Ayep Zaki Tegaskan Sukabumi Siap Perkuat Ketahanan Perkotaan Hadapi Perubahan Iklim

Wartawan Iyus Firdaus

Pelitasukabumi.id – Wali Kota Sukabumi H. Ayep Zaki menegaskan komitmen Pemerintah Kota Sukabumi untuk mengambil bagian dalam upaya memperkuat ketahanan perkotaan di tengah meningkatnya tantangan perubahan iklim.

Hal itu disampaikan Ayep Zaki saat menghadiri Mayors Talk dengan tema Climate and Urban Resilience 2026 di IPB International Convention Center (IICC) Bogor, Selasa (29/9/2026).

Menurut Ayep, forum yang menjadi bagian dari agenda Asosiasi Pemerintah Kota Seluruh Indonesia (APEKSI) Komisariat Wilayah III.

Perhelatan itu kata Ayep, momentum penting bagi pemerintah daerah untuk memperkuat jejaring, bertukar pengalaman, sekaligus mencari solusi bersama menghadapi persoalan perkotaan.

“Kolaborasi lintas daerah menjadi penting karena berbagai persoalan lingkungan, pangan, air, dan kebencanaan memiliki keterkaitan yang melampaui batas administratif,” ungkap Ayep.

Forum yang mengusung tema “Membangun Kota Tangguh, Integrasi Tata Ruang, Lingkungan Berkelanjutan, serta Adaptif Iklim” itu mempertemukan para kepala daerah untuk membahas berbagai tantangan pembangunan perkotaan, mulai dari perubahan iklim, tata ruang, lingkungan, ketahanan pangan hingga keterbatasan pembiayaan pembangunan.

Ayep menilai perubahan iklim kini menjadi tantangan nyata yang harus diantisipasi pemerintah daerah.

Peningkatan suhu, perubahan pola curah hujan, ancaman banjir dan kekeringan, tekanan terhadap ketersediaan air dan pangan, hingga pencemaran lingkungan membutuhkan kebijakan yang tidak berjalan sendiri-sendiri.

Karena itu, upaya adaptasi dan mitigasi perubahan iklim harus terintegrasi dengan perencanaan tata ruang, pengelolaan lingkungan, ketahanan pangan serta penanganan risiko bencana.

Menurutnya, daerah yang berada dalam satu bentang alam maupun ekosistem juga perlu memperkuat kerja sama, terutama dalam pengelolaan kawasan hulu-hilir, sungai, air baku, ruang terbuka hijau dan pengendalian risiko bencana.

“Ketahanan kota tidak bisa dibangun sendiri-sendiri. Dibutuhkan kolaborasi antardaerah agar berbagai persoalan yang saling berkaitan dapat ditangani secara bersama,” ujarnya.

Baca Juga :  Ketua DPRD Hadiri Puncak Peringatan HUT Bhayangkara ke-79

Selain isu lingkungan dan perubahan iklim, Mayors Talk 2026 turut membahas ketahanan pangan.

Pemerintah daerah didorong membangun kerja sama dengan wilayah sekitar sebagai pemasok pangan, memperkuat jaringan pasokan berbasis data serta memastikan ketersediaan dan keterjangkauan pangan di tengah tekanan perubahan iklim.

Dalam forum tersebut, kajian lingkungan strategis, dokumen lingkungan, serta data risiko iklim dan kebencanaan juga ditekankan sebagai bagian penting dalam perencanaan pembangunan daerah.

Persoalan sampah menjadi salah satu perhatian dalam membangun ketahanan perkotaan. Penanganannya dinilai harus dilakukan secara menyeluruh dari hulu hingga hilir, mulai dari perubahan perilaku masyarakat, pengurangan dan pemilahan sampah, penguatan infrastruktur pengolahan hingga pemanfaatan teknologi.

Begitu pula dengan pengendalian pencemaran udara dan air, perlindungan ruang terbuka hijau, pengelolaan air tanah, perlindungan kawasan pesisir serta pengembangan transportasi ramah lingkungan yang menjadi bagian dari strategi adaptasi dan mitigasi perubahan iklim.

Ayep mengatakan, forum tersebut diharapkan tidak berhenti pada pertukaran gagasan, tetapi menghasilkan rekomendasi kebijakan, prioritas aksi daerah dan komitmen bersama yang dapat diterapkan dalam pembangunan masing-masing daerah.

“Forum ini sekaligus menegaskan bahwa agenda perubahan iklim tidak cukup berhenti pada komitmen, tetapi perlu diterjemahkan menjadi aksi nyata yang terintegrasi dalam perencanaan pembangunan dan memberikan manfaat langsung bagi masyarakat,” tegasnya.

Ayep menambahkan, Pemerintah Kota Sukabumi turut menjadi bagian dari upaya bersama tersebut melalui penguatan kolaborasi antarkota dan pertukaran praktik baik dalam membangun ketahanan perkotaan.

“Melalui kolaborasi dan pertukaran pengalaman, kita ingin memastikan Kota Sukabumi terus bergerak menjadi kota yang lebih tangguh, adaptif dan berkelanjutan,” pungkasnya.

Bagikan Pelitasukabumi.id

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *