IBADAH HAJI; KETAATAN, PENGORBANAN DAN PERSATUAN

KHUTBAH 1

السلام عليكم ورحمة الله وبركاته

اَلْحَمْدُ للهِ الًّذِيْ أَمَرَنَا بِالتَّقْوَى وَ نَهَانَا عَنِ اتِّبَاعِ الْهَوَى. أَشْهَدُ أَنْ لاَ اِلَهَ إِلاَّ اللهُ نِعْمَ الْوَكِيل وَنِعْمَ الْمَوْلَى، وَأَشْهَدُ أَنَّ سَيِّدَنَا مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ الَّذِيْ لاَ يَنْطِقُ عَنْ الْهَوَى، إِنْ هُوَ إِلاَّ وَحْيٌ يُوْحَى

وَ صَلَّى اللهُ عَلَى سَيِّدِنَا وَ حَبِيْبِنَا الْمُصْطَفَى، مُحَمَّدٍ نَبِيِّ الْهُدَى، وَ عَلَى اَلِهِ وَ أَصْحَابِهِ أَهْلِ الصِّدقِ وَ الْوَفَا. اَللَّهُمَّ اجْعَلْنَا مِمَّنْ اِتَّبَعَهُمْ بِإِحْسَانٍ إِلَى يَوْمِ الْجَزَا. أَمَّا بَعْدُ: فَيَا أَيُّهَا الْحَاضِرُوْنَ رَحِمَكُمُ اللهُ، اُوْصِيْنِيْ نَفْسِيْ وَإِيَّاكُمْ بِتَقْوَى اللهِ، فَقَدْ فَازَ الْمُتَّقُوْنَ.
قَالَ اللهُ تَعَالَى :
يَٰٓأَيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُوا۟ ٱتَّقُوا۟ ٱللَّهَ حَقَّ تُقَاتِهِۦ وَلَا تَمُوتُنَّ إِلَّا وَأَنتُم مُّسْلِمُونَ
وَقَالَ : إِنَّمَا ٱلۡمُؤۡمِنُونَ إِخۡوَةٌ فَأَصۡلِحُواْ بَيۡنَ أَخَوَيۡكُمۡۚ وَٱتَّقُواْ ٱللَّهَ لَعَلَّكُمۡ تُرۡحَمُونَ.
صَدَقَ اللهُ العَظِيمْ

Segenap pujian hanya milik Allah SWT. Tuhan alam semesta. Dialah Tuhan Yang Mahakuasa. Dialah Tuhan Yang dengan kehendak-Nya telah memberi kita kesempatan untuk bisa merasakan kembali kehadiran di hari Jum’at penuh berkah.

Shalawat dan salam semoga senantiasa Allah SWT curahkan kepada Rasul-Nya, Muhammad saw. Beliaulah yang telah menjadi wasilah Islam sampai kepada kita semua. Beliaulah teladan dalam segala aspek kehidupan manusia. Baik dalam kehidupan pribadi maupun keluarga. Baik dalam kehidupan masyarakat maupun dalam kepemimpinan negara.

Ma’aasyiral Muslimiin, Jamaah Shalat Jum’at rahimakumullaah.

Saudara-saudar kita sedang dalam proses perpulangan haji sejak taggal 1 Juni 2026. Semoga ibadah haji mereka diterima oleh Allah, menjadinhaji yang Mabrur..Amin

Ibadah haji adalah bagian dari rukun Islam yang hukumnya wajib bagi Muslim yang memiliki kemampuan. Ibadah haji juga menjadi simbol tentang ketaatan kepada Allah SWT, pengorbanan, sekaligus persatuan kaum Muslim dari seluruh penjuru dunia. Demikian sebagaimana dinyatakan dalam firman-Nya:

وَأَذِّن فِي ٱلنَّاسِ بِٱلۡحَجِّ يَأۡتُوكَ رِجَالًا وَعَلَىٰ كُلِّ ضَامِرٍ يَأۡتِينَ مِن كُلِّ فَجٍّ عَمِيقٍ

Serulah manusia untuk mengerjakan ibadah haji. Niscaya mereka akan datang kepada kamu dengan berjalan kaki, juga dengan mengendarai unta kurus. Mereka datang dari segenap penjuru yang jauh (QS al-Hajj [22]: 27).

Ma’aasyiral Muslimiin, Jamaah Shalat Jum’at rahimakumullaah.

Ibadah haji merupakan salah satu syariah agung yang mengandung makna mendalam tentang ketaatan seorang hamba kepada Allah SWT. Seluruh rangkaian ibadah haji mengajarkan bahwa seorang Muslim harus tunduk sepenuhnya pada perintah Allah SWT.

Kisah Nabi Ibrahim as., Siti Hajar dan Nabi Ismail as. menjadi fondasi spiritual ibadah haji yang menunjukkan puncak ketaatan kepada Allah SWT. Nabi Ibrahim as, Ia bersedia mengorbankan putranya semata-mata karena ketundukan pada perintah Allah SWT. Dari sini haji mengajarkan bahwa keimanan sejati menuntut kepasrahan total pada kehendak Ilahi. Demikian sebagaimana dinyatakan dalam firman-Nya:

وَأَتِمُّواْ ٱلۡحَجَّ وَٱلۡعُمۡرَةَ لِلَّهِۚ

Sempurnakanlah oleh kalian ibadah haji dan umrah semata-mata karena Allah (QS al-Baqarah [2]: 196).

Ma’aasyiral Muslimiin, Jamaah Shalat Jum’at rahimakumullaah.

Selain simbol ketaatan, ibadah haji juga merupakan simbol pengorbanan. Seorang Muslim yang berhaji harus mengorbankan harta, tenaga, waktu dan kenyamanan demi memenuhi panggilan Allah SWT. Pakaian ihram yang sederhana mengajarkan pelepasan atribut duniawi seperti status sosial, kekayaan dan kebanggaan diri. Semua jamaah tampil setara di hadapan Allah SWT. Tak tampak perbedaan jabatan, ras maupun kebangsaan.

Nilai pengorbanan ini juga mengingatkan manusia bahwa kehidupan dunia tidak boleh menjadikan seseorang sombong dan lalai dari tujuan akhirat. Rasulullah saw. bersabda:

مَنْ حَجَّ لِلَّهِ فَلَمْ يَرْفُثْ وَلَمْ يَفْسُقْ، رَجَعَ كَيَوْمِ وَلَدَتْهُ أُمُّهُ

Siapa saja yang menunaikan ibadah haji semata-mata karena Allah, lalu tidak berkata kotor dan tidak berbuat fasik, maka ia kembali seperti hari dilahirkan oleh ibunya (HR al-Bukhari dan Muslim).

Ma’aasyiral Muslimiin, Jamaah Shalat Jum’at rahimakumullaah.

Ibadah haji juga menjadi simbol persatuan umat Islam sedunia. Jutaan Muslim dari berbagai negara, bahasa, warna kulit berkumpul di Masjidil Haram. Semuanya memiliki tujuan yang sama, yaitu beribadah kepada Allah SWT.

Karena itu ibadah haji juga harus dipahami sebagai melting point (titik lebur) kaum Muslim dari berbagai penjuru dunia. Mereka melebur menjadi satu. Tak tampak lagi suku, bangsa, warna kulit, bahasa maupun status sosial dan ekonomi. Semua menghamba hanya kepada Rabb Yang Satu, Allah SWT.

Mereka menghadap kiblat yang sama, pakaian yang sama, melaksanakan ritual yang sama. Momentum ini menunjukkan bahwa Islam adalah agama persaudaraan. Islam menyatukan umat Muslim di seluruh dunia di atas dasar tauhid. Allah SWT berfirman:

إِنَّمَا ٱلۡمُؤۡمِنُونَ إِخۡوَةٌ فَأَصۡلِحُواْ بَيۡنَ أَخَوَيۡكُمۡۚ وَٱتَّقُواْ ٱللَّهَ لَعَلَّكُمۡ تُرۡحَمُونَ

Sesungguhnya kaum Mukmin itu bersaudara. Sebab itu, damaikanlah di antara sesama saudara kalian itu, dan takutlah kepada Allah, supaya kalian mendapat rahmat (QS al-Hujurat [49]: 10).

Ma’aasyiral Muslimiin, Jamaah Shalat Jum’at rahimakumullaah.

Spirit ketaatan, pengorbanan dan persatuan yang terkandung dalam ibadah haji seharusnya tidak berhenti pada dimensi ritual individual semata. Ibadah haji juga seharusnya melahirkan kesadaran kolektif umat Islam dalam aspek sosial, politik dan peradaban.

Ibadah haji mempertemukan jutaan kaum Muslim dari berbagai bangsa, bahasa dan mazhab dalam satu kiblat dan satu tujuan penghambaan hanya kepada Allah SWT. Momentum ini menunjukkan bahwa Islam memiliki fondasi persatuan Muslim seluruh dunia yang melampaui batas etnis maupun nasionalisme sempit.

Dalam sejarah, semangat persatuan ini pernah menjadi kekuatan besar yang melahirkan solidaritas politik dan peradaban Dunia Islam.

Baca Juga :  Safar Bulan Sial?

Ma’aasyiral Muslimiin, Jamaah Shalat Jum’at rahimakumullaah.

Akan tetapi, realitas Dunia Islam kontemporer menunjukkan kondisi yang berlawanan. Persatuan umat melemah akibat konflik politik, nasionalisme, sektarianisme dan kepentingan geopolitik global. Krisis kemanusiaan di Gaza Palestina menjadi salah satu contoh nyata lemahnya solidaritas politik Dunia Islam.

Meski sudah jelas derita muslim di Gaza, namun para penguasa negeri-negeri Muslim hanya memainkan retorika politik atau sekedar bantuan kemanusiaan. Pada saat yang sama, mereka tetap membiarkan Zionis Yahudi tetap leluasa melakukan genosida atas saudara-saudara kita di Gaza. Kondisi ini memperlihatkan adanya jurang antara simbol persatuan umat dalam ibadah dengan realitas politik Dunia Islam yang masih terpecah-belah dan terjajah.

Ma’aasyiral Muslimiin, Jamaah Shalat Jum’at rahimakumullaah.

Ketegangan geopolitik di kawasan Timur Tengah juga memperlihatkan kompleksitas hubungan antarnegara Muslim. Konflik yang melibatkan Iran, Israel dan Amerika Serikat di tahun 2026 ini sering dipengaruhi oleh kepentingan politik regional maupun global. Dalam situasi tersebut, sebagian negara Arab memiliki hanya memikirkan kepentingan nasional masing-masing.

Padahal secara historis, Iran memiliki hubungan panjang dengan peradaban Islam sejak masa penaklukan Persia pada era Khalifah Umar bin al-Khaththab ra. Wilayah Persia kemudian menjadi salah satu pusat penting perkembangan ilmu pengetahuan, filsafat, kedokteran dan peradaban Islam. Tokoh-tokoh besar seperti Imam al-Ghazali, Ibnu Sina dan al-Farabi lahir dari tradisi intelektual Dunia Islam yang berkembang di kawasan tersebut. Selain mayoritas penduduk Muslim, Iran juga memiliki jutaan Muslim Sunni yang hidup berdampingan dengan komunitas Syiah.

Jamaah Muslim Iran pun setiap tahun melaksanakan ibadah haji ke Masjidil Haram sebagaimana kaum Muslim dari negara lain. Karena itu dalam perspektif sejarah dan sosiologis, Iran tetap merupakan bagian dari Dunia Islam. Perbedaan politik dan mazhab seharusnya tidak menghapus kesadaran bahwa umat Islam memiliki ikatan akidah dan tanggung jawab iman untuk membangun solidaritas, persaudaraan dan persatuan di tengah berbagai konflik global saat ini.

Di sisi lain, di negeri ini khususnya, umat Islam di tingkat akar rumput sering terpecah oleh sentimen mazhab dan sektarianisme sehingga solidaritas kemanusiaan melemah. Padahal Islam mengajarkan pentingnya ukhuwah dan keadilan, bahkan kepada kelompok yang berbeda pandangan. Perbedaan mazhab tidak boleh menjadi alasan untuk menghancurkan persatuan umat atau mengabaikan penderitaan sesama Muslim yang hanya menguntungkan kekuatan eksternal yang ingin mempertahankan fragmentasi (keterpecahbelahan) Dunia Islam.

Ma’aasyiral Muslimiin, Jamaah Shalat Jum’at rahimakumullaah.

Ibadah haji seharusnya tidak hanya dipahami sebagai ritual spiritual tahunan. Ibadah haji juga harus dipahami sebagai momentum pembuktian ketaatan dan persatuan umat Islam sedunia. Jika umat dengan populasi lebih dari dua miliar jiwa bersatu sesungguhnya akan menjadi kekuatan demografis terbesar di dunia. Apalagi bila potensi tersebut disatukan dalam satu kepemimpinan politik, umat Islam dapat menjadi kekuatan peradaban yang disegani dunia. Seperti dalam sejarah Islam, 12 abad kaum muslimin bersatu dalam kepemimpinan politik sejak Khilafah Rasyidah, Bani Umayah, Bani Abbasiyah hingga Khilafah Ustmaniyah.

Sungguh Allah SWT telah berfirman:

وَٱعۡتَصِمُواْ بِحَبۡلِ ٱللَّهِ جَمِيعًا وَلَا تَفَرَّقُواْۚ

Berpegang teguhlah kalian semuanya pada tali (agama) Allah dan janganlah bercerai-berai (QS Ali ‘Imran [3]: 103).

مَثَلُ الْمُؤْمِنِينَ فِي تَوَادِّهِمْ وَتَرَاحُمِهِمْ وَتَعَاطُفِهِمْ مَثَلُ الْجَسَدِ الْوَاحِدِ، إِذَا اشْتَكَى مِنْهُ عُضْوٌ تَدَاعَى لَهُ سَائِرُ الْجَسَدِ بِالسَّهَرِ وَالْحُمَّى
Perumpamaan kaum Mukmin dalam hal saling mencintai, mengasihi dan menyayangi seperti satu tubuh. Jika satu anggota tubuh sakit, seluruh tubuh tak tidur dan demam (HR al-Bukhari dan Muslim).

