Bobby Dorong Pembenahan Parkir, PAD Sukabumi Tembus Rp1,8 M

Pelitasukabumi.id – Wakil Wali Kota Sukabumi Bobby Maulana mendorong pembenahan tata kelola perparkiran sebagai bagian dari strategi Pemerintah Kota Sukabumi mengoptimalkan Pendapatan Asli Daerah (PAD).

Menurut Bobby, sektor parkir masih menyimpan potensi penerimaan yang cukup besar, terutama di kawasan dengan aktivitas ekonomi dan mobilitas masyarakat yang tinggi.

Dorongan tersebut disampaikan Bobby saat menghadiri peringatan Hari Perhubungan Nasional (Harhubnas) 2026 di lingkungan Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Sukabumi, Senin (28/9/2026).

Bobby mengatakan, sektor perhubungan memiliki keterkaitan langsung dengan berbagai aktivitas masyarakat, mulai dari perekonomian, pendidikan hingga aksesibilitas.

Karena itu, peningkatan pelayanan transportasi harus berjalan beriringan dengan pembenahan tata kelola dan optimalisasi potensi pendapatan daerah.

“Komitmen Dinas Perhubungan untuk senantiasa memperbaiki, meningkatkan pelayanan yang berkualitas terkait konektivitas,” ujar Bobby.

Ia menilai, peningkatan penerimaan Dishub dalam beberapa tahun terakhir menunjukkan adanya potensi yang masih dapat dikembangkan. Namun, diperlukan akurasi data dan akselerasi pengelolaan agar penerimaan tersebut semakin optimal pada 2027.

“Untuk itu membutuhkan akurasi dan akselerasi di tahun 2027 untuk mendongkrak tingkat penerimaan Pendapatan Asli Daerah (PAD),” katanya.

Salah satu yang menjadi perhatian Bobby adalah penataan parkir di kawasan dengan tingkat aktivitas tinggi. Kawasan Jalan Ahmad Yani, misalnya, dinilai memiliki potensi yang perlu dikelola lebih baik.

Pemkot Sukabumi juga membuka peluang kerja sama dengan pengelola City Mall Sukabumi untuk mengoptimalkan pemanfaatan kantong parkir di kawasan tersebut.

“Kita sedang mengupayakan, terutama di kawasan-kawasan padat, kawasan-kawasan pariwisata seperti Ahmad Yani. Makanya nanti mungkin kita akan bertemu dengan pemilik City Mall untuk membicarakan apakah ini kemungkinan untuk ditingkatkan,” jelasnya.

Bobby menegaskan, optimalisasi parkir bukan semata mengejar penerimaan. Pembenahan juga diperlukan untuk menciptakan sistem parkir yang lebih tertib sekaligus memberikan pelayanan yang baik kepada masyarakat.

“Potensi PAD-nya masih besar. Masih ada potensi untuk itu, tapi memang harus dikelola dengan cukup intens,” katanya.

Sementara itu, Kepala Dishub Kota Sukabumi Iskandar Ifhan mengatakan momentum Harhubnas 2026 dijadikan sebagai titik penguatan pelayanan transportasi sekaligus optimalisasi PAD.

Baca Juga :  Urus Sampai Tuntas, Pastikan Tanah Aman Usai Lunasi Cicilan KPR

Ia menegaskan, Harhubnas bukan sekadar seremoni tahunan. Momentum tersebut menjadi bagian dari evaluasi dan penguatan pelayanan yang bersentuhan langsung dengan masyarakat.

“Output dari kita adalah keselamatan. Jadi kita fokus pada tupoksi kita, bagaimana menjaga pengguna transportasi tetap pada posisi aman, nyaman, selamat dalam perjalanan,” ujar Iskandar.

Dari sisi PAD, kinerja Dishub menunjukkan capaian positif. Target PAD tahun ini ditetapkan sebesar Rp1,7 miliar, naik dari target tahun sebelumnya sekitar Rp1,4 miliar.

Namun hingga saat ini, realisasi penerimaan telah mencapai sekitar Rp1,8 miliar atau melampaui target tahun berjalan.

“Alhamdulillah, di tahun ini dari target sebetulnya tahun kemarin kita Rp1,4 miliar bisa kita capai, sekarang Rp1,7 miliar. Sampai sekarang sudah Rp1,8 miliar, melebihi target,” ungkapnya.

Dengan capaian tersebut, Dishub membuka peluang menaikkan target menjadi Rp2 miliar melalui perubahan anggaran.

“Iya, sampai di Rp2 miliar. Mudah-mudahan bisa tercapai,” katanya.

Kepala UPT Parkir Dishub Kota Sukabumi Arif Senjaya menambahkan, saat ini terdapat 69 kantong parkir dengan 169 titik parkir yang dikelola. Jumlah juru parkir yang tercatat mencapai 289 orang.

Ke depan, pembinaan terhadap juru parkir akan diperkuat, terutama menyangkut kualitas pelayanan kepada masyarakat.

“Customer itu harus kita jadikan raja,” tegas Arif.

Ia juga menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat apabila masih terdapat pelayanan parkir yang dirasakan kurang nyaman.

Pembinaan, kata dia, akan diarahkan agar para juru parkir mampu memberikan pelayanan yang lebih baik.

Selain pembinaan, Dishub tengah menyiapkan pemanfaatan teknologi digital dalam pengelolaan parkir on street.

Langkah tersebut diharapkan dapat membuat pengelolaan parkir lebih tertib, terukur dan transparan, sekaligus membuka ruang optimalisasi penerimaan daerah.

Dengan realisasi PAD sektor parkir yang telah mencapai sekitar Rp1,8 miliar, Dishub optimistis target Rp2 miliar dapat dikejar melalui pembenahan tata kelola, pencarian titik-titik parkir potensial serta mengikuti perkembangan aktivitas ekonomi di Kota Sukabumi.

Bagikan Pelitasukabumi.id

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *