Betonisasi Jalan Perana Resmi Dimulai, DPUTR Kota Sukabumi Kebut Penyelesaian Proyek Rp2,17 Miliar

Wartawan Usep Mulyana

Pelitasukabumi.id – Pemerintah Kota Sukabumi mulai merealisasikan pembangunan betonisasi Jalan Perana sebagai bagian dari upaya peningkatan kualitas infrastruktur jalan dan kelancaran mobilitas masyarakat.

Proyek yang dikerjakan Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (DPUTR) Kota Sukabumi tersebut ditargetkan selesai dalam waktu maksimal 120 hari kalender.

Kepala Bidang Bina Marga DPUTR Kota Sukabumi, Hendri Yoswara, mengatakan ruas jalan yang dibeton memiliki panjang sekitar 665 meter, dimulai dari kawasan Jalan Siliwangi hingga STA 665.

Kondisi lebar jalan yang bervariasi antara empat hingga enam meter menjadi pertimbangan dalam pelaksanaan pekerjaan di lapangan.

Menurut Hendri, konstruksi yang digunakan dirancang agar memiliki daya tahan lebih baik dibanding perbaikan konvensional.

Jalan akan menggunakan lapisan lean concrete setebal lima sentimeter sebagai pondasi, kemudian dilapisi beton utama dengan ketebalan 20 sentimeter sehingga mampu menopang beban kendaraan dalam jangka panjang.

“Target penyelesaian sesuai kontrak adalah 120 hari kalender. Namun penyedia jasa berupaya mempercepat proses pekerjaan melalui metode fast track dengan penggunaan bahan aditif khusus tanpa mengurangi mutu konstruksi,” ujarnya, Jumat (17/7/2026).

Proyek tersebut dikerjakan oleh CV Makmur Sentosa dengan pengawasan konsultan Grandy and Friend. Nilai kontrak pembangunan mencapai sekitar Rp2,176 miliar.

Selama proses pembangunan, DPUTR telah berkoordinasi dengan warga sekitar, khususnya penghuni Perumahan Prana yang terdampak penutupan akses jalan.

Selama masa pengecoran yang diperkirakan berlangsung sekitar dua pekan, kendaraan warga akan tetap dapat melintas melalui sistem buka-tutup sesuai kesepakatan bersama antara pelaksana proyek dan masyarakat.

Baca Juga :  ‎Ayep Tegaskan Laju Percepatan Pembangunan Kota Sukabumi Butuh Penguatan Fiskal

Selain memastikan pekerjaan berjalan sesuai spesifikasi teknis, pemerintah juga menyiapkan rekayasa lalu lintas untuk mengurangi dampak terhadap aktivitas warga.

Jalur alternatif dan pengaturan kendaraan disiapkan agar mobilitas tetap berjalan selama proses konstruksi berlangsung.

Dalam kegiatan sosialisasi proyek, Anggota DPRD Kota Sukabumi Fraksi PKS, Ahmad Farid, menyebut Jalan Perana merupakan salah satu jalur penghubung penting dari kawasan Ciaul, Taman Asri hingga Ciaul Pasir menuju pusat Kota Sukabumi.

Selama bertahun-tahun kondisi jalan tersebut mengalami kerusakan dan menjadi keluhan masyarakat.

Ia menilai pembangunan dengan konstruksi beton merupakan solusi yang lebih tepat dibandingkan penanganan tambal sulam yang selama ini dilakukan.

“Alhamdulillah, aspirasi masyarakat akhirnya diwujudkan. Dengan konstruksi beton, kami berharap kualitas jalan jauh lebih baik dan usia layanannya lebih panjang,” katanya.

Ahmad Farid juga menyampaikan harapan masyarakat agar pembangunan tidak hanya berhenti pada perbaikan badan jalan, tetapi turut dilengkapi fasilitas penerangan jalan umum (PJU) demi meningkatkan keamanan pengguna jalan pada malam hari.

Ia memastikan akan terus mengawal pelaksanaan proyek hingga selesai agar kualitas pekerjaan sesuai dengan standar yang telah ditetapkan.
Sementara itu, warga menyambut positif dimulainya pembangunan Jalan Perana.

Mereka berharap proyek dapat diselesaikan lebih cepat dari target sehingga akses transportasi menjadi lebih lancar, kemacetan berkurang, serta mampu mendorong aktivitas ekonomi masyarakat di kawasan tersebut.

Bagikan Pelitasukabumi.id

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *