Wartawan Iyus Firdaus
Pelitasukabumi.id – Memasuki tahun kedua kepemimpinan Wali Kota Sukabumi Ayep Zaki bersama Wakil Wali Kota Bobby Maulana, Pemerintah Kota Sukabumi terus mengembangkan program unggulan yang menyasar peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM), penguatan ekonomi masyarakat, hingga pemberdayaan lingkungan di tingkat kewilayahan.
Salah satu program yang menjadi perhatian adalah Beasiswa Bercahaya. Program yang dicanangkan Ayep Zaki tersebut dirancang sebagai strategi jangka panjang untuk meningkatkan mutu SDM sekaligus menekan angka kemiskinan dan pengangguran di Kota Sukabumi.
Pada 2026 Pemkot Sukabumi mengalokasikan anggaran sekitar Rp1.073.250.000 untuk membiayai pendidikan 333 mahasiswa asal Kota Sukabumi. Bahkan yang menggembirakan di 2027 anggaran beasiswa diperkirakan akan mengalami peningkatan.
Kehadiran program ini diharapkan dapat memperluas akses pendidikan tinggi bagi masyarakat, terutama mereka yang membutuhkan dukungan pembiayaan.
Kepala Bidang Perencanaan, Pengendalian, dan Evaluasi Pembangunan Daerah (PPED), Asep Supriadi, SKM., M.Tr.AP.. menjelaskan bahwa evaluasi tahun kedua kepemimpinan kepala daerah perlu melihat perkembangan program-program yang telah berjalan, termasuk penambahan program unggulan serta berbagai tantangan dalam merealisasikan agenda pembangunan.
Selain beasiswa, sejumlah program yang telah dikembangkan pemerintahan saat ini juga menyasar kelompok masyarakat yang memiliki peran penting dalam kehidupan sosial dan ekonomi.
Di antaranya dukungan bagi guru ngaji, marbot, guru madrasah, serta pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).
Pada sektor pemberdayaan masyarakat, Pemkot Sukabumi juga menggelontorkan anggaran sebesar Rp8,9 miliar untuk Program Pemberdayaan Rukun Warga (P2RW).
Program ini menjadi salah satu instrumen pembangunan berbasis kewilayahan yang diarahkan untuk mendukung kebutuhan masyarakat melalui lingkungan RW.
Sementara itu, dukungan terhadap calon Pekerja Migran Indonesia (PMI) diwujudkan melalui pemberian subsidi sebesar Rp2,5 juta. Bantuan tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah daerah dalam mendukung masyarakat yang akan bekerja di luar negeri.
Meski sejumlah program terus dikembangkan, tidak seluruh agenda pembangunan dapat direalisasikan dengan mudah.
Salah satu pekerjaan rumah yang masih membutuhkan upaya lebih lanjut adalah rencana revitalisasi Stadion Suryakencana atau Stadion Surkencana.
Rencana tersebut membutuhkan persiapan teknis dan dukungan pendanaan yang tidak sedikit. Pemerintah kota perlu mengupayakan sumber pembiayaan dari pihak ketiga.
Selain persoalan anggaran, keterbatasan lahan dan aksesibilitas di kawasan Stadion Suryakencana menjadi tantangan tersendiri. Pengaturan arus kendaraan, penguraian kemacetan secara optimal perlu diperhitungkan agar stadion dapat beroperasi sesuai kebutuhan.
Penataan fasilitas juga menjadi bagian penting dalam rencana revitalisasi. Sejumlah bagian stadion yang mengalami kerusakan akibat penggunaan untuk berbagai kegiatan, membutuhkan evaluasi dan pembenahan menyeluruh agar fasilitas olahraga tersebut dapat memenuhi persyaratan yang ditetapkan.
Dari sisi teknis, Pemkot Sukabumi masih perlu menyiapkan perencanaan yang matang, termasuk menjajaki kebutuhan konsultan perencana untuk memastikan rancangan stadion memenuhi standar nasional yang dituju.
Evaluasi tahun kedua Ayep Zaki memimpin dengan demikian tidak hanya berkaitan dengan jumlah program yang diluncurkan dan besaran anggaran yang dialokasikan, tetapi juga menyangkut kemampuan pemerintah daerah menjaga keberlanjutan program serta mengatasi hambatan pembangunan.
Program Beasiswa Bercahaya, dukungan bagi kelompok masyarakat, P2RW, dan subsidi calon PMI menjadi bagian dari agenda yang telah dikembangkan.
Adapun revitalisasi Stadion Suryakencana masih memerlukan langkah lanjutan, terutama dalam pemenuhan kebutuhan anggaran, kesiapan teknis, serta penataan akses dan fasilitas.
Asep juga mengatakan, evaluasi pembangunan daerah menjadi penting untuk melihat sejauh mana program-program tersebut berjalan dan bagaimana pemerintah kota menindaklanjuti berbagai tantangan pembangunan ke depan.

