Wartawan Usep Mulyana
Pelitasukabumi.id – Warga Kompleks Perumahan Tiara Regensi, Dusun Limbangan, Desa Limbangan, Kecamatan Sukaraja, Kabupaten Sukabumi, memilih bergotong royong memperbaiki jalan lingkungan yang mengalami kerusakan.
Langkah tersebut dilakukan lantaran kondisi jalan semakin memprihatinkan, terutama saat intensitas hujan meningkat.
Jalan yang menjadi akses aktivitas harian warga itu dinilai membutuhkan penanganan agar tidak semakin sulit dilalui.
Kepala Desa Limbangan, Deden Wikanda, mengatakan persoalan infrastruktur jalan di kawasan tersebut sebenarnya sudah menjadi perhatian pemerintah desa.
Bahkan, usulan perbaikannya telah beberapa kali disampaikan melalui mekanisme Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang).
“Kami sudah berupaya, sudah dinaikkan ke Musrenbang, sudah masuk ke SIPD,” kata Deden kepada wartawan, Selasa (6/10/2026).
Menurutnya, usulan perbaikan jalan tersebut kurang lebih telah disampaikan sebanyak dua kali. Meski belum terealisasi, pemerintah desa akan kembali membawa kebutuhan tersebut dalam pembahasan Musrenbang berikutnya.
“Kurang lebih dua kali, kalau tidak salah. Mungkin sekarang pun mau kita angkat lagi, mau dimasukkan lagi,” ujarnya.
Deden menjelaskan, Perumahan Tiara Regensi merupakan perumahan subsidi yang masuk wilayah administratif Desa Limbangan.
Berdasarkan komunikasi dengan pihak pengembang, kawasan tersebut disebut telah diserahterimakan kepada pemerintah daerah.
“Tiara Regensi itu adalah betul perumahan subsidi yang berada di Dusun Limbangan, Desa Limbangan, Kecamatan Sukaraja. Perumahan Tiara Regensi itu sudah diserahterimakan,” ungkapnya.
Ia menyebut belum mengetahui secara pasti kendala yang membuat perbaikan jalan belum terealisasi. Sebab, dari sisi pemerintah desa, proses pengajuan kebutuhan tersebut telah ditempuh melalui tahapan perencanaan pembangunan.
Dalam mekanismenya, usulan dibahas terlebih dahulu pada Musrenbang tingkat desa.
Selanjutnya, aspirasi tersebut dibawa ke tingkat kecamatan untuk mengikuti tahapan perencanaan berikutnya. Pemerintah desa juga memasukkan usulan melalui SIPD.
Kondisi jalan yang rusak semakin terasa karena akses tersebut digunakan oleh masyarakat dalam jumlah cukup besar. Kawasan Tiara Regensi saat ini terdiri dari tiga RW dengan jumlah penghuni kurang lebih mencapai 900 kepala keluarga.
Kerusakan paling berat, kata Deden, terdapat pada jalur utama yang menghubungkan kawasan Blok A hingga Blok F.
Sementara jalan dari Blok F menuju Blok K, termasuk Blok J dan I, kondisinya relatif lebih baik karena kawasan tersebut merupakan bagian dari pembangunan tahap kedua.
“Yang lebih rusak, apalagi sekarang menghadapi cuaca, hujan terus, sehingga tambah rusak,” katanya.
Di tengah belum terealisasinya pembangunan melalui program pemerintah, warga kemudian mengambil inisiatif melakukan perbaikan secara swadaya.
Upaya tersebut menunjukkan kebutuhan terhadap akses jalan memang cukup mendesak bagi masyarakat yang setiap hari menggunakannya.
Deden menambahkan, pemerintah desa kini kembali mempersiapkan pembahasan berbagai kebutuhan pembangunan untuk agenda Musrenbang selanjutnya.
Para ketua RW, lembaga desa, dan pihak terkait telah diundang untuk menyampaikan serta menginventarisasi kebutuhan masyarakat.
Persoalan jalan Tiara Regensi pun akan kembali didorong dalam forum tersebut, dengan harapan usulan yang sebelumnya telah masuk dalam perencanaan dapat kembali diperjuangkan sesuai tahapan dan kewenangan pemerintah.

