Wartawan Usep Mulyana
Pelitasukabumi.id – Dinamika yang terjadi di tingkat pusat terkait Badan Gizi Nasional (BGN) tidak memengaruhi pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kota Sukabumi.
Hingga saat ini, seluruh layanan program tetap berjalan dan penerima manfaat masih mendapatkan pelayanan sebagaimana biasa.
Koordinator Wilayah MBG Kota Sukabumi, Septo Suharyanto, mengatakan operasional dapur MBG di Kota Sukabumi tetap berlangsung normal.
Menurutnya, sebanyak 55 dapur yang tersebar di berbagai wilayah masih aktif menjalankan tugasnya menyediakan makanan bergizi bagi para penerima manfaat.
Septo menegaskan pihaknya tidak ingin berspekulasi terkait persoalan yang sedang ditangani di tingkat pusat. Fokus utama saat ini adalah memastikan program di daerah tetap berjalan sesuai aturan dan target yang telah ditetapkan.
Di sisi lain, ia menjelaskan bahwa sejumlah dapur yang sebelumnya sempat dihentikan sementara operasionalnya tidak berkaitan dengan kasus yang terjadi di BGN.
Penghentian sementara tersebut disebabkan oleh belum terpenuhinya persyaratan teknis, khususnya terkait Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL).
Dari 11 dapur yang sempat berstatus suspend, sebagian besar kini telah kembali beroperasi setelah melakukan perbaikan dan memenuhi ketentuan yang dipersyaratkan.
Saat ini hanya tiga dapur yang masih menjalani proses penyelesaian administrasi dan teknis.
Selain persoalan teknis, Septo mengakui sempat terjadi keterlambatan pencairan dana operasional akibat proses penyesuaian manajemen di tingkat pusat.
Namun kondisi tersebut tidak berlangsung lama karena dana operasional telah kembali disalurkan sehingga aktivitas dapur dapat berjalan normal.
Sementara itu, Kepala Satgas Percepatan Penyelenggaraan Program (P3) MBG Kota Sukabumi, Taufik Hidayah, menegaskan pentingnya memperkuat komunikasi dan koordinasi antarpenyelenggara program di daerah.
Karena itu, dalam waktu dekat pihaknya akan menggelar rapat koordinasi yang melibatkan seluruh unsur pelaksana MBG.
Rapat tersebut akan menghadirkan Kantor Pelayanan Pemenuhan Gizi (KPPG) Bogor sebagai leading sector, Korwil MBG Kota Sukabumi, para Koordinator Kecamatan MBG, hingga Kepala Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) se-Kota Sukabumi.
Menurut Taufik, forum tersebut tidak hanya membahas evaluasi pelaksanaan program, tetapi juga menyikapi berbagai perkembangan terbaru yang berkaitan dengan penyelenggaraan MBG secara nasional.
Selain itu, agenda tersebut menjadi langkah awal pengenalan kepengurusan baru Satgas P3 MBG kepada seluruh pelaksana program di lapangan.
Ia berharap keberadaan Satgas P3 dapat menjadi jembatan koordinasi antarlembaga sehingga setiap kendala yang muncul dapat segera ditangani.
Dengan sinergi yang kuat, program unggulan pemerintah tersebut diharapkan terus berjalan optimal dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
“Kami ingin memastikan seluruh pihak yang terlibat memiliki pemahaman dan langkah yang sama agar pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis di Kota Sukabumi tetap berjalan lancar, tepat sasaran, dan berkelanjutan,” pungkasnya.

