PBB Gedong Panjang Tembus 147 Persen, Jadi Kelurahan dengan Realisasi Tertinggi di Kota Sukabumi

Wartawan Iyus Firdaus

Pelitasukabumi.id- Kelurahan Gedong Panjang, Kecamatan Citamiang, Kota Sukabumi, mencatat capaian membanggakan dalam realisasi Pajak Bumi dan Bangunan (PBB). Hingga Juli 2026, penerimaan PBB di wilayah tersebut telah mencapai Rp261 juta atau 147 persen dari target, sekaligus menempatkan Gedong Panjang di peringkat pertama tingkat Kota Sukabumi.

Lurah Gedong Panjang, Hauwera Aulia Handayani, S.STP., M.Si., mengatakan capaian tersebut menjadi bukti kuat kolaborasi antara pemerintah kelurahan dengan masyarakat dalam meningkatkan kepatuhan membayar pajak.
“Alhamdulillah sampai hari ini realisasi PBB Kelurahan Gedong Panjang menjadi yang tertinggi di Kota Sukabumi. Saat ini sudah mencapai Rp261 juta atau sekitar 147 persen,” ujar Hauwera saat ditemui di ruang kerjanya, Rabu (12/8/2026).

Menurutnya, target PBB Gedong Panjang hingga Desember 2026 sebenarnya berada di angka sekitar Rp250 juta. Dengan realisasi yang telah mencapai Rp261 juta, capaian tersebut bahkan sudah melampaui target tahunan sebesar 107 persen.

Hauwera menyebut keberhasilan itu tidak terlepas dari kerja keras jajaran kelurahan serta dukungan masyarakat, termasuk para ketua RT dan RW.
“Ini berkat kerja semua, tim kelurahan, juga partisipasi masyarakat yang alhamdulillah percaya dengan pemerintahan ini dan membayarkan pajak tepat pada waktunya,” katanya.

Untuk mendongkrak kepatuhan wajib pajak, Kelurahan Gedong Panjang juga terus menjalankan inovasi pelayanan “Lamaran Pak Lurah” atau layanan pembayaran pajak melalui kelurahan.
Melalui program tersebut, petugas kelurahan secara aktif mendatangi lingkungan RT dan RW dengan membuka gerai pembayaran PBB.

Warga tidak perlu datang jauh-jauh karena pembayaran dapat dilakukan langsung di lingkungan tempat tinggal mereka.
“Kami datang ke setiap RT dan RW membuka gerai untuk membayar pajak. Jadi masyarakat bisa membayar pajak secara langsung di gerai kami, di rumah mereka masing-masing, tidak pakai ongkos,” ujarnya.

Selain membuka layanan pembayaran, pihak kelurahan juga menggandeng RT dan RW untuk menyampaikan informasi kepada masyarakat mengenai kewajiban membayar PBB. Sosialisasi dilakukan melalui berbagai ruang pertemuan warga, termasuk masjid dan perkumpulan masyarakat.
Upaya jemput bola juga dilakukan kepada sektor swasta.

Hauwera mengaku turun langsung menjalin komunikasi dengan sejumlah perusahaan yang berada di wilayah Gedong Panjang, di antaranya Santasea, PT Silga dan PT Venus.
“Saya hadir secara pribadi langsung untuk mengantarkan PBB, sekaligus silaturahmi kepada penggiat-penggiat usaha. Kami melihat bagaimana kondisi usaha mereka sekarang,” katanya.

Baca Juga :  Wali Kota Retreat di Magelang, Bobby Gercep Hadiri Berbagai Agenda Penting

Menurut Hauwera, pendekatan tersebut penting karena kemampuan masyarakat maupun perusahaan dalam membayar pajak juga berkaitan dengan kondisi ekonomi dan kelancaran usaha. Meski sudah berada di posisi teratas, Kelurahan Gedong Panjang tidak ingin cepat berpuas diri.

Penelusuran terhadap wajib pajak yang belum melakukan pembayaran masih terus dilakukan, mengingat batas waktu pembayaran PBB masih berlangsung hingga September 2026.
“Kami tidak berpuas diri dengan capaian angka ini. Kami masih menyisir mana yang belum bayar, mana yang belum sempat. Karena deadline-nya sampai September,” ujarnya.

Ia mengatakan sebagian wajib pajak memang memiliki waktu pembayaran masing-masing, termasuk perusahaan yang terkadang menyesuaikan pembayaran dengan jadwal keuangan internal.
Karena itu, kelurahan tetap melakukan pendekatan dan imbauan sekaligus memperbarui data perpajakan di wilayahnya.

Hauwera menambahkan, capaian PBB di tingkat kelurahan juga terus mendapat evaluasi dari Pemerintah Kota Sukabumi. Para lurah secara rutin mengikuti rapat pimpinan dan evaluasi bulanan yang turut membahas perkembangan realisasi PBB.
“Untuk PBB ini terkhusus kita ada KPI. Setiap bulan diperiksa KPI-nya dan kami juga ada rapim bersama wali kota langsung. Jadi wali kota turun langsung untuk mengecek realisasi PBB kita per bulan,” tuturnya.

Menurutnya, mekanisme evaluasi tersebut membuat seluruh kelurahan berlomba meningkatkan kinerja. Sebanyak 33 kelurahan di Kota Sukabumi terpacu untuk bergerak aktif mengejar realisasi PBB melalui berbagai strategi pelayanan dan pendekatan kepada masyarakat.

Bagi Hauwera, capaian Gedong Panjang bukan sekadar angka. Prestasi tersebut menjadi cerminan meningkatnya kesadaran masyarakat sekaligus hasil dari pelayanan pemerintah yang semakin dekat dengan warga.
“Terima kasih banyak kepada masyarakat Kelurahan Gedong Panjang, khususnya Pak RT dan Pak RW yang sudah berjibaku bersama kami turun ke masyarakat. Alhamdulillah hari ini capaian kami cukup memuaskan dan menjadi peringkat pertama tingkat Kota Sukabumi,” pungkasnya.

Bagikan Pelitasukabumi.id

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *