Warga Keluhkan PJU Jalur Makam Sentiong Menuju TPA Cikundul Gelap Gulita

Wartawan Salim
Editor Usep Mulyana

Pelitasukabumi.id – Kondisi penerangan jalan umum (PJU) di ruas jalan kawasan pemakaman China/Sentiong menuju Rumah Susun Sederhana Sewa (Rusunawa) dan Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Cikundul, Kelurahan Situmekar, Kecamatan Lembursitu, Kota Sukabumi, dikeluhkan warga.

Lampu PJU di sepanjang akses tersebut disebut telah padam selama kurang lebih empat bulan. Kondisi itu membuat ruas jalan menjadi gelap gulita.

Alhasil, hal ini menjadi momok saat malam hari, sehingga warga yang melintas merasa kurang nyaman dan khawatir terhadap keselamatan maupun keamanan.

Bagi pejalan kaki, minimnya penerangan membuat batas antara badan jalan dengan sisi jalan sulit terlihat. Bahkan, warga yang tidak membawa alat penerangan harus mengandalkan lampu telepon seluler untuk mengetahui arah jalan.

Kondisi serupa juga dirasakan pengendara, terutama ketika lampu kendaraan kurang terang atau mengalami gangguan.

Rahmat (30), warga Kampung Ciwangun, Desa Wangunreja, Kecamatan Nyalindung, Kabupaten Sukabumi, mengaku hampir setiap hari melewati jalur tersebut ketika berangkat maupun pulang bekerja.

Menurutnya, kondisi jalan sangat berbeda ketika dilintasi malam hari karena gelap dan sulit melihat batas jalan.

“Saya cuma gunakan lampu HP lewat sini. Kadang tidak terasa keluar jalur karena tidak bisa membedakan mana jalan aspal dan sisi jalan. Kalau pakai motor yang lampu sorotnya buram atau kurang terang, apalagi di tikungan, kadang harus ekstra hati-hati,” ujar Rahmat saat ditemui di lokasi, Minggu (30/8/2026).

Keluhan serupa disampaikan Rina (35), warga yang tinggal di kawasan menuju arah TPA Cikundul. Ia mengaku kerap merasa khawatir ketika putrinya pulang kerja pada malam hari.

Baca Juga :  PT Jamkrindo Salurkan Bantuan Sosial di Serang dalam Safari Ramadan 2025

Bahkan, sang anak sering meminta dijemput karena enggan melewati ruas jalan tersebut seorang diri.

“Anak saya perempuan. Kalau pulang malam, dia minta dijemput. Katanya takut lewat karena gelap dan terasa menyeramkan. Apalagi kalau musim hujan, jalan semakin sulit terlihat. Kalau ada kejadian kriminal, warga juga khawatir karena kondisi sekitar sepi,” ungkapnya.

Sementara itu, Yanto (40), warga Cikondang, Kota Sukabumi, yang kerap melintas sekitar pukul 21.00 WIB hingga larut malam, menyoroti persoalan lain.

Ia mengaku beberapa kali melihat pasangan muda-mudi berada di area pemakaman saat melintas menggunakan sepeda motor.

Menurut Yanto, minimnya penerangan dan kondisi kawasan yang relatif sepi berpotensi membuat lokasi tersebut disalahgunakan untuk aktivitas yang tidak semestinya.

Ia berharap penerangan segera diperbaiki agar kawasan pemakaman dan akses menuju TPA maupun Rusunawa kembali lebih aman dan terpantau.

“Saya beberapa kali melihat pasangan muda-mudi berada di area makam saat malam. Sepedanya juga diparkir agak ke dalam. Jangan sampai kondisi gelap dan sepi justru dimanfaatkan untuk hal-hal yang tidak semestinya,” kata Yanto.

Warga berharap keluhan tersebut segera mendapat perhatian dari instansi terkait. Perbaikan PJU dinilai penting bukan hanya untuk memberikan kenyamanan bagi pengguna jalan, tetapi juga meningkatkan keselamatan dan keamanan masyarakat yang beraktivitas maupun melintas pada malam hari.

Dengan kembali berfungsinya penerangan jalan, warga berharap akses menuju TPA Cikundul dan Rusunawa serta kawasan pemakaman Sentiong tidak lagi menjadi ruas yang membuat masyarakat waswas ketika harus melintas setelah malam hari.

Bagikan Pelitasukabumi.id

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *