Bobby Maulana Dorong Gerakan Sampah Dimulai dari Rumah, Restu Bumi Perkuat Ekonomi Sirkular

Wartawan Iyus Firdaus

Pelitasukabumi.id – Persoalan sampah di Kota Sukabumi tak cukup diselesaikan dengan mengandalkan petugas kebersihan dan tempat pembuangan akhir. Perubahan justru harus dimulai dari sumbernya, yakni rumah tangga.

Wakil Wali Kota Sukabumi Bobby Maulana menegaskan pentingnya membangun kesadaran masyarakat untuk memilah dan mengelola sampah sejak dari rumah. Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah mengurangi beban sampah yang selama ini berakhir di TPA Cikundul.

Orang nomor dua di Pemkot Sukabumi itu menuturkan, kebiasaan membuang sampah tanpa memilah harus mulai ditinggalkan.

Masyarakat perlu memahami bahwa sampah organik, anorganik, hingga residu memiliki karakter dan cara pengelolaan yang berbeda.

Karena itu, Pemerintah Kota Sukabumi bersama Dinas Lingkungan Hidup (DLH) terus memperluas sosialisasi pengelolaan sampah hingga ke lingkungan masyarakat.

Bobby juga mengungkapkan rencana pemerintah untuk mengaktifkan kembali Tempat Pengolahan Sampah Reduce, Reuse, Recycle (TPS 3R) yang selama ini belum seluruhnya berjalan optimal.

Dari sekitar 12 hingga 13 TPS 3R yang tersedia di Kota Sukabumi, pemerintah menargetkan sedikitnya separuhnya dapat kembali diaktifkan pada 2027, tentunya dengan dukungan anggaran yang memadai.

“Yang paling penting sebenarnya dari hulunya, dari rumah tangga. Sampah harus dipilah sejak dari rumah, antara organik, anorganik dan residu,” tegas Bobby, usai kegiatan World Clean Up Day tingkat Kota Sukabumi, Ahad (20/9/2026).

Ia menilai, selama penanganan sampah hanya berfokus di hilir, persoalan tidak akan pernah benar-benar selesai.

Sampah yang sudah bercampur akan semakin sulit diolah dan pada akhirnya menambah beban tempat pembuangan akhir.

Karena itu, gerakan pengelolaan sampah harus dibangun secara bersama-sama. Tidak hanya pemerintah, tetapi juga kelurahan, RW, RT hingga setiap keluarga memiliki peran masing-masing.

Salah satu langkah yang didorong adalah pembentukan satuan tugas (satgas) sampah di tingkat RT.

Baca Juga :  Melalui KKNP-PTLP, Taruna/i STPN Ikut Andil dalam Pemutakhiran Data Digital Pertanahan

Satgas tersebut nantinya dapat mengambil sampah dari rumah ke rumah sekaligus mengedukasi warga agar memilah sampah sebelum diserahkan.

Dengan pola itu, sampah yang diangkut tidak lagi bercampur.

Sampah organik dapat diolah menjadi kompos atau dimanfaatkan melalui lubang biopori, sedangkan sampah anorganik dapat dipilah kembali untuk didaur ulang atau memiliki nilai ekonomi.

Semangat tersebut turut diperkuat Ketua Restu Bumi Kia Prolita. Menurutnya, pengelolaan sampah di tingkat lingkungan bukan sekadar persoalan kebersihan, tetapi juga dapat membuka peluang pemanfaatan sampah menjadi sesuatu yang produktif.

Sejumlah wilayah, kata Kia, mulai mengembangkan pengolahan sampah organik melalui biopori hingga pemanfaatannya sebagai pupuk untuk tanaman hidroponik.

“Jadi sampah yang tadinya harus dibuang, kita kelola supaya mempunyai nilai ekonomis,” ujarnya.

Konsep tersebut menjadi gambaran bahwa pengelolaan sampah dapat diarahkan pada ekonomi sirkular.

Sampah organik tidak berhenti sebagai limbah, tetapi kembali dimanfaatkan untuk mendukung kebutuhan lain di lingkungan masyarakat.

Kia menilai, perubahan seperti itu harus terus diperluas melalui edukasi dan pendampingan yang konsisten.

Masyarakat perlu melihat sampah bukan semata-mata sebagai sesuatu yang harus segera dibuang, melainkan sebagai material yang masih bisa dimanfaatkan.

Melalui sosialisasi dan kegiatan clean-up day, kesadaran tersebut terus dibangun dari tingkat kelurahan hingga lingkungan RT dan RW.

Pada akhirnya, keberhasilan pengelolaan sampah tidak hanya ditentukan oleh seberapa banyak sampah yang berhasil diangkut, tetapi juga seberapa sedikit sampah yang harus dibuang ke tempat pembuangan akhir.

Dari rumah, sampah dipilah. Dari lingkungan, sampah dikelola. Dari sesuatu yang selama ini dianggap tidak berguna, masyarakat didorong menciptakan manfaat bahkan nilai ekonomi.

Bagikan Pelitasukabumi.id

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *