Wartawan Usep Mulyana
Pelitasukabumi.id – Wakil Wali Kota Sukabumi Bobby Maulana meminta kepengurusan baru Persatuan Tinju Amatir Indonesia (PERTINA) Kota Sukabumi periode 2026-2030 memperkuat sistem pembinaan atlet secara berkelana.
Dia menegaskan, pembinaan yang konsisten menjadi kunci untuk melahirkan petinju berprestasi sekaligus menjaga kesinambungan prestasi olahraga tinju di Kota Sukabumi.
Hal itu disampaikan Bobby dalam pelantikan Pengurus PERTINA Kota Sukabumi periode 2026-2030 yang dirangkaikan dengan Sukabumi Amateur Boxing Exhibition 2026 atau Tinju Amatir PERTINA Vol. 2.
“Momentum pelantikan ini menjadi awal dari amanah dan tanggung jawab baru untuk membawa olahraga tinju Kota Sukabumi semakin berkembang, semakin berprestasi, serta semakin mampu melahirkan atlet-atlet yang membanggakan daerah,” kata Bobby, Ahad (27/9/2026).
Bobby mengatakan, PERTINA perlu membangun pembinaan secara utuh, mulai dari menemukan bibit atlet, meningkatkan kemampuan pelatih hingga menyediakan kompetisi yang rutin.
“Saya berharap PERTINA Kota Sukabumi dapat terus membangun pembinaan yang berkelanjutan, mulai dari pencarian dan pembinaan bibit-bibit atlet, peningkatan kualitas pelatih, kompetisi yang rutin, hingga pengembangan prestasi atlet pada tingkat regional, nasional, bahkan internasional,” ujarnya.
Ia menilai, kompetisi menjadi bagian penting dalam proses pembentukan atlet. Melalui pertandingan, seorang petinju tidak hanya mengasah teknik, tetapi juga membangun mental dan pengalaman menghadapi lawan.
Karena itu, Bobby mengapresiasi penyelenggaraan Sukabumi Amateur Boxing Exhibition 2026 yang menjadi ruang bagi para atlet untuk mengukur kemampuan sekaligus mendapatkan pengalaman bertanding.
“Setiap pertandingan bukan hanya tentang menang atau kalah, tetapi tentang bagaimana kita memberikan yang terbaik dengan menjunjung tinggi sportivitas,” terang Bobby.
Kepada para petinju yang tampil, Bobby berpesan agar seluruh atlet menjaga semangat bertanding dan menjadikan setiap pertandingan sebagai bagian dari proses pembelajaran.
“Tunjukkan kemampuan terbaik, hormati lawan, patuhi aturan pertandingan, dan jadikan setiap pertandingan sebagai pengalaman untuk terus berkembang,” ujarnya.
Sejalan dengan harapan tersebut, Ketua Pengda PERTINA Kota Sukabumi periode 2026-2030 Andre Budiman mengatakan kepengurusan baru akan memberikan perhatian besar terhadap regenerasi.
Pembinaan, kata Andre, akan mulai diarahkan kepada atlet usia muda dengan menyasar kalangan pelajar tingkat SMP. Langkah itu diproyeksikan untuk mempersiapkan kekuatan atlet Kota Sukabumi menghadapi Popda 2027.
“Mengenai perkembangan tinju, kita akan memulai dari usia dini dan mungkin dari sekitar SMP. Akan kita bina untuk persiapan atlet Popda di 2027,” kata Andre.
Ia berharap pembinaan tersebut dapat membawa olahraga tinju Kota Sukabumi kembali berkembang dan menghidupkan prestasi yang pernah diraih pada masa sebelumnya.
“Harapan saya ke depannya agar tinju di Kota Sukabumi lebih berkembang lagi dan mengembalikan era kejayaannya pada tahun-tahun sebelumnya,” ujarnya.
Sementara itu, Ketua KONI Kota Sukabumi periode 2026-2030 Yoseph Mahdi Yunansyah mengatakan, PERTINA merupakan salah satu bagian penting dalam pembinaan olahraga prestasi di Kota Sukabumi.
Kepengurusan baru diharapkan mampu menjalankan program secara berkesinambungan sehingga atlet tinju memiliki ruang yang lebih luas untuk berkembang dan mengikuti kompetisi di tingkat yang lebih tinggi.
Sukabumi Amateur Boxing Exhibition 2026 sendiri diikuti sekitar 140 atlet dari berbagai daerah di Jawa Barat. Ajang tersebut sekaligus menjadi sarana untuk menguji kemampuan para petinju.
Sekretaris Umum Pengprov PERTINA Jawa Barat Riga Haruman Ashar mengapresiasi pelaksanaan eksibisi tersebut, terlebih agenda itu berlangsung menjelang Porprov Jawa Barat yang dijadwalkan pada November.
“Eksibisi kali ini dan pelantikan ini bagus, karena bersamaan dengan kegiatan yang memang saat ini akan ada Porprov Jawa Barat di bulan November. Ini juga sebagai ajang terakhir untuk uji coba sebelum Porprov,” ujar Riga.
Namun, Riga berharap kegiatan serupa ke depan tidak hanya berbentuk eksibisi. Menurutnya, Sukabumi dapat mengembangkan agenda pertandingan yang lebih berjenjang sehingga atlet memiliki pengalaman kompetisi yang lebih kuat.
“Ke depannya kami berharap di Jawa Barat, khususnya di Sukabumi, bisa mengadakan event seperti ini rutin. Kalau event seperti ini hanya eksibisi, bukan event kejuaraan. Bagusnya ke depan lebih berjenjang,” katanya.
Ia mengusulkan agar agenda eksibisi dan kejuaraan dapat diselenggarakan secara berkala dengan durasi pertandingan yang lebih panjang.
“Dua kali event seperti ini, satu kali event buat kejuaraan. Kejuaraan minimal empat hari atau lima hari,” ujarnya.
Riga juga mendorong PERTINA Kota Sukabumi untuk serius mencari atlet-atlet potensial yang dapat diproyeksikan menjadi kekuatan baru di ajang Porprov.
“Sukabumi semangat terus, jangan sampai kendor. Pilih atlet-atlet yang berbakat, dan mudah-mudahan ada atlet yang dapat meraih medali emas di Porprov berikutnya,” katanya.
Riga menyebut, medali emas terakhir cabang olahraga tinju untuk Sukabumi di ajang Porprov diraih Veron pada 2006.
“Karena terakhir ini Sukabumi mendapatkan medali emas di Porprov itu adalah Bung Veron. Itu di tahun 2006, belum ada lagi penggantinya yang mendapatkan medali emas. Mudah-mudahan nanti di kepengurusan sekarang, di Porprov berikutnya ada yang menjadi medali emas,” pungkasnya.

