135 KK Terdampak Pergerakan Tanah di Bantargadung, 123 KK Direlokasi

Wartawan Usep Mulyana

Pelitasukbumi.id – Bencana pergerakan tanah melanda wilayah Kecamatan Bantargadung, Kabupaten Sukabumi, menyusul intensitas hujan yang meningkat dalam sepekan terakhir.

Akibatnya sebanyak 135 kepala keluarga (KK) di Desa Bantargadung dan Desa Bojonggaling terdampak.

Mengantisipasi potensi bahaya yang mengancam keselamatan warga, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sukabumi mengerahkan personel gabungan untuk melakukan evakuasi.

Proses evakuasi melibatkan unsur TNI, Polri, serta relawan kebencanaan.

Sebanyak 123 KK dengan total 419 jiwa saat ini telah mengungsi ke lokasi yang lebih aman yang disiapkan oleh Pemerintah Kabupaten Sukabumi.

Meski tidak menimbulkan korban jiwa maupun korban luka, kondisi pergerakan tanah membuat warga harus meninggalkan rumah mereka untuk sementara waktu.

Warga mengaku diliputi rasa cemas saat harus meninggalkan tempat tinggalnya. Mereka khawatir terhadap kondisi rumah serta harta benda yang masih tertinggal di area terdampak bencana.

Manager Pusat Pengendalian Operasi BPBD Kabupaten Sukabumi, Daeng Sutisna, menjelaskan bahwa pergerakan tanah menyebabkan puluhan rumah mengalami kerusakan dengan tingkat yang berbeda-beda.

“Sebanyak 44 unit rumah mengalami rusak berat, 25 unit rusak sedang, dan 28 unit rusak ringan. Selain itu, ada 27 unit rumah lainnya yang saat ini berada dalam kondisi terancam,” kata Daeng, Jumat (6/3/2026).

Baca Juga :  ‎‎‎Demo MPASI KKN Nusa Putra Wujudkan Program New Zero Stunting

Berdasarkan data BPBD, warga terdampak tersebar di dua desa. Sebagian warga memilih mengungsi di tempat yang telah disiapkan BPBD, sementara lainnya menumpang di rumah kerabat atau mencari tempat tinggal sementara.

Tercatat 11 KK dengan 52 jiwa mengungsi di rumah kerabat yang tidak jauh dari lokasi bencana.

Satu keluarga dengan lima jiwa memilih mengontrak rumah, sedangkan 63 KK dengan 207 jiwa berada di lokasi pengungsian yang disiapkan pemerintah.

Lokasi pengungsian berada di area lapangan yang berada di samping Puskesmas Bantargadung, Desa Bojonggaling.

Sebagai langkah antisipasi terhadap potensi bahaya lanjutan, aktivitas pembelajaran di Pondok Pesantren Haryadul Fallah untuk sementara dihentikan.

Para santri dipulangkan ke rumah masing-masing hingga kondisi dinyatakan aman.

BPBD Kabupaten Sukabumi terus melakukan pemantauan di lokasi terdampak serta mengimbau masyarakat untuk tetap waspada, terutama jika hujan dengan intensitas tinggi kembali terjadi.

Bagikan Pelitasukabumi.id

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *