Timbunan Sampah ke TPA Cikundul Masih 132 Ton per Hari, DLH Kota Sukabumi Pacu Pengurangan dari Sumber

Wartawan: Iyus Firdaus

Pelitasukabumi.id – Tempat Pembuangan Akhir (TPA) di Kota Sukabumi masih menerima sekitar 132 ton sampah setiap hari. Kondisi tersebut mendorong Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Sukabumi terus memperkuat berbagai strategi agar volume sampah yang dikirim ke TPA dapat ditekan dan usia operasionalnya semakin panjang.

Kepala Bidang Pengelolaan Sampah, Limbah B3, dan Peningkatan Peran Serta Masyarakat DLH Kota Sukabumi, Yanto Arisdiyanto, mengatakan produksi sampah harian di Kota Sukabumi diperkirakan mencapai sekitar 190 ton.

Namun sebagian di antaranya sudah berhasil ditangani melalui pemilahan dan pengolahan di tingkat masyarakat sehingga tidak seluruhnya berakhir di TPA.

Menurut Yanto, upaya paling efektif untuk mengurangi beban TPA adalah dengan menyelesaikan persoalan sampah sejak dari rumah tangga.

Karena itu, DLH terus mengedukasi masyarakat agar membiasakan memilah sampah organik dan anorganik sebelum dibuang.

“Persoalan sampah harus diselesaikan dari hulunya. Karena itu kami terus melakukan edukasi agar masyarakat mulai memilah sampah sejak dari rumah,” katanya saat ditemui di ruang kerjanya, Senin (27/7/2026).

Selain edukasi, DLH memperluas berbagai fasilitas pengolahan sampah. Sampah organik diarahkan ke rumah maggot maupun diolah melalui biopori menjadi kompos, sedangkan sampah anorganik disalurkan ke bank sampah dan mitra daur ulang.

Baca Juga :  Serahkan 811 Sertipikat Konsolidasi Tanah di Parangtritis, Menteri ATR/Kepala BPN: Manfaatkan, Gunakan Sebaik-baiknya

Fasilitas Tempat Pengolahan Sampah Reduce-Reuse-Recycle (TPS3R) juga terus dioptimalkan dengan dukungan teknologi RDF dan pirolisis agar jumlah residu yang masuk ke TPA semakin berkurang.

Di sisi lain, pemerintah secara bertahap menghapus Tempat Pembuangan Sampah (TPS) yang berada di sepanjang jalan protokol.

Kebijakan tersebut diiringi sosialisasi kepada masyarakat agar tidak lagi membuang sampah di titik-titik yang selama ini menjadi lokasi penumpukan.

Bekas lokasi TPS kemudian ditata menjadi ruang yang lebih produktif, mulai dari taman sederhana hingga area penghijauan, sebagai langkah mencegah munculnya kembali kebiasaan membuang sampah sembarangan.

Meski demikian, persoalan pembuangan sampah liar masih menjadi tantangan. DLH berencana memperkuat pengawasan melalui pemasangan CCTV di sejumlah titik rawan bersama Dinas Perhubungan apabila dukungan anggaran memungkinkan.

Yanto menegaskan, keberhasilan menekan timbunan sampah tidak dapat mengandalkan pemerintah semata. Peran masyarakat menjadi faktor utama agar volume sampah yang dikirim ke TPA terus menurun dari waktu ke waktu.

DLH juga mengajak masyarakat memanfaatkan layanan pengaduan untuk melaporkan persoalan persampahan sehingga penanganan dapat dilakukan lebih cepat dan tepat.

Bagikan Pelitasukabumi.id

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *