Wartawan Usep Mulyana
Pelitasukabumi.id – Pelaksanaan program Makanan Bergizi Gratis (MBG) di SDN Kopeng I, Kelurahan Karamat, Kecamatan Gunungpuyuh, menjadi perhatian setelah salah satu paket makanan yang diterima siswa kedapatan berisi telur mentah dalam kondisi pecah.
Peristiwa tersebut terjadi saat pembagian menu kering selama bulan Ramadan. Telur yang retak di dalam kemasan membuat isinya menyebar dan mengenai komponen makanan lainnya.
Orang tua siswa yang mengetahui hal itu kemudian menyampaikan keberatan karena makanan dinilai tidak layak dikonsumsi.
Situasi ini langsung ditindaklanjuti oleh Ketua Satgas MBG Kota Sukabumi, Andri Setiawan, dengan melakukan pengecekan ke sekolah dan dapur penyedia layanan. Ia menegaskan bahwa pengawasan distribusi harus diperketat agar kejadian serupa tidak terulang.
Menurutnya, selama Ramadan menu memang disesuaikan menjadi makanan kering. Namun, unsur keamanan kemasan tetap menjadi prioritas utama.
Ia menilai perlu adanya peningkatan kualitas wadah agar mampu melindungi isi paket, terutama bahan yang berisiko pecah.
Dari pihak dapur SPPG Karang Tengah III, perwakilan ahli gizi menyampaikan permohonan maaf atas ketidaknyamanan tersebut.
Mereka memastikan akan melakukan evaluasi menyeluruh, mulai dari proses pengepakan hingga pemberian informasi yang jelas terkait kondisi menu yang dibagikan.
Selain persoalan kemasan, muncul pula masukan terkait variasi menu buah agar lebih beragam. Satgas menilai kritik tersebut sebagai bagian dari penguatan program.
Alhasil, MBG tidak hanya berjalan rutin, tetapi juga memenuhi standar keamanan dan kualitas gizi yang diharapkan.
Pihak sekolah berharap pembenahan segera dilakukan agar kepercayaan orang tua tetap terjaga dan program MBG benar-benar memberi manfaat optimal bagi para siswa.

