Wartawan Iyus Firdaus
Pelitasukabumi.id – Pemerintah Kabupaten Sukabumi mulai mengarahkan penyusunan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Tahun Anggaran 2027 pada penguatan sektor agroindustri dan pariwisata.
Kebijakan tersebut disampaikan dalam rapat paripurna DPRD Kabupaten Sukabumi dengan agenda penyampaian Nota Pengantar Bupati atas Raperda APBD 2027, Rabu (30/9/2026).
Nota Pengantar Bupati Sukabumi H. Asep Japar disampaikan Wakil Bupati H. Andreas dalam rapat paripurna yang berlangsung di Ruang Sidang Paripurna DPRD Kabupaten Sukabumi.
Dalam penyampaiannya, Pemkab Sukabumi menegaskan bahwa penyusunan Raperda APBD 2027 diarahkan untuk mendukung tema pembangunan daerah, yakni penyiapan ekosistem pendukung untuk penguatan agroindustri dan pariwisata.
Arah kebijakan tersebut tetap mempertimbangkan kemampuan fiskal daerah serta sasaran pembangunan sebagaimana tertuang dalam RPJMD Kabupaten Sukabumi 2025-2029.
Di tengah kemampuan keuangan daerah yang terbatas, Pemkab Sukabumi menyatakan penganggaran akan dilakukan secara selektif dengan menempatkan kebutuhan masyarakat dan target pelayanan publik sebagai pertimbangan utama.
Raperda APBD 2027 diprioritaskan untuk memenuhi belanja wajib, Standar Pelayanan Minimal (SPM), serta berbagai program dan kegiatan prioritas daerah.
Penentuan alokasi anggaran juga akan disesuaikan dengan skala prioritas dan kebutuhan daerah, khususnya program yang berkaitan langsung dengan pelayanan dasar kepada masyarakat.
Keterbatasan kemampuan fiskal menjadi salah satu pertimbangan penting dalam menentukan program dan kegiatan yang dapat dimasukkan ke dalam rancangan APBD.
Karena itu, setiap alokasi anggaran diarahkan agar memberikan kontribusi terhadap pencapaian target pelayanan publik dan sasaran pembangunan yang telah ditetapkan.
Pemkab Sukabumi selanjutnya meminta DPRD Kabupaten Sukabumi bersama-sama melakukan pembahasan Raperda APBD 2027 secara konstruktif hingga tercapai kesepakatan yang selaras dengan kepentingan pembangunan daerah dan kebutuhan masyarakat.
Pembahasan tersebut diharapkan dapat menghasilkan APBD yang tidak hanya mampu menjaga keberlangsungan pelayanan publik, tetapi juga menjadi instrumen untuk mendorong penguatan sektor agroindustri dan pariwisata sebagai bagian dari arah pembangunan Kabupaten Sukabumi pada 2027.

