Wartawan Usep Mulyana
Pelitasukabumi.id – Di tengah padatnya permukiman RW 05 Kelurahan Karang Tengah, sebuah gerakan pelan namun pasti sedang dibangun.
Bukan sekadar kegiatan seremonial, tetapi upaya sistematis mengubah wajah kesehatan masyarakat.
Momentum itu terlihat saat Wali Kota Sukabumi, Ayep Zaki, hadir langsung dalam kegiatan Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (GERMAS), Selasa (5/5/2026).

Kegiatan tersebut menandai pelaksanaan rumah sehat ke-50 di Kota Sukabumi angka yang bukan hanya simbol capaian, tetapi juga indikator konsistensi gerakan berbasis kolaborasi.
Di hadapan warga dan pemangku kepentingan, Ayep Zaki menegaskan bahwa perubahan besar tidak selalu dimulai dari proyek raksasa, melainkan dari intervensi sederhana yang dijalankan secara konsisten.
Mulai dari sanitasi layak, pengendalian tuberkulosis (TBC), hingga edukasi pola hidup sehat, semuanya menjadi fondasi pembangunan manusia.

“Ketika program ini terus dijalankan, kita tidak hanya berbicara kesehatan, tapi juga masa depan. Sepuluh tahun ke depan, kita ingin Sukabumi bebas dari kemiskinan, kawasan kumuh, dan stunting,” ujarnya.
Pernyataan tersebut bukan tanpa dasar. Pemerintah Kota Sukabumi saat ini tengah membangun ekosistem kolaboratif, menggandeng sektor filantropi seperti Dompet Dhuafa yang telah berpengalaman sejak 1993.
Sinergi ini tidak hanya menyasar layanan kesehatan, tetapi juga menyentuh aspek ekonomi dan pendidikan melalui skema pinjaman tanpa bunga serta beasiswa bagi anak-anak dari keluarga rentan.
Lebih jauh, Sukabumi bahkan melangkah ke konsep Kota Wakaf sebuah pendekatan pembangunan berbasis aset umat yang produktif. Sejak mulai diimplementasikan pada 2025, model ini telah menunjukkan dampak awal melalui program pembiayaan sosial dan pendidikan.
Di sisi lain, dari perspektif pelaksana program, Iwan Ridwan memaparkan bahwa Kawasan Sehat Karang Tengah bukan sekadar proyek kesehatan, melainkan model intervensi terpadu.
Program ini dirancang dengan tujuh indikator utama yang saling terhubung kesehatan ibu dan anak, penurunan stunting, pengendalian penyakit tidak menular, penanganan TBC, sanitasi, lingkungan produktif, hingga kesehatan mental dan spiritual.
Pendekatan ini terbukti mulai membuahkan hasil. Sejak diluncurkan pada November 2024, sebanyak 3.711 layanan kesehatan telah diberikan kepada 794 penerima manfaat. Lebih dari itu, perubahan kualitas hidup mulai terlihat nyata.
Dari 50 ibu hamil dengan masalah gizi, setengahnya kini menunjukkan perbaikan kondisi. Sementara pada kelompok bayi di bawah dua tahun, pendampingan intensif berhasil mendorong 46 anak mencapai status gizi normal.
“Ini bukan sekadar angka. Ini adalah perubahan hidup. Artinya pendekatan yang tepat, jika dijalankan secara konsisten, benar-benar bisa mengubah masa depan,” ungkap Iwan.
Ia menekankan, keberhasilan tersebut tidak bisa dilepaskan dari kerja kolektif. Peran kader kesehatan, tenaga medis, pemerintah, hingga masyarakat menjadi satu kesatuan yang tidak terpisahkan.
Karang Tengah pun kini menjadi semacam laboratorium sosial tempat di mana konsep kesehatan berbasis komunitas diuji dan disempurnakan.
Menariknya, program ini tidak berhenti pada capaian lokal. Ada ambisi lebih besar untuk menjadikannya sebagai model yang bisa direplikasi di wilayah lain. Dengan kata lain, Karang Tengah sedang diposisikan sebagai titik awal gerakan yang lebih luas.
Di tengah berbagai tantangan pembangunan, pendekatan seperti ini menghadirkan perspektif baru: bahwa solusi tidak selalu datang dari atas, melainkan bisa tumbuh dari bawah dari komunitas, dari kepedulian, dan dari kolaborasi yang terjaga.
Kehadiran sejumlah pejabat daerah seperti Kepala Dinas Kesehatan Ida Halimah, Camat Gunungpuyuh Widya Yudha Setiawan, hingga Lurah Karang Tengah Anan Sumekar, memperkuat pesan bahwa program ini bukan milik satu pihak, melainkan gerakan bersama.
Pada akhirnya, GERMAS di Karang Tengah bukan hanya tentang hidup sehat. Ia adalah narasi tentang harapan bahwa dengan arah yang jelas dan kerja bersama, perubahan sosial yang besar bukan lagi sekadar wacana, melainkan sesuatu yang sedang berlangsung.

