HUT Koperasi ke-79, Een Rukmini: Koperasi Sukabumi Lebih Kreatif dan Piawai Membaca Peluang

Wartawan Usep Mulyana

Pelitasukabumi.id – Koperasi tidak boleh hanya menjadi bagian dari catatan sejarah perekonomian masyarakat.

Di tengah perubahan teknologi dan pola bisnis yang semakin cepat, koperasi justru dituntut tampil lebih berani, kreatif dan mampu membaca peluang.

Semangat itulah yang ingin dibangun Dinas Koperasi, Usaha Mikro, Perindustrian dan Perdagangan (Diskumindag) Kota Sukabumi dalam momentum Hari Koperasi ke-79 tingkat Kota Sukabumi.

Kepala Diskumindag Kota Sukabumi, Een Rukmini, mengatakan tantangan zaman harus dijawab dengan keberanian untuk berubah.

Menurutnya, koperasi memiliki potensi besar untuk menjadi kekuatan ekonomi masyarakat apabila dikelola secara profesional dan terbuka terhadap inovasi.

“Pengurus dan pengawas koperasi harus terus berinovasi dan beradaptasi dengan perkembangan teknologi. Jangan sampai koperasi tertinggal oleh perubahan zaman,” ujar Een, Ahad (6/9/2026).

Bagi Een, era digital seharusnya tidak membuat koperasi kehilangan arah. Justru sebaliknya, perkembangan teknologi dapat menjadi jalan baru untuk memperluas pasar, meningkatkan pelayanan hingga memperkuat tata kelola organisasi.

Karena itu, ia mendorong para pengurus koperasi untuk terus meningkatkan kemampuan dan tidak takut mencoba pola-pola baru dalam mengembangkan usaha.

“Kita harus melihat perkembangan teknologi sebagai peluang. Koperasi harus bisa mengikuti perubahan agar semakin kuat dan mampu bersaing,” katanya.

Pesan tersebut disampaikan dalam puncak peringatan Hari Koperasi ke-79 yang berlangsung di Dekopinda Kota Sukabumi dan diikuti sekitar 1.000 peserta.

Wakil Wali Kota Sukabumi Bobby Maulana turut hadir sekaligus membuka kegiatan dan memberangkatkan peserta jalan santai serta gowes.

Semarak kegiatan juga diisi dengan pemberian santunan kepada anak yatim dan lansia serta pembagian hadiah dari para sponsor.

Baca Juga :  ‎Layanan Kemoterapi Berbasis BPJS Resmi Hadir di RSUD Bunut Sukabumi

Momentum tersebut semakin lengkap dengan keterlibatan pelaku UMKM. Sekitar 20 UMKM ikut memasarkan berbagai produk, mulai dari roti, dimsum, aneka kue hingga produk kerajinan.

Bagi Een, kehadiran UMKM dalam peringatan Hari Koperasi menunjukkan bahwa kekuatan ekonomi daerah tidak dapat dibangun sendiri-sendiri.

Koperasi dan UMKM harus menjadi bagian dari ekosistem yang saling menopang.

“Koperasi dan UMKM harus terus tumbuh bersama. Keduanya memiliki peran penting dalam memperkuat perekonomian masyarakat,” ujarnya.

Penguatan ekonomi masyarakat juga diarahkan melalui Koperasi Kelurahan Merah Putih (KKMP). Dalam kegiatan tersebut, KKMP ikut menghadirkan sejumlah kebutuhan masyarakat seperti beras, minyak goreng, telur dan terigu.

Een menjelaskan, pengembangan KKMP di Kota Sukabumi memiliki pola tersendiri karena tidak terdapat pemerintahan desa. Untuk itu, pengembangannya terus didorong melalui kolaborasi dengan gerakan koperasi dan Dekopinda.

“Di Kota Sukabumi tidak ada desa, sehingga Koperasi Kelurahan Merah Putih menjadi bagian dari gerakan koperasi yang terus kita dorong dan dikolaborasikan bersama Dekopinda,” jelasnya.

Menurut Een, masa depan koperasi sangat bergantung pada kemauan untuk bergerak maju.

Koperasi yang mau belajar, berinovasi dan memanfaatkan teknologi diyakini akan memiliki peluang lebih besar untuk berkembang serta memberikan manfaat nyata bagi anggotanya dan masyarakat.

Ia berharap Hari Koperasi ke-79 tidak berhenti sebagai perayaan tahunan, tetapi menjadi momentum untuk menyalakan kembali semangat seluruh insan koperasi di Kota Sukabumi.

“Dengan inovasi, kolaborasi dan pemanfaatan teknologi, koperasi harus semakin kuat dan mampu menjadi salah satu pilar kemandirian ekonomi masyarakat,” pungkas Een.

Bagikan Pelitasukabumi.id

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *