Bobby Minta Maaf, Ini Alasan Pemkot Sukabumi Pakai Stadion Suryakencana untuk Konser

Wartawan Usep Mulyana

Pelitasukabumi.id – Polemik kerusakan rumput di Stadion Suryakencana usai konser Terambyar Fest akhirnya direspons langsung oleh Wakil Wali Kota Sukabumi, Bobby Maulana.

Ia menyampaikan permohonan maaf sekaligus penjelasan kepada masyarakat terkait keputusan penggunaan stadion tersebut.

Bobby mengakui kondisi lapangan pasca konser memang menjadi sorotan publik. Namun, ia menegaskan bahwa keterbatasan fasilitas menjadi dilema bagi pemerintah daerah dalam menyediakan ruang untuk kegiatan berskala besar.

“Pilihan kita sangat terbatas. Saat ini hanya ada Lapang Merdeka dan Stadion Suryakencana. Tapi Lapang Merdeka sudah tidak memungkinkan untuk event besar,” ujarnya, Jumat (24/4/2026).

Ia menjelaskan, posisi Lapang Merdeka yang berada di pusat kota membuat pengaturan penonton, akses keluar-masuk, hingga sistem tiket sulit dikendalikan. Kondisi tersebut dinilai berisiko dari sisi keamanan dan kenyamanan.

Karena itu, meski belum ideal, Stadion Suryakencana tetap menjadi opsi paling realistis untuk kegiatan seperti konser musik.

Di sisi lain, Pemkot Sukabumi sebenarnya telah merencanakan peningkatan kualitas stadion sejak tahun lalu. Bahkan, studi banding sudah dilakukan ke Stadion Pakansari dan Stadion Maguwoharjo sebagai referensi pengembangan.

Namun, rencana tersebut harus tertunda karena keterbatasan anggaran. Tahun ini, Pemkot kembali mencoba mendorong realisasi pembangunan melalui koordinasi dengan pemerintah pusat, termasuk menjadwalkan pertemuan dengan Wakil Menteri Pemuda dan Olahraga, Taufik Hidayat.

Baca Juga :  Wali Kota Sebut Optimalisasi Pengelolaan Tanah Punya Daya Ungkit Terhadap PAD

Terkait kerusakan lapangan, Bobby menyebut faktor cuaca turut memperparah kondisi. Hujan deras saat konser berlangsung membuat tanah menjadi becek dan mempercepat kerusakan rumput.

Meski demikian, pembersihan dan penanganan awal sudah dilakukan. Namun untuk perbaikan menyeluruh, pemerintah masih terkendala anggaran sehingga saat ini baru sebatas pemeliharaan rutin.

Bobby juga mengingatkan bahwa event musik bukan sekadar hiburan, tetapi memiliki dampak ekonomi bagi daerah. Aktivitas tersebut berkontribusi pada pendapatan melalui pajak dan perputaran ekonomi lokal.

Ke depan, Pemkot Sukabumi menyiapkan solusi jangka panjang dengan membangun area khusus untuk kegiatan ekonomi kreatif, termasuk konser musik, agar tidak lagi bergantung pada stadion.

Selain itu, beberapa alternatif lokasi seperti Lapangan Setukpa Lemdiklat Polri dan Lapangan Kodim 0607 juga dipertimbangkan, meski penggunaannya tidak selalu bisa diakses publik.

Persoalan lain yang turut disorot adalah sampah. Bobby menyebut, setiap event besar di Lapang Merdeka bisa menghasilkan sampah dalam jumlah besar, sehingga menjadi pertimbangan utama pembatasan kegiatan di lokasi tersebut.

Di akhir pernyataannya, Bobby meminta masyarakat tetap memberikan dukungan terhadap upaya pemerintah dalam membenahi fasilitas publik.

“Kami memahami kritik yang ada. Ini menjadi evaluasi bagi kami agar ke depan bisa menghadirkan fasilitas yang lebih layak, baik untuk olahraga maupun hiburan,” pungkasnya.

Bagikan Pelitasukabumi.id

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *