Inggu Dorong Masjid Jadi Pusat Peradaban Gen Z dan Gen Alpha, PRMC Disiapkan Ekspansi ke Tujuh Kecamatan

Wartawan Iyus Firdaus

Pelitasukabumi.id – Upaya mengembalikan kedekatan generasi muda dengan masjid mulai digagas melalui pembentukan Pemuda dan Remaja Masjid Citamiang (PRMC).

Gerakan yang diinisiasi Anggota DPRD Kota Sukabumi Fraksi PKS, Inggu Sudeni, tersebut diarahkan menjadi wadah pembinaan, pemberdayaan, sekaligus pengembangan kreativitas anak muda di tengah tantangan era disrupsi.

Gagasan ini lahir dari keprihatinan terhadap semakin berkurangnya keterlibatan remaja dalam aktivitas masjid.

Padahal, masjid memiliki potensi besar bukan hanya sebagai tempat ibadah, melainkan juga ruang tumbuh bagi generasi muda untuk membangun karakter, memperluas wawasan, dan mengembangkan kemampuan diri.

Inggu mengatakan, PRMC dibentuk bersama sejumlah ikhwan dan akhwat yang aktif di Yayasan Cinta Sedekah. Inisiatif tersebut berangkat dari pengamatan bahwa aktivitas remaja di lingkungan masjid tidak lagi seramai masa sebelumnya.

“Zaman kita dulu, masjid ramai dengan kegiatan remaja. Setiap habis Magrib ada pengajian dan berbagai aktivitas lainnya. Sekarang kondisinya mulai bergeser,” ungkap Inggu, Sabtu (31/10).

Menurutnya, kegiatan keagamaan di masjid saat ini lebih banyak diikuti kalangan bapak-bapak dan ibu-ibu. Sementara itu, kehadiran generasi muda semakin berkurang.

Kondisi tersebut menjadi perhatian serius karena masjid semestinya mampu menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari anak muda.

Ia menilai diperlukan wadah yang mampu menghubungkan kembali generasi muda dengan lingkungan masjid melalui pendekatan yang lebih terbuka dan sesuai kebutuhan zaman.

Konsepnya tidak sebatas pengajian, tetapi juga mencakup aktivitas sosial, pemberdayaan ekonomi, pelatihan keterampilan, hingga pengembangan minat dan bakat.

Pengembangan organisasi PRMC untuk tahap awal dipusatkan di Kecamatan Citamiang.

Namun, Inggu memiliki target lebih luas, yakni memperluas gerakan tersebut ke tujuh kecamatan di Kota Sukabumi dengan melibatkan perwakilan pemuda dan remaja masjid dari setiap kelurahan.

Sebagai langkah awal penguatan kelembagaan, pelantikan pengurus PRMC direncanakan berlangsung pada Januari mendatang di Masjid Pemuda Sejuta Pemuda.

Setelah itu, organisasi akan menggelar kegiatan rutin setiap bulan dengan pola pelaksanaan bergilir dari satu masjid ke masjid lainnya.

Agenda yang disiapkan meliputi pengajian bersama, kegiatan bersih-bersih masjid, pelatihan pemberdayaan ekonomi, serta berbagai aktivitas positif yang melibatkan remaja dari sejumlah kelurahan.

“Programnya nanti rutin sebulan sekali dan dilaksanakan secara bergiliran di masjid-masjid. Anak-anak muda dari perwakilan masing-masing kelurahan bisa berkumpul, mengadakan pengajian, membersihkan masjid, hingga mengikuti pelatihan pemberdayaan ekonomi,” jelasnya.

Selain membangun kegiatan berkelanjutan, Inggu juga menargetkan terselenggaranya Jambore Remaja Masjid tingkat Kota Sukabumi dalam kurun waktu satu tahun ke depan.

Baca Juga :  Pembangunan Harus Berkeadilan, Menteri Nusron: Reforma Agraria Jawab Ketimpangan Penguasaan dan Pemilikan Tanah

Agenda tersebut diproyeksikan menjadi ajang konsolidasi, mempertemukan komunitas remaja masjid sekaligus memperkuat jaringan gerakan di seluruh wilayah kota.

Ia bahkan membidik partisipasi lebih dari 1.000 peserta dalam kegiatan tersebut. Target itu diharapkan menjadi momentum untuk memperluas keterlibatan generasi muda sekaligus mendorong terbentuknya gerakan remaja masjid yang lebih solid dan terorganisasi.

Bagi Inggu, penguatan peran remaja masjid tidak boleh berhenti pada aktivitas ritual keagamaan.

Generasi muda juga harus diberikan kesempatan untuk terlibat dalam pengelolaan masjid, memahami manajemen organisasi, mengikuti pelatihan keterampilan, serta memperoleh ruang untuk mengembangkan potensi dan kreativitas.

“Cita-cita besarnya, kami ingin masjid di Kota Sukabumi kembali hidup dengan aktivitas para remajanya. Bukan hanya pengajian, tetapi juga ada pemberdayaan ekonomi, pelatihan, pengembangan hobi, dan bagaimana manajemen masjid bisa melibatkan anak-anak muda,” tuturnya.

Ia menegaskan, masjid perlu beradaptasi dengan karakter dan kebutuhan generasi masa kini tanpa kehilangan fungsi utamanya sebagai pusat ibadah serta pembinaan umat.

Pendekatan yang lebih kreatif dan partisipatif dinilai penting agar Gen Z maupun Gen Alpha merasa memiliki ruang untuk belajar, berinteraksi, berorganisasi, dan berkarya.

“Harapan saya, masjid menjadi basis pusat peradaban bagi Gen Z dan Gen Alpha. Anak-anak muda yang sekarang mulai jarang datang ke masjid harus kembali menjadikan masjid sebagai tempat yang nyaman untuk berkumpul dan berkarya,” tegasnya.

Untuk mendukung penguatan organisasi, Inggu turut menggandeng Cecep, sosok yang dikenal sebagai penggagas gerakan cleaner masjid asal Kota Sukabumi.

Ia menyebut Cecep memiliki jangkauan pengikut media sosial yang telah mendekati dua juta akun.

Keterlibatan Cecep diharapkan dapat memperkuat kapasitas pengurus, terutama dalam membangun manajemen organisasi dan mengoptimalkan media sosial sebagai sarana komunikasi, publikasi, serta penyebarluasan berbagai kegiatan PRMC.

Inggu menyebutkan, Cecep telah menyatakan kesediaannya untuk membantu pengembangan manajemen organisasi, mendukung pengelolaan media sosial, sekaligus mengambil peran sebagai pembina.

Dukungan tersebut diharapkan mampu menjadikan PRMC sebagai organisasi yang memiliki arah gerakan jelas, tata kelola lebih terstruktur, serta jangkauan komunikasi yang semakin luas sehingga dapat menarik lebih banyak anak muda untuk bergabung.

Melalui PRMC, Inggu ingin membangun gerakan kolektif yang menempatkan masjid sebagai ruang strategis pembentukan karakter dan peningkatan kualitas generasi muda.

Dengan demikian, masjid tidak hanya menjadi tempat untuk menunaikan ibadah, tetapi juga pusat pembelajaran, pemberdayaan, dan lahirnya karya-karya positif bagi masyarakat.

Bagikan Pelitasukabumi.id

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *