Ayep Zaki Dorong Gunungpuyuh BERGEMA Jadi Garda Terdepan Pelayanan Warga

Wartawan Usep Mulyana

Pelitasukabumi.id – Pemerintah Kota Sukabumi terus mendorong penguatan peran Rukun Tetangga (RT) dan Rukun Warga (RW) sebagai garda terdepan pelayanan masyarakat.

Peran tersebut dinilai strategis karena RT/RW menjadi struktur pemerintahan yang paling dekat dengan kehidupan warga.

Hal itu disampaikan Wali Kota Sukabumi H. Ayep Zaki saat membuka Bimbingan Teknis (Bimtek) Penguatan Kapasitas RT/RW dalam Pelayanan Administrasi Masyarakat dan Kolaborasi dengan Pemerintah di Rumah Perumahan (Ruper) Kelurahan Gunungpuyuh, Senin (24/8/2026).

Kegiatan yang diikuti sekitar 80 peserta tersebut dihadiri Camat Gunungpuyuh Widya Yudha Setiawan, Danramil Gunungpuyuh Kapt Inf. Mahmud, Lurah Gunungpuyuh Mamat, narasumber Dr. H. Asep Deni, serta para ketua RT dan RW se-Kelurahan Gunungpuyuh.

Dalam kesempatan tersebut, Ayep Zaki menegaskan bahwa RT dan RW memiliki posisi penting dalam struktur pemerintahan karena bersentuhan langsung dengan masyarakat.

“Kegiatan Bimtek bukan sekadar kegiatan rutin tahunan, tetapi menjadi momentum untuk menyatukan langkah antara masyarakat, RT/RW, kelurahan hingga pemerintah kota,” kata Ayep.

Dia menambahkan, bimtek ini sangat penting dan dilaksanakan setiap tahun. Hal ini menjadi bukti nyata bahwa RT dan RW merupakan bagian dari struktur pemerintahan di republik ini.

Karena itu, ia mengingatkan seluruh unsur pemerintahan dan kemasyarakatan agar tidak melakukan tindakan yang dapat memecah belah persatuan.

“Kita adalah satu kesatuan dalam menjalankan roda pemerintahan dan pelayanan kepada masyarakat. Melalui forum Bintek ini mari kita perkuat kebersamaan untuk bersama-sama membangun Kota Sukabumi,” katanya.

Orang nomor satu Pemkot Sukabumi itu juga menegaskan komitmennya memanfaatkan masa kepemimpinan secara maksimal untuk melakukan pembenahan Kota Sukabumi.

“Dalam memimpin Kota yang kita cintai ini, saya akan selalu mengedepankan prinsip kebenaran, kejujuran dan keadilan,” tuturnya.

Ia menyebut sejumlah persoalan mendasar masyarakat masih menjadi pekerjaan bersama, mulai dari stunting, kemiskinan, pengangguran, rumah dan lingkungan kumuh, penyandang disabilitas hingga kesejahteraan warga lanjut usia.

“Ini semua menjadi prioritas agar tidak ada warga yang tertinggal dalam pembangunan,” tegasnya.

Dalam konteks tersebut, Ayep meminta RT dan RW tidak hanya berfungsi dalam urusan administrasi kewilayahan, tetapi juga aktif menjadi penghubung antara kebutuhan masyarakat dengan kebijakan pemerintah.

Pemerintah Kota Sukabumi, lanjutnya, telah mengalokasikan anggaran sekitar Rp22 miliar untuk insentif RT, RW, guru ngaji, marbot dan berbagai lembaga lainnya.

Baca Juga :  DLH Kota Sukabumi Genjot Bank Sampah, Solusi Nyata Atasi Masalah Sampah Perkotaan

Anggaran tersebut bersumber dari pendapatan daerah, di antaranya Pajak Kendaraan Bermotor (PKB), Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) serta sumber pendapatan daerah lainnya.

Untuk itu, ia mengajak para RT dan RW ikut memberikan edukasi kepada masyarakat agar memenuhi kewajiban perpajakan.

“Saya memohon bantuan Bapak dan Ibu RT/RW untuk turut mendorong masyarakat agar taat membayar kewajiban PBB dan pajak lainnya,” ujarnya.

Kepatuhan masyarakat membayar pajak tambahnya, akan sangat membantu kita dalam membiayai program-program pembangunan.

Selain persoalan pendapatan daerah, pemerintah juga membuka peluang bagi masyarakat, khususnya generasi muda yang belum memperoleh pekerjaan, untuk mengikuti program Calon Pekerja Migran Indonesia (CPMI) melalui pelatihan di Balai P2MI.

Ayep menyampaikan pembiayaan program tersebut dapat dilakukan melalui kerja sama dengan perbankan dan dukungan pemerintah melalui skema Kredit Usaha Rakyat (KUR).

Menurutnya, program yang bersumber dari non-APBD tersebut diharapkan mampu menjangkau lebih banyak masyarakat dan membuka akses terhadap peluang ekonomi.

Di sisi lain, Ayep juga mengajak masyarakat Gunungpuyuh memperkuat kepedulian sosial melalui penyaluran infak, sedekah dan zakat melalui Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS), sehingga dapat membantu warga yang membutuhkan.

Sementara itu, Lurah Gunungpuyuh Mamat mengatakan penguatan kapasitas RT/RW diperlukan karena mereka merupakan ujung tombak pelayanan pemerintahan di tingkat paling bawah.

Bintek tersebut diarahkan untuk meningkatkan pemahaman RT/RW mengenai administrasi kewilayahan, pelayanan administrasi kependudukan, surat-menyurat serta membangun pola kolaborasi yang lebih efektif dengan pemerintah kelurahan maupun pemerintah kota.

“Melalui kegiatan ini kami ingin meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat agar cepat, tepat dan tidak berbelit,” ujarnya.

Mamat menambahkan, kegiatan tersebut sekaligus menjadi bagian dari komitmen Kelurahan Gunungpuyuh dalam mewujudkan konsep Gunungpuyuh BERGEMA, yakni Bersih, Efisien, Ramah, Gotong Royong, Edukasi, Mandiri dan Aspiratif.

Konsep tersebut diharapkan tidak berhenti sebagai slogan, tetapi diterapkan melalui kerja bersama antara pemerintah dan masyarakat.

Penguatan RT/RW juga diarahkan untuk menjaga kondusivitas wilayah, mempercepat penyampaian aspirasi masyarakat serta mendukung berbagai program pembangunan.

Dengan pelayanan yang semakin dekat, kolaborasi yang semakin kuat dan kepedulian masyarakat yang terus tumbuh, Gunungpuyuh diharapkan mampu menjadi salah satu wilayah yang ikut mempercepat terwujudnya Kota Sukabumi yang BERCAHAYA.

Bagikan Pelitasukabumi.id

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *