Program 12 PAS Berlanjut, Wali Kota Sukabumi Optimis Tekan Angka Kemiskinan

Pelitasukabumi.id – Program 12 PAS kembali digelar pada episode ke-11 yang menyasar warga di Kelurahan Benteng dan Kelurahan Sukakarya.

Dalam kegiatan tersebut, Pemerintah Kota Sukabumi bersama sejumlah mitra menyalurkan bantuan kepada masyarakat yang membutuhkan.

Wali Kota Sukabumi, H. Ayep Zaki, mengatakan pada pelaksanaan kali ini terdapat lima penerima manfaat. Satu penerima memperoleh bantuan modal usaha untuk pelaku UMKM, sementara empat penerima lainnya mendapatkan bantuan berupa uang tunai dan paket sembako.

“Program ini akan terus berlanjut karena masih banyak warga yang membutuhkan atensi sosial,” ujar Ayep Zaki didampingi perwakilan Bank BJB, Telkom, dan Baznas, Rabu (10/6/2026).

Menurutnya, terdapat perbedaan mendasar antara bantuan sosial (bansos) dan atensi sosial. Bansos merupakan program yang bersumber dari pemerintah pusat, sedangkan atensi sosial lahir dari prakarsa berbagai lembaga yang memiliki kepedulian untuk membantu masyarakat.

Ayep menjelaskan, penentuan penerima manfaat dilakukan melalui proses pendataan oleh pekerja sosial (Peksos) yang bertugas mengidentifikasi rumah tangga sasaran maupun pelaku UMKM di setiap kelurahan.

Baca Juga :  Jelang Idulfitri, Bupati Sukabumi Instruksikan Camat Siaga di H-7 hingga H+7

Ia optimistis Program 12 PAS mampu memberikan dampak positif terhadap upaya penanggulangan kemiskinan di Kota Sukabumi. Menurutnya, hasil program tersebut akan terlihat dalam beberapa tahun ke depan.

“Kita lihat di tahun depan akan berkurang atau tidak. Saya optimis pada 2027 angka kemiskinan akan berkurang,” katanya.

Lebih lanjut, Ayep menilai penurunan angka kemiskinan harus berjalan seiring dengan peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD). Dengan meningkatnya kemampuan fiskal daerah, pemerintah dapat melakukan intervensi yang lebih luas terhadap berbagai persoalan sosial dan ekonomi.

“Penanganan kemiskinan harus sejalan dengan peningkatan PAD sehingga dapat membantu mengatasi berbagai persoalan seperti stunting, pengangguran, inflasi, hingga mendorong kreativitas dalam pengelolaan keuangan masyarakat,” pungkasnya.

Bagikan Pelitasukabumi.id

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *