Kelurahan Warudoyong Perkuat Satlinmas, PBB-P2 Tembus 68,29 Persen

Wartawan Iyus Firdaus

Pelitasukabumi.id – Kelurahan Warudoyong, Kecamatan Warudoyong, Kota Sukabumi, terus memperkuat peran masyarakat dalam mendukung program pemerintah, mulai dari penegakan nilai kebenaran, kejujuran dan keadilan hingga peningkatan kepatuhan terhadap kewajiban pajak.

Lurah Warudoyong, Nuke Nurulaini, mengatakan pihaknya berkomitmen menjalankan arahan Wali Kota Sukabumi dengan terus menyosialisasikan pentingnya kebenaran, kejujuran dan keadilan kepada masyarakat.

Menurutnya, tiga nilai tersebut harus menjadi landasan dalam menjalankan pemerintahan maupun kehidupan bermasyarakat.

“Kalau kita benar, adil, dan jujur, insyaAllah Allah akan menurunkan rahmat-Nya. Apapun yang kita lakukan akan lancar dan diberkati. Pihak kelurahan siap mendukung penuh apa pun konsekuensinya demi kebaikan,” ujar Nuke, Kamis (27/8/2026).

Selain penguatan nilai-nilai tersebut, Kelurahan Warudoyong juga tengah mengoptimalkan keberadaan Satuan Perlindungan Masyarakat atau Satlinmas.

Satlinmas tidak hanya diarahkan menjalankan ronda pada malam hari, tetapi juga memiliki peran dalam pengawasan lingkungan sepanjang hari.

Penguatan ini dilakukan dengan membangun koordinasi yang lebih erat bersama RT dan RW.

Nuke menjelaskan, Satlinmas diharapkan menjadi unsur terdepan dalam melakukan deteksi dini terhadap berbagai persoalan yang muncul di lingkungan masyarakat.

“Setiap potensi gangguan keamanan maupun permasalahan sosial diharapkan dapat segera dikoordinasikan dengan RT, RW dan pihak kelurahan,” ujarnya.

Namun, pengawasan tersebut tetap mengedepankan pendekatan persuasif dan kekeluargaan.

“Yang paling penting adalah kepedulian antartetangga. Kalau ada persoalan, jangan sampai dibiarkan. Kita cegah sejak dini dan diselesaikan secara kekeluargaan,” jelasnya.

Di sektor pendapatan daerah, kinerja Kelurahan Warudoyong juga menunjukkan perkembangan positif. Hingga Agustus 2026, realisasi Pajak Bumi dan Bangunan Perdesaan dan Perkotaan (PBB-P2) telah mencapai 68,29 persen.

Sementara itu, realisasi pembayaran piutang PBB-P2 tercatat sebesar 41,57 persen.

Capaian tersebut masih terus dikejar agar dapat mencapai hasil maksimal pada September mendatang.

Baca Juga :  ‎Wali Kota Apresiasi Opsgab Samsat, Imbau Warga Sukabumi Taat Pajak Kendaraan

Optimisme itu bukan tanpa alasan, mengingat pada tahun sebelumnya Kelurahan Warudoyong berhasil meraih Juara II tingkat Kota Sukabumi dalam capaian PBB-P2.

Selain PBB-P2, kelurahan juga ikut mendorong peningkatan kepatuhan masyarakat terhadap pajak kendaraan melalui skema opsen.

Penyisiran dilakukan secara persuasif, termasuk menyasar pemilik kendaraan roda dua yang berada di lingkungan perusahaan maupun pabrik yang diketahui belum memenuhi kewajiban pajaknya.

“Untuk opsen, kita lakukan pendekatan secara persuasif. Kita sisir warga yang memiliki kendaraan, terutama di lingkungan perusahaan dan pabrik, agar kewajiban pajaknya bisa diselesaikan,” ungkap Nuke.

Sementara di bidang lingkungan, Kelurahan Warudoyong mulai mengembangkan pengelolaan sampah berbasis masyarakat. Salah satu RW dijadikan pilot project pemilahan sampah organik dengan memanfaatkan media maggot.

Sampah plastik yang masih memiliki nilai ekonomis diarahkan untuk disalurkan melalui Bank Sampah.

Langkah tersebut diharapkan mampu mengurangi volume sampah sekaligus meningkatkan kesadaran warga dalam memilah sampah sejak dari sumbernya.

Program pemberdayaan masyarakat juga menyasar sektor ketenagakerjaan. Sosialisasi pelatihan bagi calon pekerja migran Indonesia atau CPMI terus dilakukan secara bertahap untuk membuka peluang kerja sekaligus meningkatkan kesiapan warga sebelum bekerja ke luar negeri.

Tak hanya itu, Kelurahan Warudoyong turut menyosialisasikan program Baznas melalui gerakan infak Rp1.000 per minggu.

Program tersebut diperkenalkan secara bertahap kepada masyarakat sebagai bentuk pembiasaan bersedekah sekaligus membangun kepedulian sosial.

Nuke menegaskan, seluruh program tersebut membutuhkan keterlibatan masyarakat. Kelurahan tidak dapat bekerja sendiri tanpa dukungan RT, RW, Satlinmas dan seluruh elemen warga.

“Semua program akan lebih kuat kalau masyarakat ikut bergerak. Kita ingin Warudoyong bukan hanya tertib dalam administrasi, tetapi juga kuat dalam kepedulian, keamanan, lingkungan dan kesejahteraan warganya,” pungkasnya.

Bagikan Pelitasukabumi.id

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *