Kepercayaan Publik Sukabumi terhadap Layanan Ketenagakerjaan Meningkat Tajam

Wartawan Iyus Firdaus

Pelitasukabumi.id – Kinerja sektor ketenagakerjaan Kota Sukabumi menunjukkan tren positif sepanjang Januari hingga Mei 2026. Berbagai indikator utama, mulai dari pencari kerja, pelatihan vokasi, hingga penempatan Calon Pekerja Migran Indonesia (CPMI), mengalami peningkatan signifikan.

Hal ini merupakan sebuah indikator bahwa tingkat kepercayaan masyarakat makin tinggi terhadap komitmen pemerintah akan layanan ketenagakerjaan.

Wali Kota Sukabumi, Ayep Zaki, mengatakan capaian tersebut menjadi bukti bahwa kebijakan dan strategi pembangunan ketenagakerjaan yang dijalankan pemerintah daerah mulai menunjukkan hasil nyata.

“Alhamdulillah masyarakat telah memberikan kepercayaan yang sangat besar terhadap pilar ketenagakerjaan Kota Sukabumi. Ini menjadi indikasi bahwa strategi dan kebijakan yang kami jalankan sudah berada di jalur yang tepat,” ujarnya, Senin (15/6/2026).

Hingga Mei 2026 tercatat sebanyak 2.933 pencari kerja telah terdaftar. Dari jumlah tersebut, tren yang menonjol adalah meningkatnya minat masyarakat untuk bekerja di luar negeri melalui jalur resmi.

Pada Mei saja, dari 1.256 pencari kerja aktif, sebanyak 1.005 orang atau sekitar 80 persen mendaftar sebagai CPMI, sementara 251 orang memilih sektor pekerjaan domestik.

Ayep menambahkan, tingginya minat terhadap pasar kerja internasional dipengaruhi oleh peluang penghasilan yang lebih besar sekaligus meningkatnya kepercayaan masyarakat terhadap sistem penempatan resmi yang difasilitasi pemerintah.

“Penempatan kerja ke luar negeri menjadi salah satu solusi atas keterbatasan daya serap industri lokal. Selain peluangnya lebih luas, tingkat penghasilannya juga lebih tinggi,” jelasnya.

Untuk mendukung kebutuhan pasar kerja tersebut ujarnya, Pemerintah Kota Sukabumi terus memperkuat program pelatihan dan sertifikasi kompetensi. Sepanjang Mei 2026.

Jumlah peserta pelatihan CPMI mencapai 1.097 orang atau melonjak 661 persen dari target bulanan. Secara kumulatif, sebanyak 1.562 calon tenaga kerja telah mengikuti pelatihan dan sertifikasi kompetensi hingga Mei 2026.

Program pelatihan yang dikelola Dinas Tenaga Kerja Kota Sukabumi tidak hanya berfokus pada persiapan CPMI, tetapi juga mencakup berbagai keterampilan praktis seperti pengelasan, menjahit, barista, hingga public speaking.

Baca Juga :  ‎Diterjang Cuaca Ekstrem, Sebuah Rumah di Kelurahan Sukakarya Ambruk

“Kurikulum pelatihan dirancang dengan porsi praktik yang lebih besar agar peserta siap masuk dunia kerja dan memiliki kompetensi yang sesuai standar industri,” terang Ayep.

Di sektor penempatan kerja luar negeri, hingga Mei 2026 tercatat sebanyak 503 CPMI asal Kota Sukabumi telah berhasil ditempatkan secara resmi, termasuk keberangkatan 382 orang selama Mei. Angka tersebut jauh melampaui target yang ditetapkan.

Dia menilai keberhasilan penempatan tenaga kerja migran tidak hanya berdampak pada penurunan angka pengangguran, tetapi juga berpotensi meningkatkan perekonomian daerah melalui remitansi yang dikirim para pekerja kepada keluarganya di tanah air.

“Dalam jangka panjang, remitansi dari para pekerja migran akan membantu meningkatkan daya beli masyarakat, menggerakkan UMKM, dan memperkuat perekonomian daerah hingga tingkat kelurahan,” ungkapnya.

Atas capaian tersebut, Ayep mengapresiasi kinerja seluruh jajaran yang terlibat dalam pengembangan sektor ketenagakerjaan.

Ia menegaskan bahwa fokus pemerintah bukan sekadar mengirim tenaga kerja ke luar negeri, melainkan memastikan setiap pekerja memiliki kompetensi, perlindungan sosial, dan dokumen resmi yang lengkap.

Ke depan, Pemerintah Kota Sukabumi akan memperluas kerja sama dengan berbagai lembaga pelatihan dan agen penempatan resmi berskala internasional.

Bahkan, Kota Sukabumi membuka peluang bagi CPMI dari berbagai daerah di Indonesia untuk mendapatkan akses pelatihan dan fasilitasi penempatan kerja melalui Kota Sukabumi.

Dengan langkah tersebut, Kota Sukabumi menargetkan diri menjadi pusat layanan penempatan tenaga kerja resmi sekaligus mewujudkan visi sebagai Kota Ramah Migran.

“Kami ingin Kota Sukabumi tidak hanya melayani masyarakat lokal, tetapi juga menjadi bagian dari solusi ketenagakerjaan nasional. Karena itu, kami mengusung semangat ‘Kota Sukabumi untuk Indonesia, Kota Sukabumi Mendunia’,” pungkasnya.

Bagikan Pelitasukabumi.id

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *