Wartawan Usep Mulyana
Pelitasukabumi.id – Kepala Pelaksana BPBD Kota Sukabumi, Yoseph Sabaruddin, mengingatkan masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi bencana kekeringan menyusul prediksi datangnya musim kemarau lebih awal pada tahun 2026.
Ia menjelaskan, berdasarkan informasi dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), hingga pertengahan Maret 2026 sebagian besar wilayah Indonesia masih berada dalam periode hujan.
Namun demikian, BMKG juga memprediksi bahwa musim kemarau tahun ini akan datang lebih cepat dibandingkan biasanya.
“Merujuk penjelasan BMKG tersebut, pada minggu ketiga Maret potensi hujan masih ada. Setelah itu diperkirakan mulai memasuki musim kemarau,” ujar Yoseph saat dihubungi melalui sambungan telepon, Kamis (12/3/2026).
Menurutnya, musim kemarau memiliki keterkaitan erat dengan potensi terjadinya bencana kekeringan yang terjadi dibeberapa wilayah di Jawa Barat.
Oleh karena itu, pemerintah daerah perlu menyiapkan langkah antisipatif, salah satunya dengan menerbitkan Surat Keputusan (SK) Penetapan Bencana Kekeringan yang merupakan turunan dari kebijakan serupa yang dikeluarkan oleh pemerintah provinsi.
“Payung hukum mutlak diperlukan sebagai panduan pelaksanaan teknis operasional di lapangan, agar penanganan dapat berjalan lebih terarah dan optimal,” jelasnya.
Yoseph juga memprediksi tingkat kekeringan pada tahun ini berpotensi lebih kuat dibandingkan tahun-tahun sebelumnya.
Karena itu, masyarakat diminta untuk meningkatkan kewaspadaan serta menjaga lingkungan agar tidak memicu bencana lain selama musim kemarau.
Ia mengimbau warga untuk tidak melakukan aktivitas yang berpotensi memicu kebakaran, seperti membakar sampah sembarangan yang dapat menimbulkan kebakaran lahan maupun polusi udara.
“Mari kita jaga lingkungan masing-masing. Hindari membakar sampah sembarangan karena berpotensi memicu kebakaran dan mencemari udara,” pungkasnya.

