Di UMMI, Heri Gunawan Paparkan Fungsi DPR dan Pentingnya Kritik Berbasis Data

Wartawan Usep Mulyana

Pelitasukabumi.id – Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia, Heri Gunawan, hadir sebagai dosen praktisi di Universitas Muhammadiyah Sukabumi dalam kegiatan bertajuk check and balance terhadap kebijakan pemerintah, Sabtu (2/5/2026).

Kegiatan ini menjadi ruang dialog antara legislatif dan mahasiswa terkait peran DPR dalam sistem pemerintahan.

Dalam kuliahnya, Heri memaparkan proses menjadi anggota DPR serta menjelaskan kedudukan dan peran lembaga legislatif dalam struktur ketatanegaraan Indonesia.

Ia menilai pemahaman tersebut penting agar mahasiswa tidak hanya mengetahui teori, tetapi juga realitas praktik politik di lapangan.

Ia menjelaskan bahwa DPR memiliki tiga fungsi utama, yakni legislasi, penganggaran, dan pengawasan. Fungsi-fungsi ini dijalankan untuk memastikan setiap kebijakan pemerintah tetap berada pada koridor kepentingan rakyat.

Menurutnya, pelaksanaan kebijakan berada di tangan pemerintah melalui para menteri sebagai pembantu presiden.

Baca Juga :  Pendaftaran Tanah Ulayat Wujudkan Arahan Presiden Prabowo dalam Pengelolaan Tanah dan Ruang yang Berkeadilan dan Berkelanjutan

Ia menegaskan bahwa menteri tidak memiliki visi misi sendiri, melainkan menjalankan visi misi presiden yang diterjemahkan dalam program kementerian dan lembaga.

Heri menambahkan, DPR berperan sejak tahap awal melalui fungsi penganggaran hingga pengawasan terhadap implementasi kebijakan. Selain itu, DPR juga berwenang dalam pembentukan undang-undang sebagai bagian dari fungsi legislasi.

Dalam kesempatan tersebut, ia mengajak mahasiswa untuk bersikap kritis terhadap kebijakan publik.

Namun, ia menekankan bahwa kritik harus disampaikan secara konstruktif dengan didukung data yang akurat dan dapat dipercaya.

Selain membahas peran DPR, Heri juga menyinggung isu daerah, termasuk rencana pemekaran wilayah Sukabumi Utara dan Selatan yang masih berada dalam moratorium.

Ia menyebut Sukabumi sebagai wilayah terluas kedua di Indonesia setelah Banyuwangi, sehingga pengelolaan wilayah menjadi tantangan tersendiri.

Bagikan Pelitasukabumi.id

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *