Produksi Sampah Kota Sukabumi Tembus 190 Ton per Hari, Bobby Maulana Dorong Pengurangan dari Sumber

Wartawan Usep Mulyana

Pelitasukabumi.id – Volume sampah harian di Kota Sukabumi kembali mengalami peningkatan. Wakil Wali Kota Sukabumi Bobby Maulana menyebut produksi sampah kini mencapai sekitar 190 ton per hari atau bertambah sekitar tiga ton dibanding sebelumnya yang berada di angka 187 ton per hari.

Kondisi tersebut menjadi tantangan tersendiri di tengah kebijakan pemerintah pusat yang mengharuskan daerah mengharuskan pemerintah menghentikan open dumping di Tempat Pembuangan Akhir (TPA).

Pernyataan tersebut disampaikan Bobby Maulana usai menghadiri kegiatan Bazar Bayar Pake Sampah di Lapang Merdeka, Sabtu (1/8/2026).

Menurutnya, persoalan utama yang dihadapi bukan sekadar meningkatnya volume sampah, tetapi juga kesiapan daerah dalam menerapkan sistem pengelolaan sampah yang lebih ramah lingkungan.

Bobby menjelaskan, hingga kini pengelolaan di TPA Cikundul masih dilakukan melalui rekayasa teknis.

Material sampah diatur dengan metode penggalian dan penimbunan sebagai langkah sementara sambil menunggu solusi yang lebih permanen.

Ia menilai, upaya paling realistis yang dapat dilakukan saat ini adalah mengurangi jumlah sampah yang masuk ke TPA. Langkah tersebut harus dimulai dari masyarakat melalui kebiasaan memilah sampah sejak dari rumah.

Menurut Bobby, sampah organik memiliki nilai manfaat apabila diolah menjadi kompos, sedangkan sampah anorganik dapat disalurkan ke bank sampah atau pengepul sehingga tidak seluruhnya berakhir di TPA.

Cara tersebut dinilai mampu menekan tonase sampah secara bertahap.

Baca Juga :  ASN Kota Sukabumi Mulai Nikmati Gaji Ke-13, Proses Pencairan Berlaku Hari ini

Selain edukasi kepada masyarakat, Pemerintah Kota Sukabumi juga terus membuka peluang kerja sama dengan pihak swasta untuk menghadirkan teknologi pengolahan sampah.

Namun, Bobby mengakui besaran produksi sampah Kota Sukabumi yang hanya sekitar 190 ton per hari belum cukup menarik bagi investor berskala besar.

Ia menjelaskan, teknologi modern seperti waste-to-energy umumnya membutuhkan pasokan sampah sedikitnya 1.500 ton per hari agar layak secara ekonomi.

Karena itu, Kota Sukabumi dinilai masih belum memenuhi skala yang dibutuhkan untuk investasi pengolahan sampah berteknologi tinggi.

Bobby juga mengungkapkan opsi mengirim sampah ke fasilitas waste-to-energy di daerah lain belum menjadi solusi yang efisien.

Meskipun biaya pengolahan relatif ringan, pemerintah tetap harus menanggung ongkos transportasi, proses pemilahan, hingga biaya operasional lainnya yang cukup besar.

Sebagai langkah jangka pendek, Pemkot Sukabumi memperkuat pelayanan pengangkutan sampah dengan menambah jam operasional armada serta meningkatkan frekuensi pengangkutan di sejumlah kawasan, terutama wilayah pusat kota, guna mencegah terjadinya penumpukan sampah.

Bobby berharap dukungan masyarakat menjadi faktor utama dalam mengatasi persoalan sampah di Kota Sukabumi.

Menurutnya, perubahan perilaku melalui pemilahan sampah dari hulu hingga hilir menjadi kunci untuk mengurangi beban TPA Cikundul sembari menunggu terwujudnya sistem pengelolaan sampah yang lebih modern dan berkelanjutan.

Bagikan Pelitasukabumi.id

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *