Wartawan Usep Mulyana
Pelitasukabumi.id Wali Kota Sukabumi H. Ayep Zaki optimistis APBD tahun 2026 melampaui APBD 2025.
Hal itu disampaikan Ayep, saat membuka Musrenbang Kecamatan Warudoyong, Selasa (27/1/2026). Dia hadir didampingi Kepala Bappeda, Muhamad Hasan Asari.
Musrenbang turut dihadiri anggota DPRD Kota Sukabumi Fraksi Demokrat Deden Solehudin serta Susilawati yang mewakili Fraksi PAN.
Unsur Forkopimda, TNI, Polri, pengusaha, organisasi masyarakat, dan tokoh masyarakat tampak pula mengisi kursi undangan.
Ia menjelaskan APBD Kota Sukabumi tahun 2026 ditargetkan sebesar Rp1,175 triliun, dengan estimasi belanja Rp1,195 triliun.
Dia menambahkan pendapatan Asli Daerah saat ini berada di angka Rp535 miliar.
Jumlah tersebut akan terus ditingkatkan agar APBD minimal setara dengan tahun sebelumnya.
“Setidaknya jumlahnya diharapkan melampaui APBD 2025 yang mencapai Rp1,320 triliun,” terang dia.
Dalam kesempatan itu Ayep mengajak seluruh elemen, mulai dari birokrasi pemerintah, DPRD, Forkopimda hingga masyarakat, untuk bersatu membangun Kota Sukabumi yang berdaulat, adil, dan makmur.
“Alhamdulillah, Musrenbang ini dihadiri unsur pengusaha, Ormas, TNI, dan Polri. Ini modal kuat untuk membangun Sukabumi,” ujarnya.
Asumsinya jika PAD naik, otomatis APBD ikut naik. Ini ikhtiar untuk mengembalikan efisiensi TKD sebesar Rp159 miliar, tambahnya.
Ia juga menyinggung potensi peningkatan PMK yang belum dapat diumumkan. “Tidak boleh gendong bayi sebelum lahir. Uangnya datang dulu, baru kita laporkan,” ujarnya.
Terkait raihan 131 penghargaan Pemkot Sukabumi, Ayep menegaskan hal itu merupakan data historis.
“Sejarah tercatat dalam data. Tinggal dilihat pencapaian ke depan,” tegasnya.
Menurutnya, prestasi tersebut merupakan hasil kolaborasi birokrasi, DPRD, partai politik, Forkopimda, dan masyarakat. Ia pun mengajak semua pihak bekerja nyata.
“Kilas balik 1914, Sukabumi pernah menjadi kota terbaik keempat di Jawa Barat. Saat ini kenapa tidak bisa jadi yang terbaik,” tegasnya.
Camat Warudoyong Sandra Utama Teguh menjelaskan Musrenbang Kecamatan Warudoyong menghasilkan 25 usulan fisik dari lima kelurahan serta 32 usulan nonfisik.
Usulan tahun 2023 dan 2024 telah direalisasikan pada 2025, sementara usulan terbaru ditargetkan terealisasi pada 2027.
“Alhamdulillah, semua usulan sebelumnya sudah dilaksanakan. Sekarang tinggal menunggu realisasi usulan tahun ini,” kata Sandra.
Masih kata Sandra Kecamatan Warudoyong kini berada di peringkat kedua Musrenbang setelah sebelumnya selalu di posisi pertama.
Untuk program fisik diprioritaskan pada perbaikan jalan lingkungan, sedangkan program nonfisik sebagian besar didukung dana kelurahan, dengan total anggaran sekitar Rp15 miliar.
“Target kami prestasi ini bisa dipertahankan, bahkan ditingkatkan,” ujarnya.

