Katalog Keramik Museum Prabu Siliwangi Ungkap Kekayaan Sejarah Nusantara

Wartawan Iyus Firdaus

Pelitasukabumi.id – Jejak hubungan perdagangan antarbangsa sejak abad ke-8 Masehi menjadi salah satu catatan penting dalam peluncuran buku katalog keramik Museum Prabu Siliwangi.

Melalui dokumentasi koleksi bersejarah ini, kekayaan peninggalan masa lampau diharapkan semakin mudah dipelajari sekaligus menjadi daya tarik wisata budaya di Kota Sukabumi.

Buku katalog tersebut disusun melalui penelitian Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) selama tiga bulan terhadap hampir 350 koleksi keramik yang tersimpan di Museum Prabu Siliwangi.

Dari ratusan benda itu, tim peneliti menyeleksi sejumlah sampel untuk mendokumentasikan keragaman asal-usul dan periode sejarahnya.

Pimpinan Ponpes Al-Fath, KH Fajar Laksana, yang mewakili keluarga besar pewaris koleksi museum, mengatakan keramik yang masuk dalam katalog berasal dari berbagai negara dan masa peradaban. Rentang usianya mulai abad ke-8 hingga abad ke-20 Masehi.

Sejumlah koleksi berasal dari China, Inggris, Belanda, Thailand, hingga Nusantara pada masa Kerajaan Majapahit.

Keberagaman tersebut menjadi petunjuk historis mengenai hubungan masyarakat lintas wilayah yang telah terjalin jauh sebelum Indonesia merdeka.

“Dari abad ke-8 Masehi sudah terjadi perdagangan internasional. Sudah berkunjung dari beberapa negara ke Indonesia, dibuktikan dengan adanya keramik ini,” ungkap KH Fajar, Rabu (14/10/2026).

Menurutnya, keramik bukan sekadar benda koleksi, melainkan bagian dari sumber pengetahuan untuk membaca perjalanan sejarah Indonesia.

Keberadaan benda-benda tersebut memperlihatkan adanya interaksi antarbangsa yang meninggalkan jejak dalam kehidupan dan kebudayaan masyarakat Nusantara.

Karena itu, penyusunan katalog dinilai penting untuk mengubah kekayaan koleksi museum menjadi dokumentasi yang dapat dipelajari secara lebih luas.

Informasi mengenai asal-usul dan latar belakang keramik diharapkan membantu masyarakat memahami nilai sejarah di balik setiap benda.

KH Fajar menjelaskan, koleksi keramik Museum Prabu Siliwangi merupakan warisan keluarga besar Raden Sumawinata.

Benda-benda tersebut dihimpun dari peninggalan leluhur, kemudian dirawat dan disimpan agar tetap terpelihara sebagai bagian dari warisan sejarah keluarga.

Melalui buku katalog, masyarakat tidak hanya dapat mengenal koleksi dengan berkunjung langsung ke museum, tetapi juga mempelajarinya melalui dokumentasi tertulis.

Baca Juga :  Jelang Ajaran Baru Sekolah Tukang Pangkas Rambut Banjir Order

Kehadiran katalog ini membuka peluang bagi peneliti, akademisi, dan masyarakat untuk menelusuri kekayaan sejarah yang tersimpan di dalamnya.

Pemanfaatannya juga diarahkan pada dunia pendidikan. Museum Prabu Siliwangi membuka peluang bagi sekolah, pesantren, dan perguruan tinggi untuk menjadikan koleksi keramik sebagai sarana pembelajaran sejarah dan kebudayaan, sehingga pengetahuan tentang peninggalan masa lampau dapat menjangkau generasi muda.

Di sektor pariwisata, pengembangan koleksi keramik diharapkan memberikan nilai tambah bagi Kota Sukabumi.

Kehadiran museum keramik sebagai bagian khusus dari Museum Prabu Siliwangi diproyeksikan memperkaya pilihan destinasi wisata sejarah dan budaya bagi masyarakat maupun wisatawan dari luar daerah.

“Ini akan menjadi tambahan keunggulan bagi Kota Sukabumi karena dibuat museum tersendiri yang disebut museum keramik dari Museum Prabu Siliwangi. Tentunya ini akan menjadi destinasi wisata baru dan menambah kunjungan wisata ke Kota Sukabumi,” tuturnya.

Untuk memperluas akses publik, buku katalog tersebut diterbitkan secara resmi oleh Halifah Mediatama dan telah memiliki ISBN.

Buku ini direncanakan masuk ke Perpustakaan Nasional serta didistribusikan ke berbagai perpustakaan di Indonesia, sehingga berpeluang menjadi salah satu bahan rujukan di lingkungan pendidikan dan perguruan tinggi.

Katalog tersebut juga direncanakan tersedia dalam format digital melalui penerbit. Kehadiran versi digital diharapkan memudahkan masyarakat mengakses dokumentasi koleksi tanpa terbatas jarak dan waktu.

Meski demikian, buku yang diperlihatkan saat peluncuran masih berupa dummy atau contoh awal, bukan cetakan final.

Adapun bentuk akhir dan ketersediaan versi digital akan mengikuti proses penerbitan yang disiapkan oleh Halifah Mediatama.

Peluncuran katalog ini menjadi langkah strategis untuk menjaga warisan keluarga sekaligus membuka ruang pemanfaatan koleksi museum secara lebih luas.

Dengan dukungan dokumentasi, pendidikan, penelitian, dan pengembangan wisata budaya, keramik bersejarah Museum Prabu Siliwangi diharapkan semakin dikenal sebagai bagian penting dari kekayaan sejarah yang dimiliki Kota Sukabumi.

Bagikan Pelitasukabumi.id

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *