Wartawan Usep Mulyana
Pelitasukabumi.id – Mejuaraan Terbuka Akademi Seni Bertarung Kyokushin Indonesia (ASBKI) Piala Bupati Sukabumi 2026 menjadi ruang bagi para atlet untuk menguji kemampuan sekaligus mengevaluasi hasil latihan yang telah dijalani.
Kejuaraan yang berlangsung di Gedung Badiklat, Desa Purwasari, Kecamatan Cicurug, Kabupaten Sukabumi, Sabtu (29/8/2026), tersebut mendapat antusiasme tinggi dengan diikuti sebanyak 160 peserta dari berbagai dojo di Kabupaten Sukabumi maupun sejumlah daerah lainnya.
Selain menjadi ajang kompetisi, kegiatan ini juga menjadi bagian dari upaya mendorong pembinaan olahraga bela diri sekaligus menumbuhkan mental bertanding di kalangan atlet muda.
Wakil Bupati Sukabumi H. Andreas, SE, hadir bersama Ketua Kormi Kabupaten Sukabumi Santi Sulastri dan jajaran Forkopimcam Cicurug.
Kehadiran mereka sekaligus menunjukkan dukungan pemerintah terhadap berbagai kegiatan yang mendorong perkembangan olahraga dan prestasi generasi muda.
Andreas menilai sebuah kejuaraan tidak seharusnya hanya dilihat dari siapa yang keluar sebagai juara. Lebih dari itu, setiap pertandingan menjadi kesempatan bagi atlet untuk mengetahui sejauh mana kemampuan mereka setelah menjalani proses latihan.
“Yang menang jangan sombong dan yang kalah jangan berkecil hati. Jadikan kejuaraan ini sebagai evaluasi untuk terus berkembang dan meraih prestasi,” ujarnya.
Ia juga mengingatkan seluruh peserta agar mampu menjaga suasana pertandingan tetap kondusif dengan mengedepankan sikap sportif.
Menurutnya, kemenangan maupun kekalahan merupakan bagian dari proses yang akan membentuk mental serta pengalaman seorang atlet.
Pemkab Sukabumi, lanjut Andreas, akan terus memberikan dukungan terhadap kegiatan olahraga yang memiliki dampak positif bagi generasi muda.
Ia berharap pembinaan yang dilakukan secara berkelanjutan dapat melahirkan atlet-atlet berprestasi yang mampu mengharumkan nama daerah.
Sementara itu, Ketua Kormi Kabupaten Sukabumi Santi Sulastri menyambut positif pelaksanaan Kejuaraan Terbuka ASBKI tersebut.
Menurutnya, kegiatan semacam ini penting karena memberikan ruang nyata bagi atlet untuk membuktikan kemampuan sekaligus mengukur hasil latihan di arena pertandingan.
Santi mengatakan Kabupaten Sukabumi memiliki banyak pelajar dengan potensi prestasi, tidak hanya dalam bidang akademik tetapi juga pada berbagai cabang olahraga dan kegiatan nonakademik.
Potensi tersebut dinilai perlu terus difasilitasi agar dapat berkembang secara maksimal.
Ia berharap kejuaraan ASBKI Piala Bupati Sukabumi tidak berhenti sebagai agenda kompetisi semata, tetapi menjadi salah satu tahapan dalam proses pembinaan atlet hingga mampu bersaing pada level yang lebih tinggi.
“Bertandinglah dengan semangat, tetap junjung sportivitas dan tunjukkan kemampuan secara fair. Dari sini mudah-mudahan muncul atlet-atlet potensial yang bisa membawa nama baik Kabupaten Sukabumi,” kata Santi.

