HJKS ke- 156, Bupati: Warungkiara Disiapkan Jadi Kawasan Ekonomi Berbasis Pangan dan Wisata

Wartawan Iyus Firdaus

Pelitasukabumi.id – Kecamatan Warungkiara didorong tidak hanya menjadi wilayah penghasil pangan, tetapi juga mampu mengembangkan potensi wisata dan ekonomi lokal secara terintegrasi.

Pemerintah Kabupaten Sukabumi menilai kolaborasi sektor pangan, pariwisata, UMKM, dan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) dapat menjadi kekuatan baru dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Dorongan tersebut disampaikan Bupati Sukabumi H Asep Japar saat melepas kegiatan Jalan Santai dalam rangka Hari Jadi Kabupaten Sukabumi (HJKS) ke-156 di Desa Ubrug, Kecamatan Warungkiara, Sabtu (12/9/2026).

Menurut Asep Japar, Warungkiara memiliki beragam potensi lokal yang apabila dikelola secara serius dapat menjadi daya tarik ekonomi baru.

Potensi tersebut tidak hanya berupa sumber daya alam, tetapi juga kuliner, produk UMKM, hingga aktivitas ekonomi masyarakat desa.

Karena itu, pengembangan pariwisata di Warungkiara, kata dia, perlu diarahkan pada konsep yang mampu menghubungkan berbagai potensi tersebut.

“Potensi ini bisa dikemas menjadi paket wisata terpadu sehingga kunjungan wisatawan turut memberikan dampak ekonomi bagi masyarakat,” ujarnya.

Bupati juga menekankan bahwa pengembangan pariwisata harus berjalan beriringan dengan penguatan sektor pangan. Menurutnya, ketahanan pangan merupakan salah satu fondasi penting dalam membangun kemandirian ekonomi masyarakat desa.

Baca Juga :  Jelang Idulfitri, Bupati Sukabumi Instruksikan Camat Siaga di H-7 hingga H+7

Dalam konteks tersebut, Asep Japar mengapresiasi berbagai program yang telah dijalankan melalui BUMDes di 12 desa di Kecamatan Warungkiara.

BUMDes diharapkan tidak berhenti sebagai lembaga administratif, tetapi benar-benar mampu menjadi motor penggerak kegiatan ekonomi di tingkat desa.

“Pariwisata kita kembangkan, pangan kita kuatkan, BUMDes kita berdayakan, dan masyarakat kita sejahtera,” tegasnya.

Ia pun mendorong BUMDes di masing-masing desa untuk membangun kolaborasi dan jejaring usaha.

Kerja sama antardesa dinilai penting agar potensi lokal tidak berjalan sendiri-sendiri, sekaligus membuka peluang peningkatan produktivitas dan nilai tambah produk masyarakat.

Dengan pola tersebut, potensi pangan, wisata, UMKM, dan ekonomi desa diharapkan dapat saling menopang.

Produk lokal tidak hanya dikonsumsi di wilayah sendiri, tetapi juga memiliki peluang dipasarkan melalui aktivitas pariwisata dan jaringan usaha antardesa.

Asep Japar berharap langkah tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat ekonomi masyarakat sekaligus mendorong terwujudnya Kabupaten Sukabumi yang Mubarokah.

Usai melepas Jalan Santai, rangkaian kegiatan dilanjutkan dengan peletakan batu pertama pembangunan Tugu Selamat Datang Kecamatan Warungkiara.

Bagikan Pelitasukabumi.id

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *