GPM Menyasar 35 Lokasi, Pemkot Sukabumi Perkuat Stabilitas Pangan

Wartawan Iyus Firdaus

Pelitasukabumi.id – Pemerintah Kota Sukabumi terus memperluas Gerakan Pangan Murah (GPM) untuk menjaga keterjangkauan harga kebutuhan pokok sekaligus menekan laju inflasi.

Program yang digagas Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian dan Perikanan (DKP3) Kota Sukabumi itu tahun ini ditargetkan menjangkau 35 lokasi di berbagai wilayah.

Pelaksanaan GPM berlangsung di kawasan Cipelang Herang, Kelurahan Karang Tengah, Selasa (11/8/2026). Kegiatan tersebut turut dipantau langsung Wali Kota Sukabumi Ayep Zaki.

Warga mendapat akses untuk membeli sejumlah bahan pangan pokok dengan harga lebih rendah dibandingkan harga pasar.

Komoditas yang disediakan dalam kegiatan tersebut antara lain beras, minyak goreng dan daging ayam. Kehadiran pangan bersubsidi harga itu diharapkan dapat membantu masyarakat memenuhi kebutuhan sehari-hari, terutama ketika harga sejumlah komoditas mengalami fluktuasi.

Wali Kota Sukabumi Ayep Zaki mengatakan, GPM menjadi salah satu langkah konkret pemerintah daerah dalam menjaga stabilitas harga pangan.

Menurutnya, pengendalian inflasi tidak hanya dilakukan melalui kebijakan, tetapi juga harus memberikan manfaat yang langsung dirasakan masyarakat.

Ayep mengungkapkan, pembiayaan kegiatan GPM kali ini bersumber dari hadiah penghargaan yang diterima Pemkot Sukabumi setelah meraih peringkat terbaik kedua dalam penanganan inflasi tingkat Jawa-Bali dari Kementerian Dalam Negeri.

“GPM kami dorong untuk terus berlanjut karena manfaatnya tidak hanya membantu masyarakat mendapatkan pangan dengan harga yang lebih terjangkau, tetapi juga mampu menggerakkan aktivitas ekonomi di lingkungan sekitar,” ujar Ayep.

Dia menambahkan, keberadaan UMKM dalam kegiatan GPM turut memperluas manfaat program. Selain masyarakat memperoleh kebutuhan pokok dengan harga terjangkau, pelaku usaha lokal juga mendapat ruang untuk memperkenalkan dan menjual produknya kepada warga.

Baca Juga :  Cuaca Ekstrem Landa Cisaat, Toko Mebel Rusak Parah Diterjang Angin Kencang

“GPM bukan hanya instrumen untuk membantu masyarakat mendapatkan pangan murah. Kegiatan ini juga menjadi ruang bagi UMKM untuk berjualan sehingga perputaran ekonomi di sekitar lokasi dapat semakin meningkat,” katanya.

Kepala Bidang Ketahanan Pangan DKP3 Kota Sukabumi Ade Darmawan menuturkan, pihaknya telah menyiapkan target pelaksanaan GPM di 35 lokasi yang tersebar di sejumlah kecamatan.

Perluasan lokasi dilakukan agar akses masyarakat terhadap pangan dengan harga terjangkau semakin merata.

Selain menambah titik pelaksanaan, DKP3 juga berupaya meningkatkan intensitas kegiatan. Dalam sebulan, GPM ditargetkan dapat digelar sekitar empat hingga delapan kali sesuai dengan kebutuhan dan kondisi di lapangan.

“Frekuensi pelaksanaan akan kami tingkatkan agar masyarakat di berbagai wilayah Kota Sukabumi memiliki akses yang lebih mudah terhadap bahan pangan pokok dengan harga yang terjangkau,” kata Ade.

Ade menambahkan, kesinambungan program tersebut diharapkan dapat membantu menjaga keseimbangan pasokan dan harga pangan di daerah. Penyebaran lokasi serta peningkatan frekuensi GPM menjadi bagian dari strategi agar manfaat program tidak hanya terkonsentrasi di satu wilayah.

Di sisi lain, pelibatan UMKM dinilai menjadi penguat dampak ekonomi GPM. Para pelaku usaha lokal dapat memanfaatkan kegiatan tersebut sebagai sarana memperluas pasar sekaligus meningkatkan transaksi secara langsung dengan masyarakat.

“GPM kami harapkan tidak berhenti sebagai program pengendalian inflasi, tetapi juga mampu mendorong perputaran ekonomi masyarakat. Dengan demikian, manfaatnya dapat dirasakan baik oleh konsumen maupun pelaku usaha,” pungkas Ade.

Bagikan Pelitasukabumi.id

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *