Wartawan Iyus Firdaus
Pelitasukabumi.id – Wali Kota Sukabumi Ayep Zaki mengajak generasi muda untuk melanjutkan semangat Sumpah Pemuda dengan menghadirkan perubahan nyata bagi masyarakat.
Ayep mengatakan, persatuan bangsa yang telah diperjuangkan para pendahulu harus dilanjutkan dengan upaya mewujudkan keadilan, memperluas kesempatan, dan meningkatkan kesejahteraan secara merata.
Pesan tersebut disampaikan Ayep Zaki saat bertindak sebagai pembina upacara peringatan Hari Sumpah Pemuda ke-98 tingkat Kota Sukabumi di Plaza Pemda Kota Sukabumi, Jalan R. Syamsudin SH Nomor 25, Rabu (28/10/2026).
Upacara yang dimulai pukul 07.45 WIB itu diikuti sekitar 300 peserta dari unsur pemerintah daerah, TNI-Polri, organisasi kepemudaan, organisasi masyarakat, pelajar, dan mahasiswa.
Mengusung tema “Patriotik, Gigih, Berempati: Pemuda untuk Indonesia”, peringatan tersebut menjadi momentum untuk memperkuat kontribusi generasi muda dalam pembangunan.
Ayep menegaskan, semangat Sumpah Pemuda tidak cukup dimaknai sebagai simbol persatuan, tetapi harus diwujudkan melalui tindakan yang memberikan manfaat bagi kehidupan masyarakat.
“Mengingat sejarah masa lalu, peristiwa Sumpah Pemuda 1928, ketika para pemuda mengikrarkan satu tanah air, satu bangsa, dan satu bahasa, yakni Indonesia. Ikrar tersebut menjadi tonggak penting yang memperkuat persatuan di tengah keberagaman bangsa,” kata dia.
Dia menambahkan, tiga dekade kemudian, Deklarasi Djuanda 1957 kembali menegaskan kesatuan wilayah Indonesia.
Rangkaian sejarah itu, menurutnya, menunjukkan kemampuan bangsa dalam menyatukan perbedaan, mempersatukan wilayah Nusantara, serta membangun cita-cita bersama untuk menjadi bangsa yang kuat dan berdaulat.
Namun, Ayep menilai masih terdapat pekerjaan besar yang harus diselesaikan setelah hampir satu abad Sumpah Pemuda, yakni mewujudkan satu kemakmuran.
“Kita telah bersatu sebagai bangsa, namun kesejahteraan belum sepenuhnya dirasakan secara merata oleh seluruh rakyat Indonesia,” ujarnya.
Lebih lanjut wali kota juga menyatakan, persatuan harus membawa dampak nyata bagi kehidupan masyarakat.
Semangat kebangsaan tidak boleh berhenti pada kesamaan identitas dan keutuhan wilayah, tetapi perlu diwujudkan melalui keadilan, kesempatan yang setara, serta kesejahteraan yang dapat dirasakan seluruh warga.
Karena itu, generasi muda dituntut memiliki karakter patriotik, gigih, dan berempati. Patriotisme harus tercermin dalam kecintaan terhadap tanah air, kegigihan diwujudkan melalui upaya menciptakan kemajuan, sedangkan empati menjadi landasan untuk memperhatikan masyarakat yang belum menikmati hasil pembangunan secara optimal.
Ayep juga mengajak pemuda, pemerintah, dunia usaha, dan seluruh elemen masyarakat untuk bersama-sama membangun Kota Sukabumi yang memberikan ruang bagi warganya untuk belajar, bekerja, berusaha, dan berkarya.
Ia menginginkan kemajuan daerah tidak hanya diukur melalui pembangunan fisik atau pertumbuhan ekonomi, tetapi juga dari peningkatan kesejahteraan masyarakat.
Kota Sukabumi diharapkan terus berkembang tanpa meninggalkan kelompok masyarakat yang membutuhkan kesempatan untuk meningkatkan taraf hidupnya.
“Mari jadikan Kota Sukabumi sebagai bagian gerakan besar menuju Satu Kemakmuran, dari Sukabumi untuk Indonesia dan untuk dunia,” menjadi pesan penutup yang ditekankan dalam amanat tersebut.
Upacara peringatan Hari Sumpah Pemuda ke-98 ini turut dihadiri Ketua DPRD Kota Sukabumi Wawan Juanda, Dandim 0607/Kota Sukabumi Letkol Inf Beny Syafri.
Turut hadir Ketua Pengadilan Negeri Kota Sukabumi Eko Julianto, Kapolsek Cikole Kompol Usep Nurdin, Sekretaris Daerah Kota Sukabumi Andang Tjahjandi, serta unsur penyelenggara pemilu, perangkat daerah, dan organisasi kemasyarakatan.
Ketua DPD KNPI Kota Sukabumi Sudar Fauzi juga hadir bersama perwakilan organisasi kepemudaan.
Peserta upacara berasal dari berbagai unsur, di antaranya Dinas Perhubungan, Satpol PP dan Damkar, BPBD, KORPRI, PGRI, organisasi masyarakat, Pramuka, PMI, serta pelajar dan mahasiswa.
Rangkaian upacara berlangsung tertib dan kondusif hingga selesai sekitar pukul 08.30 WIB. Peringatan ini diharapkan tidak sekadar menjadi agenda seremonial tahunan, tetapi menjadi pengingat bahwa generasi muda memiliki tanggung jawab untuk meneruskan perjuangan bangsa melalui karya, kepedulian sosial, dan kontribusi nyata bagi pemerataan kesejahteraan masyarakat.

