Wartawan Usep Mulyana
Pelitasukabumi.id Wali Kota Ayep Zaki menegaskan pentingnya membangun iklim usaha yang bersih dan transparan sebagai fondasi utama pembangunan daerah.
Hal tersebut disampaikan dalam rapat koordinasi bersama para pelaku usaha lintas sektor di lingkungan Pemerintah Kota Sukabumi.
Dalam forum yang turut dihadiri Wakil Wali Kota Bobby Maulana, jajaran Sekretaris Daerah, serta kepala perangkat daerah.
Pada kesempatan itu Ayep mengingatkan seluruh pihak agar menjauhi praktik pungutan liar dan korupsi yang dapat merusak kepercayaan publik serta menghambat investasi.
Menurutnya, keberhasilan pembangunan tidak hanya bergantung pada pemerintah, melainkan pada kolaborasi empat unsur utama, yakni pemerintah, dunia usaha, akademisi, dan masyarakat.
Sinergi keempat elemen tersebut dinilai menjadi kunci dalam menciptakan pembangunan berkelanjutan yang inklusif dan berdaya saing.
“Komunikasi yang efektif antar pemangku kepentingan harus terus diperkuat agar setiap kebijakan berjalan selaras dan tepat sasaran,” ujarnya, Rabu (15/4/2026).
Ayep juga memaparkan potensi wilayah Sukabumi yang memiliki luas sekitar 4.800 hektare, dengan lebih dari 1.000 hektare merupakan Lahan Sawah Dilindungi (LSD).
Kondisi ini menjadi pertimbangan penting dalam perencanaan pembangunan, khususnya dalam menjaga keseimbangan antara investasi dan ketahanan pangan.
Sebagai langkah strategis, pemerintah tengah melakukan penataan ulang Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW), termasuk membuka peluang pengembangan kawasan tertentu menjadi zona kuning yang dapat dimanfaatkan untuk kegiatan usaha.
Wali Kota pun mendorong para pengusaha untuk aktif mengajukan rencana usaha melalui Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) agar dapat terintegrasi dengan arah kebijakan pembangunan daerah.
Dengan komitmen pelayanan dari seluruh perangkat daerah, Pemerintah Kota Sukabumi optimistis dapat meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) sekaligus memperkuat fondasi ekonomi yang berkelanjutan.

