Jamkrindo Dorong Pemberdayaan Masyarakat dan Pelestarian Lingkungan di Raja Ampat

Pelitasukabumi.id – PT Jaminan Kredit Indonesia (Jamkrindo) kembali menunjukkan komitmennya dalam mendukung pemberdayaan masyarakat melalui partisipasi dalam Program Kolaborasi Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) BUMN Tahap II di Kepulauan Raja Ampat, Papua Barat Daya.

Program yang dilaksanakan pada 22–24 April 2026 ini melibatkan 15 BUMN sebagai bentuk sinergi untuk menghadirkan dampak sosial, ekonomi, dan lingkungan yang lebih luas dan berkelanjutan bagi masyarakat di wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T).

Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya Jamkrindo dalam mendukung pembangunan berkelanjutan, khususnya di daerah dengan tantangan aksesibilitas tinggi seperti Raja Ampat.

Melalui pendekatan kolaboratif, program ini diarahkan untuk memperkuat kemandirian masyarakat berbasis potensi lokal sekaligus meningkatkan kualitas hidup secara menyeluruh di Kampung Mutus dan Kampung Manyaifun.

Dalam peresmian program, Direktur Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) BP BUMN, Edi Eko Cahyono, menegaskan bahwa kolaborasi antar-BUMN merupakan langkah strategis untuk meningkatkan efektivitas pelaksanaan TJSL.

Pendekatan multi-intervensi ini diharapkan menjadi model program yang lebih terintegrasi, terukur, dan dapat direplikasi di berbagai wilayah Indonesia. Ia juga menekankan pentingnya penguatan monitoring dan evaluasi agar program memberikan dampak yang berkelanjutan bagi masyarakat.

Sementara itu, Plt Sekretaris Perusahaan Jamkrindo, Agustinus Handoko, menyampaikan bahwa keterlibatan perusahaan dalam program ini merupakan wujud komitmen untuk memberikan nilai tambah bagi masyarakat.

Baca Juga :  Ekskavasi Gunung Tangkil Ungkap Jejak Megalitikum, BRIN Siapkan Observasi Lanjutan

“Jamkrindo tidak hanya berfokus pada bisnis penjaminan kredit, tetapi juga aktif berkontribusi dalam pembangunan sosial dan lingkungan melalui program TJSL,” kata Augustinus, Kamis (30/4/2026).

Program ini berfokus pada pemberdayaan masyarakat melalui penguatan kapasitas kelompok konservasi, pelatihan dan sertifikasi selam, serta pendampingan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes).

Upaya ini mendorong peningkatan kemampuan pengelolaan usaha lokal dan memperkuat kemandirian ekonomi masyarakat di wilayah pesisir.

Dampak dari program ini cukup signifikan, dengan peningkatan kapasitas usaha serta kenaikan pendapatan masyarakat hingga sekitar 87,5%.

Hal ini menunjukkan bahwa pendekatan berbasis potensi lokal dan pendampingan berkelanjutan mampu memberikan hasil nyata bagi kesejahteraan warga.

Selain aspek ekonomi, program ini juga menyentuh pelestarian lingkungan melalui penanaman 2.000 bibit mangrove dan rehabilitasi terumbu karang dengan 650 fragmen karang di area sekitar 225 meter persegi.

Kegiatan ini juga disertai edukasi lingkungan kepada masyarakat dan pelajar untuk meningkatkan kesadaran menjaga ekosistem pesisir.

Di sisi sosial, program ini turut meningkatkan akses layanan dasar dengan penyediaan listrik bagi total 178 rumah di dua kampung tersebut, serta renovasi fasilitas pendidikan di SD YPK Effata Mutus, SMPN 11 Raja Ampat, dan sarana ibadah.

“Upaya ini memberikan manfaat langsung bagi ratusan warga serta mendukung peningkatan kualitas hidup masyarakat setempat,” pungkasnya.

Bagikan Pelitasukabumi.id

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *