Wakasal Targetkan Jembatan Gantung Leuwidinding Rampung Desember 2026

Wartawan Salim
Editor Usep Mulyana

Pelitasukabumi.id – Harapan warga di dua kecamatan untuk kembali memiliki akses transportasi yang aman mulai terwujud. Pembangunan Jembatan Gantung Leuwidinding resmi dimulai dan ditargetkan rampung pada Desember 2026.

Peletakan batu pertama pembangunan jembatan penghubung Desa Tanjungsari, Kecamatan Jampangtengah, dengan Desa Sirnasari, Kecamatan Gunungguruh, dilakukan pada Ahad (6/9/2026).

Kegiatan tersebut dihadiri Wakil Kepala Staf TNI Angkatan Laut (Wakasal) Laksamana Madya TNI Edwin bersama jajaran pejabat Koarmada TNI AL dan Bupati Sukabumi Asep Japar.

Kegiatan juga dihadiri Direktur Utama PT Citra Marga Nusaphala Persada Tbk Muhammad Yusuf Hamka atau yang akrab disapa Babah Alun, serta General Manager CT ARSA Foundation.

Jembatan gantung yang dibangun melintasi Sungai Cimandiri dengan lebar sekitar 40 meter itu merupakan hasil kolaborasi antara TNI Angkatan Laut, CT ARSA Foundation, pemerintah daerah, pihak swasta, dan sejumlah pemangku kepentingan lainnya.

Wakasal Laksamana Madya TNI Edwin mengatakan, pembangunan Jembatan Gantung Leuwidinding merupakan bentuk nyata kolaborasi untuk membantu masyarakat yang terdampak bencana.

“Dan tugas kami sebagai prajurit Jala Sena juga akan menggandeng seluruh pihak untuk kita bisa memberikan bakti terbaik kita untuk mengurangi beban-beban yang ada di masyarakat,” ujar Edwin kepada awak media.

Menurutnya, Kabupaten Sukabumi menjadi salah satu daerah yang merasakan dampak besar bencana alam pada periode 2024 hingga 2025.

Berdasarkan laporan yang diterimanya dari Pemerintah Kabupaten Sukabumi, sedikitnya 47 jembatan dilaporkan terputus akibat longsor dan banjir bandang.

“Kita ketahui bersama di Kabupaten Sukabumi, tadi kami dapat laporan dari Bapak Bupati, bencana tahun 2024–2025 itu ada 47 jembatan yang terputus,” ujarnya.

Pembangunan jembatan tersebut juga tidak terlepas dari keterlibatan PT CMNP, kemudian CT ARSA Foundation, Kabupaten Sukabumi, TNI Angkatan Laut, kemudian rekan-rekan stakeholder lainnya, tambah Laksamana Madya TNI Edwin.

Baca Juga :  Bupati Sukabumi Membaur Latihan Senam Waringkas Bareng Guru Olahraga

Pati TNI itu menjelaskan, dampak bencana yang terjadi pada Desember 2024 lalu membuat aktivitas masyarakat di sekitar Jembatan Leuwidinding terganggu.

Akses yang sebelumnya menjadi jalur penting penghubung dua wilayah tersebut tidak lagi dapat digunakan secara normal.

Masyarakat pun hanya memiliki pilihan terbatas untuk melintasi kawasan tersebut. Sepeda motor masih dapat melintas dalam kondisi tertentu, sementara untuk kebutuhan transportasi lainnya warga harus mengandalkan perahu karet bantuan dari TNI Angkatan Laut.

Namun, keterbatasan kapasitas perahu membuat mobilitas masyarakat tidak dapat berjalan optimal.

Karena itu, pembangunan kembali Jembatan Gantung Leuwidinding diharapkan dapat mengembalikan aktivitas masyarakat di Desa Tanjungsari dan Desa Sirnasari seperti semula.

“Diharapkan nanti dengan selesainya pembangunan jembatan ini, dikerjakan kurang lebih 105 hari, bisa kita selesaikan di Desember 2026. Insya Allah, mudah-mudahan ini dimanfaatkan oleh masyarakat bersama-sama,” jelasnya.

Wakasal juga membuka peluang kolaborasi lanjutan antara pemerintah, TNI, dan sektor swasta dalam menangani berbagai persoalan infrastruktur yang masih dihadapi masyarakat.

Menurut Edwin, sinergi lintas sektor menjadi salah satu kunci untuk mempercepat penyelesaian dampak bencana sekaligus memenuhi kebutuhan pembangunan infrastruktur masyarakat.

“Jadi ke depannya kita juga butuh masukan-masukan dari pihak pemerintah untuk kita kolaborasikan dengan pihak-pihak swasta. Mumpung kita bisa, kita bersama-sama menyelesaikan problem-problem dampak dari situasi yang ada, ataupun kita bisa membangun jembatan yang baru untuk kebutuhan masyarakat,” tandasnya.

Pembangunan Jembatan Gantung Leuwidinding kini menjadi harapan baru bagi warga di dua kecamatan. Jika target pengerjaan selama sekitar 105 hari berjalan sesuai rencana, akses penghubung yang sempat lumpuh akibat bencana itu diharapkan kembali berfungsi pada Desember 2026.

Bagikan Pelitasukabumi.id

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *