Wartawan Usep Mulyana
Pelitasukabumi.id – Gelaran Job Fair Sukabumi 2026 di Politeknik Sukabumi menjadi magnet bagi para pencari kerja.
Sejak pagi, ribuan pelamar tampak memadati area kegiatan, memanfaatkan kesempatan untuk terhubung langsung dengan perusahaan.
Kegiatan ini digagas Pemerintah Kota Sukabumi melalui Disnaker dengan melibatkan dunia pendidikan dan sektor swasta, termasuk PT Nusaraya.
Sebanyak 20 perusahaan ambil bagian, menawarkan puluhan posisi di berbagai sektor strategis.
Wali Kota Sukabumi Ayep Zaki menegaskan, job fair menjadi salah satu instrumen penting dalam membuka akses kerja yang lebih luas dan merata.
Ia menilai keterlibatan kampus memiliki peran kunci dalam menyiapkan tenaga kerja yang siap pakai.
“Sinergi ini harus terus diperkuat agar lulusan pendidikan dapat langsung terserap dunia kerja,” ujarnya.
Di sisi lain, Kepala Disnaker Kota Sukabumi Punjul Saepul Hayat menyebutkan, total tersedia sekitar 45 jenis pekerjaan, mulai dari manufaktur, permesinan, konstruksi hingga otomotif.
Sejumlah perusahaan juga membuka peluang kerja ke luar negeri.
“Jumlah pendaftar mencapai sekitar 1.600 orang. Namun yang mengikuti seleksi langsung diperkirakan sekitar 800 peserta karena banyak pelamar mengambil lebih dari satu kesempatan,” jelasnya.
Menurutnya, tingginya animo masyarakat menunjukkan kebutuhan akan akses informasi dan peluang kerja yang masih besar di Kota Sukabumi.
Hal ini juga sejalan dengan meningkatnya arus pendatang yang datang untuk bekerja maupun menempuh pendidikan.
Data tahun 2025 mencatat, angka migrasi masuk ke Kota Sukabumi mencapai sekitar 12.000 orang per tahun.
Kondisi tersebut menjadi tantangan sekaligus peluang bagi pemerintah daerah dalam menciptakan lapangan kerja baru.
Pemkot Sukabumi berkomitmen untuk terus menghadirkan program serupa secara berkelanjutan.
Rencananya, bursa kerja akan digelar hingga empat kali dalam setahun sebagai upaya konsisten menekan angka pengangguran.
Dengan kolaborasi yang semakin kuat antara pemerintah, dunia usaha, dan pendidikan, diharapkan peluang kerja bagi masyarakat semakin terbuka luas dan berdampak langsung pada pertumbuhan ekonomi daerah.

