Kejar Adipura, DLH Sikat TPS Liar dan Optimalkan Pengelolaan Sampah

Wartawan Iyus Firdaus

Pelitasukabumi.id – Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Sukabumi, Yudi Sutriana, bertekad memperkuat pembenahan pengelolaan sampah dan kebersihan lingkungan sebagai bagian dari upaya mengembalikan penghargaan Adipura ke Kota Sukabumi.

Sejumlah langkah disiapkan, mulai dari penutupan tempat pembuangan sampah (TPS) liar, optimalisasi fasilitas persampahan, hingga mendorong keterlibatan masyarakat dalam menjaga kebersihan lingkungan.

Pembenahan tersebut diarahkan untuk meningkatkan kualitas pengelolaan lingkungan sekaligus mempersiapkan kota menghadapi penilaian Adipura berikutnya.

Salah satu langkah konkret dilakukan melalui rencana penutupan TPS liar di depan Kelurahan Nyomplong.

Penertiban ini melibatkan Wakil Wali Kota Sukabumi dan ditindaklanjuti setelah adanya permintaan dari pihak kecamatan serta dukungan masyarakat, termasuk petisi warga.

Yudi menjelaskan, penutupan TPS liar harus disertai solusi agar masyarakat tetap mendapatkan layanan pengangkutan sampah.

“DLH menyiapkan skema penggunaan gerobak sampah dan pengaturan jadwal petugas untuk mengantisipasi penumpukan sampah di lingkungan permukiman,” kata Yudi, Kamis (22/10/2026).

Langkah tersebut imbuhnya menjadi bagian dari evaluasi penanganan TPS liar yang selama ini dilakukan. Menurut Yudi, lokasi yang telah ditertibkan harus dijaga agar tidak kembali menjadi tempat pembuangan sampah ilegal.

Salah satu contoh yang disampaikan adalah kawasan Gang Sadar, dekat Bank Supra, yang kini tidak lagi digunakan sebagai lokasi pembuangan sampah.

“Area tersebut direncanakan untuk dimanfaatkan bagi kegiatan UMKM dalam persiapan menyambut Idulfitri,” ungkapnya.

Yudi juga menegaskan bahwa keberhasilan penataan lingkungan tidak bisa hanya mengandalkan pemerintah.

Kesadaran dan partisipasi masyarakat menjadi faktor penting agar kebersihan yang sudah tercipta dapat dipertahankan.

“Masalah sampah itu bukan hanya masalah kami, bukan hanya masalah lingkungan hidup. Ini membutuhkan kesadaran masyarakat dan lingkungan sekitar,” ujarnya.

Baca Juga :  ‎Ayep Zaki Sebut Pemerintahan Bersih dan Sosial Inklusif Jadi Prioritas Sukabumi

Tantangan pengelolaan sampah di Kota Sukabumi masih cukup besar dan memerlukan keseriusan dalam penanganannya.

Yudi menyebut volume sampah yang dihasilkan mencapai sekitar 200 ton per hari, sehingga dibutuhkan upaya berkelanjutan untuk memperbaiki penanganannya, mulai dari lingkungan rumah tangga hingga fasilitas pembuangan.

Menurutnya, perubahan pola pikir dan kebiasaan masyarakat memang membutuhkan waktu.

Karena itu, DLH juga mengajak media massa menjadi mitra dalam menyebarluaskan edukasi mengenai kebersihan dan pengelolaan sampah yang bertanggung jawab.

Dalam konteks penilaian Adipura, Yudi mengungkapkan bahwa kondisi fasilitas persampahan, termasuk TPS dan tempat pembuangan akhir (TPA), menjadi aspek yang perlu diperhatikan.

“Kebakaran yang terjadi di TPA sebelumnya turut menjadi catatan dalam proses penilaian terdahulu,” ujar Yudi.

DLH kini mempersiapkan sejumlah langkah pembenahan, termasuk memetakan titik-titik yang perlu mendapat perhatian dalam penilaian mendatang.

Pemerintah kota juga tetap berencana mengikuti proses penilaian Adipura berikutnya dengan melakukan persiapan secara bertahap.

Selain penertiban TPS liar, upaya optimalisasi fasilitas persampahan juga terus ditingkatkan.

Dia menyampaikan bahwa tim dari Pemerintah Provinsi Jawa Barat telah meninjau kelayakan TPS di Kota Sukabumi.

Dari proses tersebut, terdapat peluang dukungan berupa fasilitas insinerator, meskipun realisasinya masih menunggu perkembangan lebih lanjut.

Berbagai langkah tersebut diharapkan dapat memperkuat pengelolaan sampah dan menjaga kebersihan kota secara berkelanjutan.

Bagi DLH, upaya mengembalikan Adipura bukan sekadar mengejar penghargaan, melainkan juga mendorong terciptanya lingkungan yang bersih, sehat, dan nyaman melalui kerja bersama pemerintah dan masyarakat.

Bagikan Pelitasukabumi.id

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *