Wartawan Usep Mulyana
Pelitasukabumi.id – Kepala Pusat Pengelolaan Pendapatan Daerah (PPPD) atau Samsat Kota Sukabumi, H. Iwan Juanda, memastikan peningkatan kesadaran masyarakat dalam membayar pajak kendaraan bermotor.
Target tersebut diimplementasikanmelalui pelaksanaan Operasi Gabungan (Opsgab) yang digelar bersama lintas instansi di sejumlah titik strategis Kota Sukabumi. Opsgab hari ketiga dipusatkan di kawasan Jalan KH Ahmad Sanusi atau Taman Nobar.

Kegiatan tersebut menjadi bagian dari langkah aktif BPKPD Jawa Barat melalui Samsat Kota Sukabumi dalam mengoptimalkan penerimaan pajak kendaraan sekaligus meningkatkan kepatuhan administrasi kendaraan di masyarakat.
Iwan mengatakan, pelaksanaan Opsgab tidak hanya berfokus pada penindakan, tetapi lebih kepada edukasi dan membangun kesadaran wajib pajak agar memahami pentingnya kontribusi pajak bagi pembangunan daerah.

“Kami ingin masyarakat memahami bahwa pajak kendaraan yang dibayarkan nantinya kembali lagi untuk kepentingan masyarakat, mulai dari infrastruktur jalan, jembatan hingga pelayanan publik lainnya,” ujarnya, Kamis (7/5/2026).
Dia menambahkan, pelaksanaan Opsgab periode Mei 2026 ini merupakan agenda yang sebelumnya direncanakan pada April lalu. Namun pelaksanaannya mengalami penyesuaian karena bertepatan dengan Ramadan dan Idulfitri.
Dalam pelaksanaan di lapangan, petugas gabungan setiap hari memeriksa ratusan kendaraan roda dua maupun roda empat. Dari hasil pemeriksaan tersebut, masih ditemukan sejumlah kendaraan yang belum memenuhi kewajiban pajak.
“Setiap hari ada ratusan kendaraan yang diperiksa. Bagi yang belum membayar pajak, kami berikan surat pernyataan sekaligus edukasi agar segera menyelesaikan kewajibannya,” jelas Iwan.
Ia menyebutkan, respons masyarakat terhadap pelayanan pembayaran pajak di lokasi Opsgab cukup positif. Hal itu terlihat dari meningkatnya nominal pembayaran pajak kendaraan bermotor selama pelaksanaan operasi berlangsung.
Pada hari pertama di kawasan Ciaul, pembayaran pajak di tempat mencapai sekitar Rp22 juta. Sementara pada hari kedua di Jalan Otista meningkat menjadi sekitar Rp52 juta.
“Alhamdulillah ada peningkatan. Mudah-mudahan sampai hari ketiga ini capaian pembayaran pajak di lokasi Opsgab bisa menembus sekitar Rp100 juta,” katanya.
Di tengah tantangan capaian penerimaan pajak kendaraan bermotor di Jawa Barat yang masih berada di kisaran 30 persen hingga Mei 2026, Iwan menilai kesadaran masyarakat menjadi faktor penting dalam mendukung optimalisasi pendapatan daerah.
Meski demikian, ia mengungkapkan bahwa Samsat Kota Sukabumi masih mampu berada di jajaran papan tengah atas se-Jawa Barat dalam capaian penerimaan pajak kendaraan.
“Ini menjadi motivasi bagi kami untuk terus meningkatkan pelayanan sekaligus mengedukasi masyarakat agar lebih tertib membayar pajak,” ungkapnya.
Iwan menambahkan, BPKPD Jawa Barat bersama Samsat Kota Sukabumi akan terus menghadirkan berbagai langkah jemput bola guna mempermudah masyarakat dalam memenuhi kewajiban pajak kendaraan bermotor.
“Kami berharap masyarakat semakin sadar bahwa pajak yang dibayarkan memiliki manfaat besar untuk pembangunan daerah dan kesejahteraan bersama,” pungkasnya.

