Wartawan : Iyus Firdaus
Pelitasukabumi.id – Inovasi Promosi Pariwisata (PROSA) Kota Sukabumi berhasil masuk jajaran Top 30 Kompetisi Inovasi Jawa Barat (KIJB) 2026. Pencapaian tersebut menjadi dorongan bagi pemerintah daerah untuk memperkuat strategi promosi wisata, khususnya dalam menghadapi peluang peningkatan kunjungan setelah beroperasinya Tol Bogor-Ciawi-Sukabumi (Bocimi).
Kepala Bidang Penelitian dan Pengembangan Bappeda Kota Sukabumi, Wahyu Retnaningtyas Utami, S.H., M.H., mengungkapkan bahwa PROSA merupakan salah satu dari empat inovasi yang berhasil lolos seleksi administrasi KIJB 2026.
“Proses penjaringan inovasi tahun ini berlangsung cukup ketat. Dari total 82 inovasi yang mengikuti KIJB, hanya 65 inovasi yang dapat dikirimkan untuk mengikuti kompetisi karena 17 lainnya belum memenuhi kelengkapan persyaratan administrasi,” kata Wahyu yang akrab disapa Ira, Selasa (3/11/2026).
Ia menambahkan, dari 65 inovasi yang masuk seleksi, sebanyak empat inovasi dinyatakan lolos administrasi setelah melalui proses penilaian BP2D Jawa Barat.
Keempatnya yakni Gerbangsari (Gerakan Bangun Sindangsari Sehat dan Mandiri), PROSA (Promosi Pariwisata), Cinta Dila (Kita Peduli Lansia), serta Rindu (Ruang Inovasi dan Diskusi) yang digagas Bappeda melalui bidang penelitian dan pengembangan.
Dari empat inovasi tersebut, PROSA berhasil melangkah hingga masuk Top 30 KIJB 2026. Tahapan wawancara terhadap inovasi tersebut juga telah dilaksanakan, sedangkan hasil akhir kompetisi masih menunggu pengumuman yang diperkirakan berlangsung pada November 2026.
Lebih lanjut ia menjelaskan, kehadiran PROSA memiliki nilai strategis bagi pengembangan pariwisata Kota Sukabumi. Terlebih, rencana beroperasinya Tol Bocimi diperkirakan membuka peluang semakin besarnya mobilitas masyarakat dan kunjungan wisatawan ke kawasan Sukabumi.
“Potensi kunjungan wisata sebenarnya sudah terlihat, terutama pada akhir pekan. Meskipun sebagian besar wisatawan mengarah ke wilayah Kabupaten Sukabumi, Kota Sukabumi juga memiliki peluang besar untuk menarik pengunjung melalui sektor jasa, perdagangan, dan wisata kuliner,” ungkapnya.
Karena itu tuturnya, promosi pariwisata perlu dikemas lebih kreatif dengan menggali berbagai potensi yang dimiliki daerah. Sebab, daya tarik wisata tidak semata-mata berkaitan dengan wisata alam, tetapi juga mencakup kuliner, sejarah, budaya, serta pengalaman menjelajahi kawasan perkotaan.
Dalam pengembangannya, PROSA dirancang melalui lima komponen utama. Pertama, penguatan identitas destinasi melalui penyusunan branding, kalender kegiatan, paket wisata tematik, serta narasi destinasi yang konsisten sehingga karakter pariwisata Kota Sukabumi semakin dikenal.
Lalu transformasi promosi digital dengan mengoptimalkan media sosial resmi, memproduksi konten kreatif dan video promosi, memanfaatkan user generated content, serta menjalin kolaborasi dengan para kreator konten.
Berikutnya, pengembangan experiential tourism atau wisata berbasis pengalaman. Sejumlah program yang dikembangkan meliputi walking tour, Sukabumi City Tour, heritage tour, culture tour, culinary tour, hingga tolerant tour. Berbagai kegiatan tersebut diharapkan memberikan pengalaman wisata yang lebih beragam kepada pengunjung.
Point berikutnya adalah membangun kolaborasi pembiayaan dengan melibatkan sponsor, BUMN, BUMD, sektor perbankan, serta komunitas. Strategi ini menjadi salah satu upaya mengoptimalkan promosi pariwisata di tengah keterbatasan anggaran pemerintah.
Terakhir pemanfaatan data dan evaluasi sebagai dasar pengambilan keputusan. Pelaksanaannya dilakukan melalui pemantauan jumlah peserta, jangkauan media, keterlibatan mitra, serta hasil publikasi dari berbagai kegiatan promosi.
Wahyu menegaskan, inti dari PROSA adalah bagaimana Kota Sukabumi mampu mengemas dan memperkenalkan potensi pariwisatanya secara menarik, efektif, dan inovatif meskipun dihadapkan pada keterbatasan anggaran.
Dengan masuknya PROSA dalam Top 30 KIJB 2026, diharapkan inovasi tersebut dapat terus dikembangkan sebagai salah satu strategi memperkuat daya saing pariwisata daerah.
“Peluang setelah beroperasinya Tol Bocimi perlu dipersiapkan sejak dini agar Kota Sukabumi tidak hanya menjadi jalur perlintasan, tetapi juga tujuan wisata yang mampu memberikan dampak terhadap pertumbuhan ekonomi masyarakat,” pungkasnya.

