerintah tanpa ada sokongan dan dukungan dari masyarakat tidak akan sukses. Artinya, semuanya harus berjibaku dan bersama-sama membangun Kota Sukabumi,” pungkasnya.

