Wartawan Usep Mulyana
Pelitasukabumi.id – Penurunan debit air Sungai Cinumpang berdampak terhadap pelayanan distribusi air bersih bagi masyarakat Kota dan Kabupaten Sukabumi.
Untuk menjaga pemerataan pasokan, Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) menerapkan rekayasa penggiliran distribusi air sesuai kondisi ketersediaan air baku.
Direktur Perumda Air Minum (PDAM) Tirta Bumi Wibawa Kota Sukabumi Dian Apriandi, S.E., M.M menjelaskan, debit normal Sungai Cinumpang yang sebelumnya mencapai 250 liter per detik kini turun menjadi sekitar 150 liter per detik.
Kondisi tersebut mengharuskan perusahaan melakukan penyesuaian pola distribusi agar kebutuhan air masyarakat tetap dapat terlayani meskipun belum maksimal.
“Yang penting bagi masyarakat adalah air bisa merata ke seluruh masyarakat. Walaupun memang belum maksimal, langkah ini harus kami lakukan untuk menjaga agar masyarakat tetap bisa menerima air,” kata Dian, Senin (19/10/2026).
Ia menegaskan, kebijakan penggiliran tersebut bukan langkah permanen. PDAM akan kembali menerapkan pola distribusi seperti semula apabila debit air telah meningkat dan kondisi pasokan kembali memungkinkan.
Karena itu, masyarakat diimbau menyiapkan cadangan air dengan menampungnya ketika pasokan mengalir sesuai jadwal giliran.
Langkah antisipasi tersebut dinilai penting untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari selama kondisi debit air masih mengalami penurunan.
Di tengah keterbatasan air baku, PDAM juga berupaya meningkatkan kualitas pelayanan melalui prinsip fast response dan fast action.
“Seluruh pegawai didorong untuk merespons dengan cepat setiap laporan maupun pengaduan pelanggan, baik yang disampaikan melalui telepon, WhatsApp, maupun secara langsung ke kantor,” ujarnya.
Menurutnya, penanganan kebocoran jaringan menjadi salah satu prioritas. PDAM menargetkan setiap laporan kebocoran dapat dituntaskan dalam waktu maksimal 1 x 24 jam.
Sementara itu, pengaduan pelanggan yang mengalami gangguan aliran air ditindaklanjuti dengan mendatangi langsung lokasi pelanggan untuk mengetahui persoalan di lapangan.
Upaya tersebut dijalankan dengan dukungan sekitar 78 pegawai. Berdasarkan data September 2026, jumlah pelanggan PDAM tercatat sebanyak 19.821 pelanggan.
Pengelolaan pelanggan juga dilakukan melalui pembinaan terhadap pelanggan yang menunggak, termasuk memberikan kesempatan pembayaran secara mencicil.
Selain itu, penutupan sambungan dapat dilakukan atas permintaan pelanggan sendiri. Untuk menjaga keamanan jaringan distribusi, PDAM turut melaksanakan patroli malam dua kali dalam sepekan.
Kegiatan tersebut dilakukan secara bergiliran per wilayah guna memantau kondisi pipa di lapangan. Hingga wawancara berlangsung, pihaknya menyatakan belum menerima laporan khusus mengenai dugaan pencurian air.
Dian mengakui kondisi pelayanan saat ini belum sepenuhnya optimal akibat berkurangnya debit air baku.
Ia menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat Kota dan Kabupaten Sukabumi sekaligus memastikan upaya maksimal terus dilakukan untuk menjaga pelayanan distribusi air bersih.
“Kami mohon maaf apabila pelayanan saat ini kurang maksimal karena kondisi debit air memang sedang turun. Insyaallah, kami akan terus memaksimalkan pelayanan,” katanya.