Semoga Allah senantiasa menolong dan meridhai perjuangan umat Islam di seluruh dunia untuk menegakkan kembali kejayaan dan peradaban Islam.
أَقُوْلُ قَوْلِيْ هٰذَا وَأَسْتَغْفِرُ اللهَ لِيْ وَلَكُمْ، فَاسْتَغْفِرُوْهُ، إِنَّهُ هُوَ الْغَفُوْرُ الرَّحِيْمُ

KHUTBAH 2

اَلْحَمْدُ للهِ عَلىَ إِحْسَانِهِ وَالشُّكْرُ لَهُ عَلىَ تَوْفِيْقِهِ وَاِمْتِنَانِهِ. وَأَشْهَدُ أَنْ لاَ اِلَهَ إِلاَّ اللهُ وَاللهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ وَأَشْهَدُ أنَّ سَيِّدَنَا مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ الدَّاعِى إلىَ رِضْوَانِهِ. اللهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وِعَلَى اَلِهِ وَأَصْحَابِهِ وَسَلِّمْ تَسْلِيْمًا كِثيْرًا أَمَّا بَعْدُ فَياَ اَيُّهَا النَّاسُ اِتَّقُوااللهَ فِيْمَا أَمَرَ وَانْتَهُوْا عَمَّا نَهَى وَاعْلَمُوْا أَنَّ اللهَ أَمَرَكُمْ بِأَمْرٍ بَدَأَ فِيْهِ بِنَفْسِهِ وَثَـنَى بِمَلآ ئِكَتِهِ بِقُدْسِهِ وَقَالَ تَعاَلَى إِنَّ اللهَ وَمَلآئِكَتَهُ يُصَلُّوْنَ عَلىَ النَّبِى يآ اَيُّهَا الَّذِيْنَ آمَنُوْا صَلُّوْا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوْا تَسْلِيْمًا.

اللهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلِّمْ وَعَلَى آلِ سَيِّدِناَ مُحَمَّدٍ وَعَلَى اَنْبِيآئِكَ وَرُسُلِكَ وَمَلآئِكَةِ اْلمُقَرَّبِيْنَ وَارْضَ اللّهُمَّ عَنِ اْلخُلَفَاءِ الرَّاشِدِيْنَ أَبِى بَكْرٍ وَعُمَر وَعُثْمَان وَعَلِى وَعَنْ بَقِيَّةِ الصَّحَابَةِ وَالتَّابِعِيْنَ وَتَابِعِي التَّابِعِيْنَ لَهُمْ بِاِحْسَانٍ اِلَىيَوْمِ الدِّيْنِ وَارْضَ عَنَّا مَعَهُمْ بِرَحْمَتِكَ يَا أَرْحَمَ الرَّاحِمِيْنَ

اَللَّهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُؤْمِنِيْنَ وَالْمُؤْمِنَاتِ وَالْمُسْلِمِيْنَ وَالْمُسْلِمَاتِ الأَحْيَاءِ مِنْهُمْ وَاْلأَمْوَاتِ إِنَّكَ سَمِيْعٌ قَرِيْبٌ مُجِيْبُ الدَّعَوَاتِ.
اَللهُمَّ أَعِزَّاْلإِسْلاَمَ وَالْمُسْلِمِيْنَ، وَأَذِلَّ الشِّرْكَ وَالْمُسْرِكِيْنَ، وَانْصُرْ عِبَادَكَ الْمُوَحِّدِيْنَ،
اَللّهُمَّ اجْعَلْ حَجَّنَا حَجًّا مَبْرُوْرًا وَسَعْيًا مَشْكُوْرًا وَذَنْبًا مَغْفُوْرًا وَعَمَلاً صَالِحًا مَقْبُوْلاً وَتِجَارَةً لَنْ تَبُوْرَ
رَبَّنَا ظَلَمْنَا أَنْفُسَنَا وَإِنْ لَمْ تَغْفِرْلَنَا وَتَرْحَمْنَا لَنَكُوْنَنَّ مِنَ الْخَاسِرِيْنَ،
رَبَّنَا آتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِي الْآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ
.عِبَادَاللهِ، إِنَّ اللهَ يَأْمُرُ بِالْعَدْلِ وَاْلإِحْسَانِ وَإِيْتَاءِ ذِى الْقُرْبَى وَيَنْهَى عَنِ الْفَحْشَاءِ وَالْمُنْكَرِ وَالْبَغْيِ يَعِظُكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُوْنَ فَاذْكُرُوْا اللهَ الْعَظِيْمَ يَذْكُرْكُمْ وَاشْكُرُواهُ عَلَى نِعَمِهِ يَزِدْكُمْ، وَلَذِكْرُاللهِ أَكْبَرُ

Bagikan Pelitasukabumi.id

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *