Wartawan Iyus Firdaus
Pelitasukabumi.id – Sebanyak 40 penarik becak di Kota Sukabumi menerima bantuan becak listrik dari Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto melalui Yayasan Gerakan Solidaritas Nasional (GSN), Ahad, (18/10/2026).
Bantuan tersebut, diharapkan dapat membantu masyarakat kecil mempertahankan mata pencaharian sekaligus meringankan beban fisik saat bekerja.
Wali Kota Sukabumi, H. Ayep Zaki, mengapresiasi kepedulian tersebut. Menurutnya, dukungan kepada penarik becak, terutama mereka yang sudah berusia lanjut, merupakan langkah konkret untuk membantu kelompok masyarakat yang masih bergantung pada pekerjaan sektor informal.
Kendati demikian, Ayep mengingatkan bahwa persoalan kemiskinan tidak bisa dituntaskan hanya melalui penyaluran bantuan.
Dibutuhkan penanganan yang menyentuh akar persoalan, termasuk pengangguran dan berbagai persoalan sosial yang memerlukan keterlibatan banyak pihak.
“Untuk menyelesaikan kemiskinan, pengangguran, dan masalah sosial itu harus diselesaikan secara struktural,” tegas Ayep.
Ia mendorong perangkat daerah dan kalangan pengusaha untuk mengambil peran aktif dalam mendukung pembangunan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Menurutnya, upaya tersebut harus disertai sikap jujur, amanah, serta kepatuhan terhadap peraturan perundang-undangan agar kebijakan yang dijalankan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
Ayep menambahkan, penyelenggaraan pemerintahan dan pembangunan di Kota Sukabumi harus berlandaskan ketentuan hukum, mulai dari undang-undang, peraturan pemerintah, peraturan daerah, peraturan wali kota hingga keputusan wali kota.
Dengan tata kelola yang tertib dan kerja sama yang kuat, penanganan persoalan sosial diharapkan dapat berlangsung lebih terarah dan berkesinambungan.
Mengenai penggunaan bantuan, Ayep menjelaskan bahwa becak listrik dapat dimanfaatkan untuk melayani masyarakat umum dan tidak terbatas pada aktivitas wisata.
Adapun tarif jasa diserahkan kepada masing-masing penarik becak, tanpa penetapan tarif khusus dari pemerintah daerah.
Sementara itu, Ketua Yayasan Gerakan Solidaritas Nasional, Brigjen TNI Purnawirawan Sudarwo Aris Nurcahyo, menyampaikan bahwa penyaluran becak listrik merupakan bentuk perhatian Prabowo terhadap para penarik becak, khususnya kalangan lanjut usia.
Ia berpesan agar kendaraan bantuan tidak diperjualbelikan ataupun disewakan karena diperuntukkan bagi penerima manfaat untuk menunjang pekerjaan mereka.
Sudarwo mengungkapkan, jumlah becak listrik yang telah disalurkan secara nasional mencapai 13.040 unit.
Setelah penambahan 40 unit untuk Kota Sukabumi, total distribusi menjadi 13.080 unit. Program tersebut masih berfokus di Pulau Jawa, dengan sejumlah daerah di Jawa Barat menjadi sasaran penyaluran selanjutnya.
Dari aspek teknis, becak listrik mampu menempuh jarak maksimal sekitar 30 kilometer dengan sekali penggunaan dan membutuhkan waktu pengisian daya sekitar empat jam.
Kendaraan ini dapat membawa dua penumpang serta dilengkapi pedal untuk mengantisipasi ketika baterai kehabisan daya. Pihak yayasan juga memberikan garansi selama satu tahun untuk mendukung pemeliharaan kendaraan.
Untuk memastikan bantuan dapat digunakan secara optimal, pemerintah daerah diharapkan menyediakan fasilitas pengisian daya di sejumlah kantor perangkat daerah.
Jika terjadi kerusakan, Dinas Perhubungan dapat berkoordinasi dengan pemerintah daerah dan koordinator becak listrik untuk menindaklanjuti laporan penerima.
Bantuan tersebut diharapkan menjadi penopang produktivitas para penarik becak sekaligus memperkuat perhatian terhadap masyarakat yang membutuhkan dukungan.
Namun, sebagaimana ditekankan Ayep Zaki, peningkatan kesejahteraan masyarakat memerlukan langkah yang lebih menyeluruh melalui kolaborasi pemerintah dan pengusaha, tata kelola yang berintegritas, serta kebijakan pengentasan kemiskinan yang berorientasi pada penyelesaian akar masalah.

