Wali Kota Sukabumi Dorong Penguatan Program Keluarga Berencana Berbasis Data Digital

Wartawan Usep Mulyana

Pelitasukabumi.id – Wali Kota Sukabumi, H. Ayep Zaki menegaskan komitmennya memperkuat pembangunan keluarga melalui program Keluarga Berencana (KB) yang terintegrasi dengan pemanfaatan teknologi digital.

Hal tersebut disampaikan saat menghadiri kegiatan Ponsel Ayeuna (Pusat Konsultasi Keluarga Ayeuna). Acara dilaksanakan Dinas Pengendalian Penduduk, Keluarga Berencana, di Kecamatan Cibeureum, Senin (20/7).

Kegiatan diikuti jajaran DP2KBP3A, TP PKK, pemerintah kecamatan, kelurahan, serta para kader KB di wilayah Cibeureum, Baros, dan Lembursitu.

Dalam sambutannya, Ayep menyampaikan bahwa keberhasilan program KB tidak hanya berkaitan dengan pengendalian jumlah penduduk, tetapi juga menjadi bagian penting dalam meningkatkan kualitas hidup masyarakat melalui perencanaan keluarga yang matang.

Menurutnya, Pemerintah Kota Sukabumi saat ini memusatkan perhatian pada empat agenda prioritas pembangunan, yakni menekan angka stunting, menghapus kemiskinan ekstrem, menurunkan tingkat pengangguran, serta mempercepat pembangunan infrastruktur.

Khusus penanganan stunting, Wali Kota menegaskan perlunya kolaborasi lintas sektor. DP2KBP3A, Dinas Sosial, TP PKK, Posyandu hingga RSUD Syamsudin S.H. didorong berperan aktif dalam memberikan intervensi kepada keluarga yang membutuhkan agar kasus stunting dapat ditekan secara maksimal.

Lebih jauh ia menjelaskan, program konsultasi keluarga akan menjadi salah satu instrumen untuk mendukung pencapaian berbagai target pembangunan tersebut. Melalui pendekatan keluarga, pemerintah berharap persoalan stunting, kemiskinan, pengangguran hingga kesejahteraan masyarakat dapat ditangani secara lebih efektif.

Wali Kota juga mengajak seluruh perangkat daerah untuk memiliki perencanaan kerja yang selaras dengan visi pembangunan Kota Sukabumi. Setiap organisasi perangkat daerah diminta menetapkan target yang jelas sesuai tugas pokok dan fungsinya sehingga seluruh program dapat bergerak menuju sasaran yang sama.

Pada kesempatan itu, Wali Kota turut memperkenalkan SukaSAI (Sukabumi Smart Artificial Intelligence) sebagai sistem digital yang tengah dikembangkan Pemerintah Kota Sukabumi.

Platform tersebut dirancang untuk mengintegrasikan data dari berbagai perangkat daerah secara real-time, sehingga dapat menjadi dasar pengambilan kebijakan yang lebih cepat dan akurat.

Melalui sistem tersebut, data mengenai kehamilan, kelahiran, kesehatan masyarakat hingga berbagai informasi kependudukan akan terhubung antarinstansi.

Baca Juga :  Kantor Pertanahan Kota Sukabumi Gelar Sosialisasi Pelayanan Peralihan Elektronik

Dengan demikian, pemerintah dapat memantau kondisi masyarakat secara langsung dan menentukan langkah intervensi berdasarkan data yang valid.

Wali Kota berharap seluruh aparatur sipil negara dapat menguasai pemanfaatan teknologi tersebut sehingga pelayanan publik semakin efektif, transparan, dan mampu mendukung terwujudnya pembangunan yang berorientasi pada kebutuhan masyarakat.

Ia menegaskan bahwa sinergi antara program Keluarga Berencana, penguatan ketahanan keluarga, serta transformasi digital menjadi fondasi penting dalam mewujudkan Kota Sukabumi yang lebih maju, sehat, dan sejahtera.

Di sisi lain, Kepala DP2KBP3A Kota Sukabumi Yadi Mulyadi menjelaskan, bahwa program Ponsel Ayena merupakan salah satu program unggulan Pemerintah Kota Sukabumi yang berfokus pada penguatan ketahanan keluarga. Layanan ini menyediakan ruang konsultasi bagi masyarakat melalui Balai KB yang tersebar di setiap kecamatan.

Layanan tersebut tidak hanya membahas keluarga berencana, tetapi juga konsultasi gizi sebagai upaya pencegahan stunting, persoalan psikologis, kekerasan dalam rumah tangga (KDRT), perlindungan perempuan dan anak, hingga pendampingan sosial dan hukum.

Apabila permasalahan belum dapat diselesaikan di tingkat Balai KB, penanganannya akan diteruskan ke unit layanan yang lebih tinggi melalui mekanisme rujukan.

“Kami ingin pelayanan semakin dekat dengan masyarakat sehingga mereka tidak perlu datang langsung ke kantor dinas. Cukup memanfaatkan Balai KB yang ada di wilayah masing-masing,” jelasnya.

Ia menambahkan, antusiasme masyarakat terhadap layanan Ponsel Ayena terus meningkat. Dari target sekitar 10 layanan setiap bulan, hingga Juli jumlah layanan yang diberikan telah mencapai 155 layanan jauh melampaui target yang ditetapkan. Sebagian besar permasalahan yang dikonsultasikan pun dapat diselesaikan di tingkat Balai KB.

Pemerintah Kota Sukabumi berharap sinergi antara pemerintah daerah, kecamatan, kelurahan, tenaga penyuluh KB, tenaga kesehatan, serta masyarakat dapat semakin memperkuat ketahanan keluarga. Dengan demikian, berbagai persoalan sosial, termasuk stunting, dapat ditekan sehingga kualitas hidup masyarakat terus meningkat.

Bagikan Pelitasukabumi.id

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *