Khutbah Jum’at “MAKNA ISLAM RAHMATAN LIL ‘ALAMIN”

Oleh:Lathief Ab.
(Pengasuh Pondok Baitul Hamdi)

السَّلَامُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ

الْحَمْدُ للهِ الَّذِي جَعَلَنَا وَإِيَّاكُمْ مِنْ عِبَادِهِ الصَّالِحِينَ، أَشْهَدُ أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا اللهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيكَ لَهُ الْمَلِكُ الْحَقُّ الْمُبِينُ،
اَلْقَائِلُ فِي كِتَابِهِ الْكَرِيمِ “وَمَا أَرْسَلْنَاكَ إِلاَّ رَحْمَةً لِلْعَالَمِينَ”
اللَّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ وَبَارِكْ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ أَجْمَعِينَ، أَمَّا بَعْدُ

فَيَا عِبَادَ اللهِ أُوصِيكُمْ وَإِيَّايَ بِتَقْوَى اللهِ وَطَاعَتِهِ وَاعْلَمُوْا أَنَّ الْجَنَّةَ أُعِدَّتْ لِلْمُتَّقِينَ

Alhamdulillah, Allah SWT masih berikan nikmat yang tiada tara, terutama nikmat iman dan Islam. Shalawat dan salam semoga senantiasa tercurah kepada baginda Nabi Muhammad SAW.

Bertakwalah kepada Allah, di mana saja dan kapan saja. Sungguh ketakwaan akan menentukan derajat kita di sisi Allah SWT. Ketakwaan pula yang akan mendekatkan pertolongan Allah kepada kita.

Hadirin Sidang Jumat Rahimakumullah.

Rabiul Awal adalah bulan kelahiran Nabi Muhamad SAW, hakikatnya adalah kelahiran Risalah Islam yang membawa Rahmat untuk seluruh alam

Allah SWT menegaskan dalam Q.S al Anbiya ayat 107;

وَمَا أَرْسَلْنَاكَ إِلاَّ رَحْمَةً لِلْعَالَمِينَ

“Tidaklah Kami mengutus engkau (Muhammad) melainkan sebagai rahmat bagi seluruh alam”.

Ayat tersebut menjelasakan misi yang dibawa Nabi Muhammad yaitu pembawa rahmatan lil alamin, rahmat bagi seluruh alam.

Namun saat ini ada penggeseran bahkan penyesatan makna rahmatan lil ‘alamain. Ia diartikan sebagai islam toleran dengan segala perbedaan. Dimaknai bahwa Islam menyesuaikan dengan budaya lokal, menghargai pluralisme yaitu faham membenarkan semua agama, bahkan sinkritisme, mencampuradukan agama. Kita saksiakan berkedok rahamatan lil ‘alamin, ada yang melegalkan LGBT, salawatan di acara natalan, dsb. Makna tersebut jelas keliru dan menyestakan.

Hadirin Jama’ah Jum’at Rahimakumullah

Lalu, apa makna sebenarnya “rahmatan lil ‘alamin” itu? Membaca uraian para mufasir, ada tiga pengertian dari makna ‘rahmatan lil ‘alamin’ dalam ayat di atas;

Pertama. “Rahamatan lil alamin” bermakna bahwa nabi Muhammad SAW, membawa rahmat berupa hidayah (hidayat al irsyad wa al bayan) untuk seluruh manusia.

إِنَّمَا أَنَا رَحْمَةٌ مُهْدَاةٌ

“Sesungguhnya aku ini adalah rahmat yang dihadiahkan” (HR.Al Hakim)

Rasulullah adalah ramatun muhdatun (rahmat yang dihadiahkan) untuk seluruh manusia, hanya saja di antara manusia ada yang menerima dan ada yang menolak.

وَمَا أَرْسَلْنَاكَ يَا مُحَمَّدُ بِشَرِيعَةِ الْقُرْآنِ وَهَدْيِهِ وَأَحْكَامِهِ إِلَّا رَحْمَةً لِجَمِيعِ الْعَالَمِ مِنَ الْإِنْسِ وَالْجِنِّ فِي الدُّنْيَا وَالْآخِرَةِ، فَمَنْ قَبِلَ هَذِهِ الرَّحْمَةَ، وَشَكَرَ هَذِهِ النِّعْمَةَ، سَعِدَ فِي الدُّنْيَا وَالْآخِرَةِ، وَمَنْ رَدَّهَا وَجَحَدَهَا، خَسِرَ الدُّنْيَا وَالْآخِرَةَ.

“Dan tidaklah Kami mengutus engkau, wahai Muhammad, dengan membawa syariat Al-Qur’an, petunjuknya, dan hukum-hukumnya, melainkan sebagai rahmat bagi seluruh alam, baik dari golongan manusia maupun jin, di dunia maupun di akhirat. Maka barangsiapa yang menerima rahmat ini dan mensyukuri nikmat ini, niscaya ia akan bahagia di dunia dan di akhirat. Dan barangsiapa yang menolaknya dan mengingkarinya, maka ia akan rugi di dunia dan di akhirat.”
(Attasir Al Munir, DR. Wahbah Al Zuhaily, jilid 9:106)

Sebagaimana dalam hadits disebut permisalan apa yang dibawa nabi ibarat air hujan dari langit turun ke bumi dengan merata. Hanya saja ada tanah yang dapat menyerap air kemudian menumbuhkan berbagai tanaman yang bermanfaat bagi kehidupan, dan ada tanah yang keras bercadas air hujan di atasnya hanya berlalu saja.

Demikian juga manusia. Baik Abu Bakar ataupun Abu Jahal, Usman bin Affan maupun Abdullah bin Ubay, kepada mereka telah sampai hidayah Irsyad wal Bayan, petunjuk dan penuntun berupa al-Qur’an dan Rasulullah. Namun sebagiannya menerima dan yang lainnya menolak. Di Dunia saat ini dihuni oleh 7 miliyar manusia. Semua hidup pasca diutusnya Rasulullah, dan semua dihadiahi rahmat itu. Namun hanya sekitar 1,5 miliyar saja menerimanya.

Hadirin Jama’ah Jum’at Rahimakumullah..

Makna “rahmat lil ‘alamin” yang kedua adalah sebagai keutamaan bagi umat Nabi Muhammad SAW dengan ditiadakannya adzab is’tishal ( adzab yang memusnahkan ) bagi umatnya sebagaimana terjadi pada umat di masa nabi sebelumnya.

Puluhan bangsa di masa lalu hanya tinggal kisah dalam al Qur’an. Mereka yang membangkang para Rasul kemudian berakhir dengan teragis hingga bangsa itu punah secara keseluruhan. Sebagaimana kisah kaum Ad, Sadom, Aikah, Tsamudl dll. Tetapi karena rahmat yang di bawa oleh nabi Muhammad SAW, ummat beliau tidak mengalami kepunahan kendati perilaku pembangkangan, kebiadaban melebihi kaum sebelumnya.

Baca Juga :  Malam Nisfu Sya'ban Dikabulkan Do'a Diampuni Dosa

فَكَانَ رَحْمَةً لِلْعَالَمِينَ، حَتَّى الْكُفَّارُ رُحِمُوا بِهِ حَيْثُ أَخَّرَ عُقُوبَتَهُمْ وَلَمْ يَسْتَأْصِلْهُمْ بِالْعَذَابِ كَالْمَسْخِ وَالْخَسْفِ وَالْغَرَقِ .

Maka beliau menjadi rahmat bagi seluruh alam. Bahkan orang-orang kafir pun dirahmati dengan sebab beliau, yaitu dengan ditundanya azab untuk mereka. Allah tidak langsung membinasakan mereka dengan azab seperti pengubahan rupa, ditenggelamkan ke dalam bumi, dan ditenggelamkan ke laut.
(Shafwat At Tafsir, Ali Ashabuni, Jilid 2: 276)

Makna ‘Rahmatan lil alamin’ yang ketiga adalah bahwa seluruh syariat yang dibawa oleh Nabi Muhammad SAW. membawa kebaikan, kemaslahatan untuk seluruh manusia.

Imam Al Baidlôwi (w. 685 H) dalam tafsirnya menjelaskan Surat al-Anbiya ayat 107 di atas,

لِأَنَّ مَا بُعِثْتَ بِهِ سَبَبٌ لِإِسْعَادِهِمْ وَمُوْجِبُ لِصَلاَحِ مَعَاشِهِمْ وَمَعَادِهِمْ

“Karena sesungguhnya apa-apa (syari’at) yang engkau (Muhammad SAW) diutus dengannya adalah sebab bagi kebahagiaan dan kebaikan kehidupan (dunia) mereka dan kebaikan tempat kembali (akhirat) mereka”
(Tafsir al-Baidhawi (Anwarut Tanzil wa Asrarut Ta’wil) Jilid 4, Halaman 62.

Islam sebagai sistem hidup yang lengkap, menjawab segala persoalan, memberikan solusi atas setiap permasalahan dan mewujudkan kehidupan yang penuh berkah.

لِأَنَّ مَا بُعِثْتَ بِهِ سَبَبٌ لِإِسْعَادِهِمْ وَمُوْجِبُ لِصَلاَحِ مَعَاشِهِمْ وَمَعَادِهِمْ

Hai orang-orang beriman, penuhilah seruan Allâh dan seruan Rasul apabila Rasul menyeru kamu kepada suatu yang memberi kehidupan kepada kamu” (QS. Alanfal(8):24)

Sebagai contoh, saat Islam melarang minuman khomar maka akan terjaga kesehatan akal manusia. Islam melarang Zina dan menganjurkan nikah akan terjaga kelestarian generasi bangsa. Islam memerintahkan pakaian jilbab bagi wanita akan terjaga kehormatannya. ketika Islam mengharamkan riba akan terjaga kesetabilan ekonomi.

Sejarah mencatat, 12 abad syariat Islam diwujudkan sejak Nabi di Madinah, kemudian dilanjutkan dalam sistem kekhilafahan yang mengatur hampir 2/3 dunia telah menebar rahmat; kemuliaan, keadilan, kesejahteraan, keamanan dan kedamaian bagi seluruh manusia tanpa membedakan ras, suku, bangsa dan agama.

Hadirin Jamaah Jum’at Rahimakumullah

Demikianlah khutbah yang disampaikan. Semoga kita senantiasa berada dalam Rahmat Allah SWT. Amin Yrb

بَارَكَ اللهُ لِي وَلَكُمْ فِي الْقُرْآنِ الْعَظِيمِ وَنَفَعَنِي وَإِيَّاكُمْ
بِمَا فِيهِ مِنَ الْآيَاتِ وَالذِّكْرِ الْحَكِيمِ وَتَقَبَّلَ مِنِّي وَمِنْكُمْ
تِلَاوَتَهُ إِنَّهُ هُوَ السَّمِيعُ الْعَلِيمُ. أَقُولُ قَوْلِي هَذَا وَأَسْتَغْفِرُ اللهَ
الْعَظِيمَ لِي وَلَكُمْ وَلِسَائِرِ الْمُسْلِمِينَ وَالْمُسْلِمَاتِ وَالْمُؤْمِنِينَ
وَالْمُؤْمِنَاتِ فَاسْتَغْفِرُوهُ إِنَّهُ هُوَ الْغَفُورُ الرَّحِيمُ.

Khutbah Ke Dua

اَلْحَمْدُ للهِ عَلىَ إِحْسَانِهِ وَالشُّكْرُ لَهُ عَلىَ تَوْفِيْقِهِ وَاِمْتِنَانِهِ. وَأَشْهَدُ أَنْ لاَ اِلَهَ إِلاَّ اللهُ وَاللهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ وَأَشْهَدُ أنَّ سَيِّدَنَا مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ الدَّاعِى إلىَ رِضْوَانِهِ. اللهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وِعَلَى اَلِهِ وَأَصْحَابِهِ وَسَلِّمْ تَسْلِيْمًا كِثيْرًا أَمَّا بَعْدُ فَياَ اَيُّهَا النَّاسُ اِتَّقُوااللهَ فِيْمَا أَمَرَ وَانْتَهُوْا عَمَّا نَهَى وَاعْلَمُوْا أَنَّ اللهَ أَمَرَكُمْ بِأَمْرٍ بَدَأَ فِيْهِ بِنَفْسِهِ وَثَـنَى بِمَلآ ئِكَتِهِ بِقُدْسِهِ وَقَالَ تَعاَلَى إِنَّ اللهَ وَمَلآئِكَتَهُ يُصَلُّوْنَ عَلىَ النَّبِى يآ اَيُّهَا الَّذِيْنَ آمَنُوْا صَلُّوْا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوْا تَسْلِيْمًا.

اللهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلِّمْ وَعَلَى آلِ سَيِّدِناَ مُحَمَّدٍ وَعَلَى اَنْبِيآئِكَ وَرُسُلِكَ وَمَلآئِكَةِ اْلمُقَرَّبِيْنَ وَارْضَ اللّهُمَّ عَنِ اْلخُلَفَاءِ الرَّاشِدِيْنَ أَبِى بَكْرٍ وَعُمَر وَعُثْمَان وَعَلِى وَعَنْ بَقِيَّةِ الصَّحَابَةِ وَالتَّابِعِيْنَ وَتَابِعِي التَّابِعِيْنَ لَهُمْ بِاِحْسَانٍ اِلَىيَوْمِ الدِّيْنِ وَارْضَ عَنَّا مَعَهُمْ بِرَحْمَتِكَ يَا أَرْحَمَ الرَّاحِمِيْنَ

اَللَّهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُؤْمِنِيْنَ وَالْمُؤْمِنَاتِ وَالْمُسْلِمِيْنَ وَالْمُسْلِمَاتِ الأَحْيَاءِ مِنْهُمْ وَاْلأَمْوَاتِ إِنَّكَ سَمِيْعٌ قَرِيْبٌ مُجِيْبُ الدَّعَوَاتِ.
اَللهُمَّ أَعِزَّاْلإِسْلاَمَ وَالْمُسْلِمِيْنَ، وَأَذِلَّ الشِّرْكَ وَالْمُسْرِكِيْنَ، وَانْصُرْ عِبَادَكَ الْمُوَحِّدِيْنَ،
اَللّهُمَّ اجْعَلْ حَجَّنَا حَجًّا مَبْرُوْرًا وَسَعْيًا مَشْكُوْرًا وَذَنْبًا مَغْفُوْرًا وَعَمَلاً صَالِحًا مَقْبُوْلاً وَتِجَارَةً لَنْ تَبُوْرَ
رَبَّنَا ظَلَمْنَا أَنْفُسَنَا وَإِنْ لَمْ تَغْفِرْلَنَا وَتَرْحَمْنَا لَنَكُوْنَنَّ مِنَ الْخَاسِرِيْنَ،
رَبَّنَا آتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِي الْآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ
.عِبَادَاللهِ، إِنَّ اللهَ يَأْمُرُ بِالْعَدْلِ وَاْلإِحْسَانِ وَإِيْتَاءِ ذِى الْقُرْبَى وَيَنْهَى عَنِ الْفَحْشَاءِ وَالْمُنْكَرِ وَالْبَغْيِ يَعِظُكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُوْنَ فَاذْكُرُوْا اللهَ الْعَظِيْمَ يَذْكُرْكُمْ وَاشْكُرُواهُ عَلَى نِعَمِهِ يَزِدْكُمْ، وَلَذِكْرُاللهِ أَكْبَرُ

Bagikan Pelitasukabumi.id

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *