Pembangunan Jalan Desa Kutasirna Buka Akses Ekonomi Warga hingga Pasar Luar Daerah

Wartawan Iyus Firdaus

Pelitasukabumi.id – Pembangunan infrastruktur di Desa Kutasirna, Kecamatan Cisaat, Kabupaten Sukabumi, tidak sekadar diarahkan untuk memperbaiki kondisi jalan lingkungan.

Lebih dari itu, pembangunan tersebut menjadi bagian dari upaya membuka akses ekonomi masyarakat agar hasil produksi desa semakin mudah bergerak menuju pasar yang lebih luas.

Bendahara Desa Kutasirna, Azis Dwi Julianto atau yang akrab disapa Ajo, mengatakan salah satu pembangunan infrastruktur tahun 2026 berada di Kampung Kotasirna, RT 08/RW 03.

Ruas jalan yang dibangun memiliki panjang sekitar 470 meter dengan lebar 2,5 meter. Jalan tersebut menggunakan konstruksi beton yang kemudian dilapisi aspal atau hotmix.

“Ruas tersebut menggunakan konstruksi jalan beton yang kemudian dilapisi aspal atau hotmix,” ujar Ajo, Kamis (1/10/2026).

Selain pembangunan jalan, Pemdes Kutasirna juga mengalokasikan anggaran untuk pembangunan Tembok Penahan Tanah (TPT) di Kampung Cirenged, RT 16/RW 06 atau wilayah RW 05.

Infrastruktur tersebut dibangun untuk memperkuat dan menunjang akses jalan lingkungan.

Kedua pembangunan tersebut bersumber dari Dana Desa (DD) Tahun Anggaran 2026.

Menurut Ajo, keberadaan infrastruktur yang memadai memiliki kaitan erat dengan aktivitas ekonomi masyarakat.

Jalan yang lebih baik akan mempermudah mobilitas warga sekaligus memperlancar distribusi barang dan jasa dari sentra produksi desa menuju pasar.

Salah satu sektor yang kini berkembang adalah industri makanan rumahan.

Masyarakat yang sebelumnya banyak menggeluti kerajinan anyaman bambu mulai beralih mengembangkan berbagai produk makanan ringan, di antaranya tiktak, sukro hingga olahan sayuran.

Sedikitnya terdapat empat sentra atau pabrik tiktak di wilayah tersebut. Setiap unit usaha rata-rata mempekerjakan sekitar 25 orang yang sebagian besar merupakan ibu rumah tangga.

Baca Juga :  DPRD Sukabumi Sahkan Dua Raperda Prakarsa tentang Lingkungan dan Penanggulangan Kebakaran

Artinya, aktivitas industri rumahan tersebut sedikitnya telah membuka lapangan pekerjaan bagi sekitar 100 warga.

Tak hanya industri makanan, geliat ekonomi masyarakat juga ditopang sektor pertanian dan perikanan.

Komoditas sayuran menjadi salah satu hasil pertanian yang dikembangkan, sedangkan di sektor perikanan terdapat sekitar lima kelompok pembudidaya ikan.

Hasil produksi warga bahkan telah menembus pasar di luar wilayah desa. Sebagian hasil pertanian dan perikanan dipasarkan hingga kawasan industri serta daerah lain, termasuk Jakarta dan Cikarang.

Kondisi itu membuat pembangunan infrastruktur jalan memiliki peran strategis.

Jalan tidak hanya menjadi sarana mobilitas masyarakat, tetapi juga menjadi penghubung antara sentra produksi dengan konsumen dan pasar.

Desa Kutasirna terdiri atas 18 RT dan enam RW yang tersebar di tiga dusun, yakni Dusun Babakan Jampang, Dusun Kotasirna dan Dusun Cirenged.

Berdasarkan pendataan terakhir, jumlah penduduk desa tersebut tercatat lebih dari 6.000 jiwa.

Dengan potensi ekonomi yang dimiliki, pembangunan infrastruktur diharapkan memberikan dampak yang lebih luas bagi masyarakat.

Perbaikan jalan diharapkan mampu mengurangi hambatan distribusi, memperlancar aktivitas usaha sekaligus memperkuat rantai ekonomi yang tumbuh dari desa.

Bagi masyarakat Kutasirna, jalan yang semakin baik bukan hanya berarti akses perjalanan yang lebih nyaman.

Infrastruktur tersebut juga menjadi jalur penting untuk membawa hasil produksi warga keluar dari desa dan menjangkau pasar yang lebih luas.

Dengan demikian, pembangunan infrastruktur desa diharapkan dapat berjalan seiring dengan penguatan ekonomi masyarakat, sehingga manfaat Dana Desa tidak hanya terlihat dari perubahan fisik, tetapi juga terasa dalam aktivitas usaha dan peningkatan kesempatan kerja warga.

Bagikan Pelitasukabumi.id

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *