Wartawan Iyus Firdaus
Pelitasukabumi.id – Pengabdian panjang para aparatur sipil negara (ASN) di lingkungan Pemerintah Kabupaten Sukabumi mendapat apresiasi pada momentum Hari Jadi Kabupaten Sukabumi (HJKS) ke-156.
Sebanyak 156 Pegawai Negeri Sipil (PNS) dianugerahi tanda kehormatan Satyalancana Karya Satya dari Presiden Republik Indonesia.
Penghargaan tersebut diserahkan langsung oleh Bupati Sukabumi H. Asep Japar di Aula Sekretariat Daerah Kabupaten Sukabumi, Kamis, (10/9/2026).

Penghargaan itu diberikan kepada para PNS yang telah menunjukkan kesetiaan dan pengabdian dalam menjalankan tugas sebagai abdi negara.
Dari 156 penerima, enam orang menerima penghargaan atas pengabdian selama 30 tahun, lima orang selama 20 tahun, dan 145 orang untuk masa pengabdian 10 tahun.
Bagi Bupati Sukabumi H. Asep Japar, Satyalancana Karya Satya bukan hanya tanda penghargaan atas masa kerja.

Lebih dari itu, penghargaan tersebut harus menjadi sumber motivasi untuk terus meningkatkan dedikasi dan kualitas pengabdian kepada masyarakat.
Menurutnya, perjalanan panjang dalam birokrasi harus mampu melahirkan pengalaman, keteladanan, serta semangat baru untuk menghadapi tantangan pemerintahan yang semakin kompleks.
Karena itu, para penerima penghargaan diharapkan tidak menjadikan Satyalancana Karya Satya sebagai titik akhir sebuah pengabdian, tetapi sebagai pengingat bahwa tanggung jawab sebagai ASN masih terus berjalan.
“Bangun mentalitas baru yang positif, berintegritas, beretos kerja tinggi, dan mengedepankan sinergi serta kolaborasi,” ujar Asep Japar.
Ia menilai, birokrasi membutuhkan ASN yang tidak hanya mampu menjalankan tugas administratif, tetapi juga memiliki kepekaan terhadap persoalan masyarakat serta keberanian untuk terus melakukan inovasi.
Perubahan zaman, kata dia, menuntut ASN untuk terus belajar, beradaptasi, dan meningkatkan kemampuan agar pelayanan pemerintahan semakin cepat, tepat, dan responsif.
Bupati juga mengingatkan bahwa penghargaan atas pengabdian harus berbanding lurus dengan semangat memberikan pelayanan terbaik.
Sebab, keberadaan ASN pada hakikatnya adalah untuk memastikan masyarakat mendapatkan pelayanan yang layak dan berkualitas.
“Saya titip layani masyarakat sebaik mungkin. ASN harus lebih peka terhadap lingkungan. Berikan pelayanan terbaik. Perlihatkan kita sebagai pelayan masyarakat,” tegasnya.
Pesan tersebut menjadi penegasan bahwa semakin panjang masa pengabdian, semakin besar pula tanggung jawab yang melekat.
Pengalaman dan penghargaan yang diperoleh diharapkan dapat menjadi energi positif untuk membimbing generasi ASN berikutnya sekaligus memperkuat budaya kerja yang berintegritas.
Momentum HJKS ke-156 pun menjadi kesempatan untuk kembali meneguhkan semangat pengabdian.
Sebab, membangun Kabupaten Sukabumi tidak hanya membutuhkan program dan kebijakan, tetapi juga aparatur yang bekerja dengan hati, memiliki integritas, dan menempatkan kepentingan masyarakat sebagai tujuan utama.
Dengan demikian, Satyalancana Karya Satya bukan sekadar penghargaan atas masa lalu, melainkan juga menjadi motivasi untuk menorehkan pengabdian yang lebih baik di masa yang akan datang.

