Litbang Bappeda Kawal Inovasi Daerah, PROSA Kota Sukabumi Tembus 30 Besar KIJB 2026

Wartawan Iyus Firdaus

Pelitasukabumi.id – Peran Bidang Penelitian dan Pengembangan (Litbang) Bappeda Kota Sukabumi dalam mendorong pengembangan inovasi daerah kembali terlihat melalui keikutsertaan pemerintah kota pada Kompetisi Inovasi Jawa Barat (KIJB) Tahun 2026.

Salah satu inovasi yang berhasil mencuri perhatian adalah Promosi Pariwisata (PROSA) yang masuk dalam jajaran 30 inovasi terbaik KIJB 2026.

Keberhasilan PROSA menembus 30 besar tidak terlepas dari proses koordinasi dan fasilitasi yang dilakukan Bidang Litbang Bappeda Kota Sukabumi. Dalam kompetisi tersebut, Litbang menjalankan fungsi sebagai koordinator sekaligus administrator pelaporan inovasi yang melibatkan seluruh Perangkat Daerah.

Kepala Bidang Penelitian dan Pengembangan Bappeda Kota Sukabumi, Wahyu Retnaningtyas Utami, S.H., M.H., menjelaskan bahwa keterlibatan Litbang dimulai sejak tahapan sosialisasi kepada seluruh Perangkat Daerah setelah diterimanya surat dari Badan Penelitian dan Pengembangan Daerah Provinsi Jawa Barat.

Sosialisasi tersebut bertujuan memberikan pemahaman mengenai mekanisme serta persyaratan keikutsertaan dalam KIJB 2026.

Selanjutnya, Litbang juga menyelenggarakan bimbingan teknis (bimtek) penginputan inovasi guna membantu Perangkat Daerah dalam mempersiapkan dan menyampaikan data inovasi sesuai ketentuan.

Dalam pelaksanaannya, dari 82 inovasi yang terdata, sebanyak 65 inovasi dikirimkan untuk mengikuti proses seleksi. Dari jumlah tersebut, empat inovasi berhasil memenuhi persyaratan administrasi dan melanjutkan ke tahapan berikutnya.

Baca Juga :  Tujuh TKP Dibongkar, Jaringan Curanmor dan Penadah Digulung Polres Sukabumi Kota

Salah satu inovasi yang berhasil menorehkan capaian membanggakan adalah PROSA atau Promosi Pariwisata yang berasal dari Dinas Kepemudaan, Olahraga dan Pariwisata (Disporapar) Kota Sukabumi. Inovasi tersebut berhasil masuk dalam Top 30 KIJB Tahun 2026.

“Peran Litbang dalam proses tersebut lebih menitikberatkan pada koordinasi, fasilitasi, pendampingan penginputan serta pengelolaan administrasi pelaporan. Sementara itu, substansi dan pelaksanaan inovasi tetap menjadi tanggung jawab masing-masing Perangkat Daerah pengusul,” kata Wahyu, (3/11/2026).

Setelah melalui proses pendampingan dan pemeriksaan kelengkapan dokumen, inovasi yang telah memenuhi persyaratan administrasi kemudian dikirimkan kepada Badan Penelitian dan Pengembangan Daerah Provinsi Jawa Barat untuk mengikuti tahapan seleksi kompetisi.

Menurutnya, keterlibatan seluruh Perangkat Daerah menjadi bagian penting dalam membangun ekosistem inovasi di lingkungan Pemerintah Kota Sukabumi.

Karena itu, koordinasi yang dilakukan Litbang diharapkan dapat membantu setiap perangkat daerah dalam mengembangkan sekaligus melaporkan inovasi yang dimiliki.

“Masuknya PROSA dalam Top 30 KIJB 2026 menjadi salah satu capaian positif dari proses pengelolaan dan fasilitasi inovasi
daerah,” ujarnya.

Melalui peran koordinatif Bidang Litbang Bappeda, Pemerintah Kota Sukabumi terus mendorong tumbuhnya inovasi di setiap Perangkat Daerah agar mampu memberikan nilai tambah bagi pelayanan publik dan pembangunan daerah.

Bagikan Pelitasukabumi.id

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *