Faktor Keruntuhan Negara

Oleh: Lathief Abdallah (Pemerhati Agama, Sosial dan Kemasyarakatan)

Pelitasukabumi.id – Negara yang kuat ditopang oleh managemen pemerintahan yang benar yang sering disebut good government dan clean government, artinya pemerintahan dikelola dengan baik oleh orang-orang perofesional dan berintegritas serta dalam sistem yang bersih dari prilaku kolusi, korupsi dan manipulasi.

Dalam istilah politik kenegaraan, suatu negara atau bangsa bisa mengalami kegagalan (Failed State), kebangkrutan (Bankrupt State), bahkan keruntuhan (Collapsed State). Banyak faktor penyebabnya dari mulai peperangan bencana alam, termasuk buruknya managemen dan rusaknya budaya.

Islam secara spiritual menyoroti faktor penyebab sebuah bangsa dapat mengalami kegagalan, kebangkrutan dan hingga keruntuhan akibat buruknya managemen dan rusaknya budaya:

Pertama. Apabila suatu urusan pemerintahan ditangani bukan oleh ahlinya. Urusan berbangsa dan bernegara yang begitu rumit membutuhkan orang amanah; profesional dan berintegritas. Bila jabatan dipengang berdasar nepotisme bukan profesionalisme, dibagi karena balas budi bukan berdasar ahli, maka kehancuran akan dialami.

Rasulullah SAW. bersabda, “Jika amanat telah disia-siakan, tunggu saja kehancuran terjadi.” Ada seorang sahabat bertanya; ‘bagaimana maksud amanat disia-siakan? ‘ Nabi menjawab; “Jika urusan diserahkan bukan kepada ahlinya, maka tunggulah kehancuran itu.” [HR.Bukhari]

Kedua. Bila penegakan hukum tidak adil. Hukum dijualbelikan sesuai dengan pesanan dan kekuasaan. Sehingga hukum tajam kebawah tumpul ke atas, lemah pada yang berkuasa, tegas pada rakyat jelata. Apalagi bila antar penegak hukum saling sandra atau berkongsi untuk sebuah manipulasi.

Dari ‘Urwah bin Zubair, ia mengatakan Bani Mahzum berusaha melobi Rasulullah agar seorang keluarga mereka yang terbukti mencuri dibebaskan dari tuntutan hudud. Mereka siap membayar dengan harta berapun yang diminta. Nabi menolak dengan keras. Lalu beliau naik mimbar seraya berkhutbah

“ Wahai manusia, sesungguhnya yang membinasakan orang-orang sebelum kalian adalah jika ada orang yang mulia (memiliki kedudukan) di antara mereka mencuri, maka mereka biarkanny (tidak dihukum), namun jika yang mencuri adalah orang yang lemah (rakyat biasa), maka mereka menegakkan hukum atas orang tersebut. Demi Allah, sungguh jika Fatimah binti Muhammad mencuri, aku sendiri yang akan memotong tangannya’” [HR. Bukhari]

Baca Juga :  Pendaftaran Tanah Ulayat Wujudkan Arahan Presiden Prabowo dalam Pengelolaan Tanah dan Ruang yang Berkeadilan dan Berkelanjutan

Ketiga. Bila para elit penguasa berprilaku korup, hura-hura, hedonis dan egois, mementingkan kepentingan pribadi dan golongan. Mereka tidak peduli masa depan bangsa dan generasi, tak hirau dengan kelestarian alam dan lingkungan. Mereka tak perhatian kepada rakyat kecuali hanya pencitraan. Mereka bisa menjual diri ke oligarki, menyerahkan kekayaan alam ke para imprelais kapitalis dengan berbagai modus asal mereka kenyang dan kelompoknya senang.

“Dan jika Kami hendak membinasakan suatu negeri, maka Kami perintahkan kepada orang-orang yang hidup mewah di negeri itu (supaya mentaati Allah) tetapi mereka melakukan kedurhakaan dalam negeri itu, maka sudah sepantasnya berlaku terhadapnya perkataan (ketentuan Kami), kemudian Kami hancurkan negeri itu [QS. Al.Isra (17):16]

Keempat. Bila amar maruf nahi munkar ditinggalkan. Umat hanya berpikir individualis, tak peduli keadaan lingkungan dan negara. Kaum cerdik cendikiawan mendai corong kekuasaan, mereka yang seharusnya menjadi wakil rakyat malah menjadi penjilat, para ulama hanya menjadi stempel penguasa. Maka kerusakan negara akan menimpa semua kalangan

“Dan peliharalah dirimu dari siksaan yang tidak hanya menimpa orang-orang yang zalim saja di antara kalian. Dan ketahuilah bahwa Allah amat keras siksaan-Nya.” [QS. Al-Anfal (8): 25]

Demi Dzat yang jiwaku ada di tangan-Nya, hendaknya kalian betul-betul melaksanakan amar ma’ruf nahi mungkar atau (jika kalian tidak melaksanakan hal itu) maka sungguh Allah akan mengirim kepada kalian siksa dari-Nya kemudian kalian berdoa kepada-Nya (agar supaya dihindarkan dari siksa tersebut) akan tetapi Allah SWT tidak mengabulkan do’a kalian. [HR Ahmad dan at-Tirmidzi]

Berharap bangsa kita terhindar dari semua penyebab kehancuran tersebut. Jika banyak mismanagement dan sistem korup, segera berbenah!

Bagikan Pelitasukabumi.id

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *